Kabar baik untuk dunia perfilman Tanah Air, salah satu cerita legendaris yang mulai dikenal tahun 60-an, Wiro Sableng, akan digarap oleh sebuah rumah produksi di Hollywood. Berita ini telah dikonfirmasi dalam sebuah konferensi pers yang digelar di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (9/2) lalu.  Lahir kembalinya Wiro Sableng tentu jadi berita yang menarik bagi masyarakat yang telah lama menyimpan rindu pada tokoh laga populer ini. Maklum, cerita ‘wiro’ yang ‘sableng’ memang telah melekat di hati masyarakat yang tumbuh di tahun 60-an hingga 2000-an awal.  Berikut ini fakta-fakta tentang film Wiro Sableng yang harus kamu tahu, Hipwee sudah merangkumnya untukmu!

1. Film ini ‘tanpa sadar’ telah digarap oleh sebuah keluarga besar, dari mulai penulis novel, produser, hingga pemainnya

Kru film

Kru film via viva.co.id

Wiro Sableng versi layar lebar ini akan diproduseri oleh Sheila Timothy yang merupakan kakak ipar Vino G. Bastian. Produser cantik yang akrab disapa Lala itu sebenarnya sudah menerima tawaran untuk menggarap film ini sejak dua tahun lalu, tapi ia masih mengurungkannya. Sementara itu, Vino sendiri akan membintangi peran utama, Wiro Sableng. Vino akan beradu peran dengan Marsha Timothy dan Sherina Munaf.

Advertisement

Dan seperti yang kita tahu, cerita Wiro Sableng lahir dari novel karangan Bastian Tito yang tidak lain adalah ayah Vino. Film ini benar-benar seperti proyek keluarga besar bukan? Meskipun mungkin itu dilakukan tanpa sengaja. Bagaimanapun Vino memang pantas memerankan peran Wiro Sableng. Bagaimana menurutmu?

2. Penggarapan film Wiro Sableng akan ‘dibantu’ oleh Hollywood, ini pertama kalinya lho untuk film dari Asia Tenggara

Bekerjasama dengan Hollywood

Bekerjasama dengan Hollywood via yiela.com

Lala awalnya bertemu produser Hollywood, Michael Werner, yang kemudian mengenalkannya dengan Thomas Jege, presiden Fox International Production atau FIP (divisi dari 20th Century Fox), pada Mei 2016. Keputusan ini tidak dengan gampangnya dibuat. Setelah ratusan surel yang saling dikirim akhirnya pada akhir Januari 2017 kemarin, Lifelike Pictures resmi bekerja sama dengan FIP.

Sebelumnya Fox pernah bekerjasama dengan sineas Korea untuk film The Wailing & The Yellow Sea, yang disutradarai Na Hong Jin. Film tersebut berhasil menjadi 10 film box office terlaris 2016 di Korea Selatan.

3. Hollywood sangat tertarik dengan Wiro Sableng serta visi pembuatan reborn-nya. Berapapun bujetnya akan mereka gelontorkan

Wiro Sableng

Wiro Sableng via detak.online

Advertisement

Presiden FIP, Thomas Jegeus, pada saat konferensi pers mengatakan bahwa pihak mereka sangat tertarik dengan visi pembuatan film ini dan juga kreativitas serta profesionalisme para kru film. Mereka bahkan mengatakan akan ada kerjasama berkelanjutan baik untuk pembuatan sekuel maupun eksplor sejarah dan budaya Indonesia. Demi mewujudkan kerjasama yang baik, mereka akan siap mengeluarkan bujet sebanyak mungkin.

4. Demi menghasilkan skenario yang sempurna, Lala membentuk tim untuk membedah novel Wiro Sableng yang punya 185 edisi

Lala

Lala via dtak.online

Kamu yang lahir di tahun 90-an mungkin mengenal Wiro Sableng sebagai sebuah sinetron laga. Padahal awalnya cerita ini berasal dari novel silat karya Bastian Tito, ayah Vino G Bastian. Novel bertajuk Wiro Sableng Kapak Maut Naga Geni 212 ini terbit selama 39 tahun dari tahun 1967-2006 dengan total 185 edisi.

Banyaknya sumber cerita Wiro Sableng ini tentu melahirkan sebuah kompleksitas tersendiri ketika ingin dipadatkan menjadi sebuah film. Untuk itu Lala membentuk sebuah tim guna membedah 185 novel tersebut.  Tim ini bertugas membaca novel tersebut, baik cerita, karakter, penokohan dan lainnya. Mereka bertemu seminggu sekali dan membuat catatan tentang perguruan, jurus, senjata, serta silsilah tokoh.

5. Sudah disiapkan selama bertahun-tahun, Wiro Sableng akan jadi film yang ‘mahal’ dan berpotensi didistribusikan secara global

Film mahal

Film mahal via trendly.buzz

Ide film ini sudah diolah sejak lama. Buktinya Lala sudah mendapatkan tawaran itu sejak dua tahun lalu. Setahun ke belakang, pihak produksi juga mempersiapkan proses kreatif, proposal, dan strategi keuangan yang matang hingga bisa mendapatkan co-production dari luar negeri. Hal ini tentu menjadi keuntungan yang besar mengingat tingkat kesulitan action yang tinggi sehingga dibutuhkan expert dari luar.

Karakter dan cerita kompleks membuat Wiro Sableng menjadi film yang tergolong berskala besar sehingga menelan biaya produksi yang cukup fantastis. Kabarnya biayanya lebih dari dua juta dolar AS atau sekitar Rp26 miliar. Biaya ini akan dibagi antara Lifelike Pictures dan FIP. Wiro Sableng juga berpotensi didistribusikan secara global karena sudah dipegang oleh ‘tangan’ Hollywood.

6. Meski mendapatkan sentuhan Hollywood, pihak produksi menjamin Wiro Sableng tidak akan kehilangan nilai kulturalnya

Tetap wiro sableng

Tetap wiro sableng via bangkusantai.com

Pembuatan Wiro Sableng tetap akan mengedepankan segi kultural. Hollywood sifatnya hanya membantu pada post production (sentuhan sinematografi dan kostum), bukan mengarahkan proyek. Proses akhir yang akan digarap di luar negeri, tepatnya di negara dengan teknologi CGI tinggi tetap akan melibatkan anak bangsa sebagai kreator lokalnya. Selain itu meski dibuat menjadi film komersil, tetap akan ada benang merah dari novel aslinya.

7. Pihak-pihak yang terlibat dalam film ini semuanya keren, semoga filmnya juga nggak kalah beken!

Kerjasama dengan Hollywood

Kerjasama dengan Hollywood via hashgurus.com

Angga Dwimas Sasongko , sutradara Filosofi Kopi, didapuk sebagai pengarah film ini. Meskipun ia belum pernah membuat layar lebar ber-genre bela diri sebelumnya, Angga yakin akan bisa memberikan yang terbaik. Ia pun mulai berlatih dengan memulai proyek-proyek kecil tentang film beladiri agar tidak terlalu kaget.

Sherina Munaf, yang sudah 17 tahun absen dari dunia layar kaca sejak Petualangan Sherina (2000) juga akan beradu peran dengan Vino G. Bastian (Wiro Sableng) dan Marsha Timothy yang perannya masih dirahasiakan. Sementara itu koreografer silatnya akan diserahkan pada Yayan Ruhiyan dan Cecep A Rahman yang namanya sudah tidak asing lagi bagi para penikmat film.

Penulis skenarionya pun tidak kalah keren karena akan digarap oleh tangan-tangan profesional seperti Sheila Timothy, Tumpal Tampubolon, dan Seno Gumira Ajidarma. Benar-benar kolaborasi yang sempurna bukan?

Buat kamu yang sudah tidak sabar ingin menonton film ber-genre aksi komedi fantasi ini, sabar dulu ya karena syuting baru akan dimulai Agustus 2017 nanti dan tayang resmi di tahun 2018. Semoga hasilnya benar-benar memuaskan ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya