Kata orang, cewek adalah makhluk Tuhan yang paling seksi sulit dimengerti. Tak jarang para cowok sering mengeluhkan pacarnya di saat-saat tertentu. Terkadang niat cowok maksudnya baik, eh tapi diterimanya jelek. Daripada jadi masalah berlarut-larut, ya sudah lah terima mengalah saja. Toh, cewek kan gak pernah salah.

Kasian juga ya jadi cowok kalau begini terus. Nah, Hipwee akan coba memberi tahu kepada kamu nih cowok-cowok. Jangan terus-menerus menyangka kalau wanita adalah makhluk yang terus-menerus menuntut pengertian pasangannya. Sesungguhnya ada banyak dilema dalam kehidupan cewek yang perlu kamu ketahui. Dilema itu bahkan sering bikin dia serba salah ketika berhadapan dengan banyak orang. Daripada berlama-lama, yuk simak poin-poin berikut!

1. Masa sebelum dan saat ‘datang bulan’ gak cuma bikin cewek sakit di badan. Kalian tahu persis ‘kan bagaimana emosi kami ikut berubah?

Sakitnya bikin mau guling-guling

Sakitnya bikin mau guling-guling via spatrendonline.hu

Advertisement

Kalau setiap bulan kalian kami marah-marahin, kami jutekin, kamu ngaku deh untuk minta maaf. Tapi asli deh masa PMS dan menstruasi itu tidak enak. Saat masa Pra-PMS, perut kami sudah mulai sakit. Emosi kami juga bisa berubah sendirinya tanpa kami tahu siapa yang mengontrol. Belum lagi saat ‘waktunya tiba’. Darah kotor selalu keluar. Kami harus sering bolak-balik ke kamar mandi kalau sedang diajak bepergian.

Kalau sampai “bocor”, kan kalian juga yang kena gak enaknya ketika sedang di area publik. Belum wajah kami bisa pucat, lemes, keram perut, bahkan sampai ada yang gak bisa jalan dan pingsan. Kalau kalian gak pengertian sama kami, gak heran kami bisa galak. Sakit beneran, bro!

2. Itu sih baru masa ngomongin masalah ‘Tamu Bulanan’ doang. Bayangkan saat kami hamil dan harus membawa bayi sampai 9 bulan! Kalau kami ngidam, kalian harus jadi suami siap siaga.

Ini gak mudah lo!

Ini gak mudah lo! via jammuvarsity.org

Membawa bayi selama sembilan bulan dalam perut juga bukan perkara mudah, lo! Selain perutnya yang berat, perjuangan merawatnya juga lebih berat. Kami harus menuruti kata-kata dokter untuk tidak melakukan aktivitas berlebih, padahal tadinya kami sangat dinamis di kehidupan sehari-hari. Makanannya juga sedikit dibatasi. Seakan tak cukup, pantangan mitos-mitos yang dilontarkan orang tua harus ditaati. Meski gak tahu kebenarannya, agak aneh mau melanggarnya karena sudah jadi kebiasaan keluarga dari dulu. Demi keselamatan anak, apa sih yang enggak? Belum saat hari persalinan tiba, kami harus berjuang mati-matian supaya bayi dan diri sendiri selamat. Kami harus tahan sakit supaya semuanya selamat.

Advertisement

Jadi kalau kami saat hamil ngidam, ayolah pahami kami! Daripada anaknya ngiler? Percayalah ada banyak alasan agar kalian tetap harus memahami kami saat hamil karena nyawa sang bayi harus diutamakan.

3. Niat kami sih ingin tampil menarik. Tapi masa tiap kali pakai baju terbuka sedikit, dilihatin orang dan dikomentarin negatif? Terus disalahkan pula!

Kami gak genit

Kami gak genit via images.asos-media.com

Salah sendiri, bajunya gitu!

Ya ampun, kebuka dikit aja. Dikit banget! Tapi orang di sekitar pada ngelihatin, terus komentar gak enak. Dibilang ganjen lah, pamer lah, umbar aurat lah, atau lebih parahnya dibilang nakal. Disalahkan pula kalau terjadi apa-apa sama kami, padahal yang berbuat jahat orang lain.

Padahal kami gak ada niat jadi ‘nakal’ seperti itu. Kami juga pikir-pikir kok kalau mau berbusana.

4. Kami beda sama cowok. Kami serba salah kalau naksir sama cowok. Kemudian kalau berhasil dekat, kan (hampir) gak mungkin kami nembak duluan!

Oh no!

Oh no! via ciricara.com

Kami cuma bisa memendam perasaan. Gimana ya? Masa cewek nembak cowok? Kan gak ada sejarahnya, begitu kata orang. Tapi kalau kami gengsi terus, kayak gregetan, kesel, persis kayak gunung berapi yang nahan ledakan. Tapi kalau cewek berani nembak dikatain kepedean atau agresif.

Makanya kamu buruan kasih kepastian dong. Jangan kasih harapan melulu!

5. Tiap cewek punya caranya masing-masing untuk nunjukkin rasa sayang. Tapi dasarnya orang demen komentar, sayang banget dibilang lebay.

Bukan niat pamer kok

Bukan niat pamer kok via www.dailygossip.org

Kami harus gimana lagi sih? Kalau mau menunjukkan rasa sayang banget, orang-orang di sekitar selalu bilang kami berlebihan alias lebay. Ya maaf, kami gak ada maksud pamer kemesraan di hadapan kalian. Tapi kalau kami biasa aja, malah dibilangnya cuek dan gak peduli sama pasangan. Hmm… Minta diapain sih itu orang-orang?

6. Kalo kami lagi jalan (sendirian atau rame-rame), kami sebel banget sama cowok-cowok yang lihatin kami sampai gak berkedip. Apa sih maksud kalian suit-suit gak jelas?

Suit suit

Suit suit via media.virginradio.fr

Suit… suit.. hai… Mau kemana?

Norak banget gak sih? Kami pakai baju seksi aja enggak, apa coba yang mau digodain dari kami? Apa karena kami sedang nampak sendiri lalu mereka melihat kami sebagai makhluk yang lemah dan bisa direndahkan begitu saja?

7. Bahkan godaan semacam itu juga menghampiri kami-kami yang berhijab.

Udah tertutup nih

Udah tertutup nih via static1.squarespace.com

Assalamualaikum.

Berpenampilan tertutup ternyata bukan jaminan bebas dari suit-suitan (catcalls) para cowok iseng dan tak dikenal. Kami yang berhijab pernah ada yang punya pengalaman demikian. Berkedok memberi salam, tapi kami sebenarnya tahu niat mereka cuma pengen godain doang.

8. Kalau kami memang sukses dan cantik, apa salahnya? Kok ada yang sampai bilang kami cuma bermodal tampang?

Cantik gak selalu modal tampang

Cantik gak selalu modal tampang via lampost.co

Setahu kami, semua cewek dilahirkan cantik. Itu wajar dan alamiah bukan? Tapi kalau sampai ada yang bilang beberapa dari kami berhasil cuma gara-gara bermodal tampang, itu sesungguhnya menyakitkan. Kalau keberhasilan kami terkesan mudah, itu pun ada perjuangan dan syaratnya masing-masing. Dan kalau memang kami berhasil karena faktor tampang cantik kami, memangnya salah? Itu kan hanya faktor keberuntungan dan cuma Tuhan yang bisa mengaturnya.

Giliran kami kelihatan jelek atau lusuh saja, kami dibilang ceroboh dan tidak pandai merawat diri. Hmmm…

9. Masalah tren juga bikin dilema. Kalau ga ikutan style terkini, dibilang “Ke mana aja lu?” Kalau peduli fashion, dibilang latah.

Dibilang kuno

Dibilang kuno via i1.ytimg.com

Kami paham kok segi positif dan negatifnya tren, apalagi fashion terkini. Positifnya, kami bisa mengaktualisasikan diri kalau sudah mengikutinya. Tapi negatifnya, tren tidak akan habis kalau manusia mau terus mengikuti. Uang kami pun akan terkuras habis jika tren diikuti.

Kami paham itu kok, apalagi kalau tanggal tua sudah datang.

10. Kami suka serba salah kalau mau diet. “Kamu udah kurus, ngapain kamu diet?” kata mereka-mereka yang suka komentar.

Tembem nih

Tembem nih via www.elmarada.org

Cewek-cewek emang rawan sama yang namanya gendut atau chubby. Oleh karenanya, gak jarang banyak cewek yang mau diet karena keinginan bertubuh langsing bak Barbie. Tapi kami juga sering merasa sebal kalau ada orang yang bertanya,

“Untuk apa diet? Kamu kan gak gemuk?”

“Gak bersyukur amat, sih! Badan udah kurus, mau diet? Tar jadi lidi, tau rasa!”

“Ngapain diet? Tar juga gagal!”

Asal kalian tahu saja, kami tahu kondisi fisik kami masing-masing. Gak selamanya pula diet itu untuk menurunkan berat badan kok. Ada diet yang digunakan untuk kesehatan sehari-hari, pantangan dari dokter, atau mengatasi penyakit tertentu.

10. Kami dibilang takut item, sehingga malas keluar rumah. Kesannya manja ya, padahal…

Anti item

Anti item via www.anazahra.com

Kami enggan keluar rumah karena malas (mungkin takut digodain gak jelas) bukan karena takut item!

11. Kalau kami baik sama cowok yang baru dikenal, disangkanya genit. Kalau kami cuek? Dikatain sombong!

Bisa saya bantu?

Bisa saya bantu? via www.contextotucuman.com

Lebih parah lagi buat cewek yang jomblo: dibilang jual mahal!

12. Kalau datang ke restoran yang menjual bir, dikira kami mabok-mabokan atau cewek gak bener. Padahal ke sana cuma buat makan doang, kok.

Suer, cuma makan!

Suer, cuma makan! via srqkitchens.com

Perasaan gak cuma jual bir, deh! Kami kan juga lapar…

13. Kalau kami merasa sakit hati, tak ada cara selain harus menahan sedih. Kalau ditunjukin, kami dikira, cengeng, kekanakan atau gak dewasa.

Sabar, jangan sampe kelihatan

Sabar, jangan sampe kelihatan via asset-f.soup.io

Sebagaimana telah disebutkan di atas, bila kami menyukai cowok, kami gak mungkin nembak duluan ke mereka. Hal serupa berlaku pula bila kami disakiti. Entah apa alasannya, kami juga gak membalas langsung bila disakiti. Mungkin kami memang makhluk yang lemah. Hanya bisa sedih dan sembunyi di bawah rasa sakit.

Oleh karena itu, bila kamu adalah cowok-cowok berhati mulia dan baik, hargailah kami. Mengertilah kami sedikit. Kalian sudah tahu kan sekarang bagaimana dilema-dilema yang kami rasakan? Mulai dari hal kecil hingga hal yang besar!

Asal tahu aja, mungkin cewek adalah makhluk lemah. Tapi karena semangat kesetaraan, kami bisa bangkit dan jadi seseorang yang sukses.

Kami gak kalah kuat sama kalian

Kami gak kalah kuat sama kalian via www.laraza.com

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya