Voice of Baceprot Rilis Lagu Not Public Property, Dukung Perempuan Lebih Berani

Lagu ini berpesan pada perempuan untuk lebih berani menunjukkan kemampuannya

Sebagian Sobat Hipwee mungkin masih asing dengan grup musik metal Voice of Baceprot. Grup musik ini beranggotakan tiga orang di mana ketiganya merupakan perempuan berhijab. Pada 2021 lalu, grup metal ini sempat ramai diperbincangkan karena prestasinya yang berhasil melakukan tur hingga benua Eropa. Ya, mereka bahkan sudah manggung ke sejumlah negara di antaranya Belanda, Belgia, Perancis, dan Swiss.

Advertisement

Voice of Baceprot atau lebih dikenal sebagai VoB ini digawangi oleh Firda Marsya Kurnia sebagai vokalis sekaligus gitaris, Widi Rahmawati sebagai bassis, dan Eusi Siti Aisyah sebagai drummer.

Bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Dunia pada Selasa (8/3), grup metal asal Garut, Jawa Barat ini merilis lagu baru mereka yang berjudul Not Public Property. SoHip pasti penasaran kan dengan lagu baru mereka? Berikut informasi selengkapnya!

Konferensi pers VoB bekerja sama dengan Google dalam perilisan lagu terbaru mereka

Voice of Baceprot rilis lagu baru Not Public Property

Credit : Photo by voiceofbaceprot via instagram

Pada peringatan Hari Perempuan Internasional, VoB digandeng oleh Google sebagai tokoh inspiratif bagi sesama perempuan. Dalam kesempatan ini, VoB juga membicarakan tentang perilisan lagu terbaru mereka yang berjudul Not Public Property. Secara keseluruhan, VoB mengatakan bahwa single terbaru mereka bertemakan tentang pergerakan perempuan.

Advertisement

“Kita sempat bawakan lagu itu saat tur, tapi kita belum terlalu banyak membicarakan lagu ini karena belum rilis secara resmi. Kami berharap ini bisa memantik perempuan untuk lebih menyalakan keberanian,” ujar Marsya, saat acara virtual bersama Google pada Selasa (7/3), dinukil dari Tempo.

Perilisan lagu Not Public Property akan melibatkan tokoh-tokoh perempuan untuk mendukung sesama perempuan lainnya agar berani bersuara dan menunjukkan diri mereka.

“Kita juga bekerja sama dengan Women of the World dan tokoh-tokoh di Indonesia juga. Detailnya akan diumumkan di instagram VoB,” tambah Marsya.

Advertisement

Tantangan terbesar Voice of Baceprot sebagai band metal perempuan

Voice of Baceprot dan lagu terbarunya Not Public Property

Credit : Photo by voiceofbaceprot via instagram

Di awal karier bermusik, VoB mengakui banyak menerima kritik bahkan diminta untuk berhenti bermusik karena dianggap aliran musik metal tidak sesuai dengan penampilan mereka.

“Paling banyak adalah yang menyuruh berhenti bermain musik. Kebanyakan orang berpikir kita kurang cocok untuk main musik yang keras dengan penampilan berhijab. Jadi orang-orang menyarankan untuk berhenti bermusik atau tetap bermusik tapi lepas hijab,” kata Marsya pada acara virtual bersama Google (7/3).

Komentar-komentar negatif kerap merundung VoB dari segala arah, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar mereka.

“Kalau dari keluarga, mereka menganggap profesi sebagai pemusik itu nggak bisa menjamin masa depan. Di lingkungan juga disangkanya kita mau menyebarkan pengaruh buruk,” lanjut Marsya.

Meski begitu, Marsya dan kedua rekannya Siti dan Widi tetap melangkah pada pilihan mereka di dunia bermusik.

“Seiringnya berjalannya waktu, kita menemukan diri kita di musik. Kita memang sempat takut mengambil langkah, tapi kita akhirnya tetap yakin pada diri sendiri. Kita memutuskan tetap jalan, karena kalau berhenti justru itu yang mereka inginkan. Kita nggak mau menyerah karena ketakutan,” ungkap Marsya.

Melalui lagu terbarunya, Voice of Baceprot ingin menyampaikan pesan mendalam teruntuk seluruh perempuan

Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional dan lagu terbaru VoB, Marsya mengatakan setiap perempuan pasti menyimpan potensi yang besar dan perempuan harus memiliki keberanian untuk menunjukkannya.

“Terpenting adalah bagaimana perempuan menyadari potensi itu ada dalam dirinya. Kita harus mendukung mereka untuk membangun keberanian agar mau menunjukkan itu,” ujar vokalis VoB, Marsya.

Marsya juga mengatakan bahwa perempuan harus mau tahu, karena sejatinya ketidaktahuan merupakan hambatan yang sangat merugikan bagi perempuan.

“Jika perempuan tidak tahu dan tidak mau tahu, maka perempuan akan dilihat dari tubuhnya. Bukan dari lantang suara dan ketajaman pikirnya. Kami berharap perempuan lebih merdeka menentukan otoritasnya,” kata Marsya.

Benar sekali SoHip, setuju sekali dengan Voice of Baceprot, sudah saatnya perempuan untuk berani unjuk diri dan sadar akan potensi dirinya. Sukses selalu VoB! Semoga lagu terbarunya dapat menghibur masyarakat Indonesia, terutama para perempuan yang masih ragu akan kemampuan mereka.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat buku dan perjalanan

CLOSE