K-Popers: Wajah Warganet yang Dianggap Paling Resek, tapi Sangat Berpengaruh. No Debate!

Wajah warganet K-Popers

Menjadi sebuah komunitas besar di media sosial yang memiliki banyak anggota dan pengikut, warganet K-Popers seperti punya kedudukannya tersendiri di dunia maya. Mulai dari yang ada di Indonesia hingga berbagai negara lain yang ada di belahan dunia, orang-orang ini dikenal lantaran sikap militannya yang kadang ngalah-ngalahin ormas setempat. Sekalinya ada yang kesenggol, hampir semuanya bakal keluar untuk membela satu sama lain. Meski terkadang kita nggak pernah tahu siapa orang di balik akun-akun yang rata-rata memiliki avatar bergambar artis Korea itu, namun menjadi sebuah kesalahan jika kamu coba-coba mengusiknya.

Advertisement

Mulai dari anak-anak sekolah, anak kuliahan, anak kantoran, atau bahkan orang-orang dengan berbagai macam latar belakang lainnya, para warganet K-Popers ini nyaris selalu muncul dan kerap terdengar lika-likunya di media sosial. Percaya nggak percaya, menulis apa pun tentang K-Popers pun juga butuh mental yang kuat. Mau gimana lagi, berhubungan dengan mereka ini terkadang rasanya lebih serem dibandingkan menghadapi rezim pemerintah yang otoriter. Ya, K-Popers adalah dua wajah warganet yang kerap dianggap sebagai orang-orang paling resek di media sosial, tapi punya pengaruh besar.

Selama ini sobat K-Popers memang punya stigmanya tersendiri sebagai warganet. Mulai dianggap yang paling resek hingga paling absurd dan cringe

Sentimen warganet lainnya / Credit: Twitter via twitter.com

Nggak dimungkiri lagi bahwa sobat K-Popers di dunia maya memang punya stigma tersendiri di mata publik. Nggak jarang orang-orang tersebut dianggap sebagai warganet paling resek, absurd, dan cringe. Apalagi warganet K-Popers ini hampir selalu muncul di setiap ada ramai-ramai di media sosial. Kebayang, kan, seberapa banyaknya mereka di dunia maya? Itu baru di Indonesia yang sering kita lihat, belum para pengguna media sosial lainnya yang berasal dari luar negeri.

Memang terkadang stigma tersebut datang bukan tanpa alasan, ada berbagai hal yang mungkin jadi penilaian tersendiri bagi warganet biasa kepada warganet K-Popers. Namun terlepas dari stigma tersebut, di luar sana memang ada sebagian orang yang pada dasarnya udah sensi banget sama warganet K-Popers. Ibaratnya, mau bagaimanapun tingkahnya juga udah salah cuma gara-gara menjadi seorang K-Popers. Sedih bener, ya. ๐Ÿ™

Advertisement

Bahkan, di Indonesia pun punya berbagai basis K-Popers di media sosial yang mungkin kekuatannya nggak akan mampu kita lawan. Seriusan, militan banget!

Ilustrasi K-Popers / Credit: Bloganchoi via bloganchoi.com

Seperti yang sudah dituliskan di atas tadi, melawan basis warganet K-Popers sama saja kita menantang maut. Apalagi jika mengingat K-Popers di Indonesia itu jumlahnya udah nggak terhitung lagi. Misalnya nih, kamu nyenggol penggemar grup A, nanti yang bakal melakukan serangan balik nggak cuma basis dari grup A aja, tapi grup B sampai grup Z.

Percaya deh, strategi ributnya anak STM hingga pasukan khusus aja kalau dibandingkan dengan orang-orang ini nggak ada apa-apanya. Belum lagi mengingat kekuatan intelejennya yang di luar nalar, sekali kamu bikin kesalahan sama mereka, seluruh identitasmu kemungkinan besar bakal cepat terungkap. Udah ngalah-ngalahin intel kepolisian pokoknya.

Tapi, di balik stigma resek dan absurdnya tersebut, warganet K-Popers punya banyak andil bagi sosial di dunia nyata lo. Mulai dari menyuarakan tentang kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan publik hingga berbagai persoalan penting lainnya

Advertisement

Peran K-Popers / Credit: CNN Indonesia via www.cnnindonesia.com

Terlepas dari segala pandangan miring dari warganet lainnya yang bilang bahwa anak-anak ava Korea alias para K-Popers sebagai warganet paling resek dan absurd, tapi faktanya mereka punya banyak andil bagi kehidupan sosial di dunia nyata. Bahkan, suara mereka ini nggak main-main lo, sekalinya satu suara bisa sambung menyambung dari satu negara ke negara lainnya. Sebut saja perkara kebijakan pemerintah Indonesia tentang omnibus law yang hingga saat ini masih ramai diperbincangkan, kasus video panas mirip artis tempo lalu yang akhirnya tertimbun dengan video K-Pop, atau saat kejadian kemanusiaan yang terjadi di Amerika beberapa waktu lalu terkait dengan kulit hitam. Tebak siapa yang paling getol memviralkan hal-hal tersebut? Ya, merekalah, para fandom! Kehadiran para warganet K-Popers ini menjadi kekuatan tersendiri untuk berbagai hal tertentu yang mungkin nggak pernah kita duga.

Menjadi seorang warganet K-Popers garis keras memang nggak akan pernah mudah, butuh nyali kuat, mental setebal baja, dan kebal nyinyiran. Itulah mengapa ngajakin ribut mereka sekali lagi adalah sebuah kesalahan. Satu saja kamu senggol, di belakangnya bakal ada ribuan lagi yang siap pasang badan. Ngeri banget, kan? Udah, paling bener mah mengkritik kebijakan pemerintah yang amburadul aja dari pada nyenggol warganet K-Popers. Panjang urusannya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE