Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa peran media sosial sekarang nggak hanya sebagai media informasi  atau komunikasi, semakin kesini fungsi itu kian bergeser, berkembang menjadi media aktualisasi diri. Sebagai bukti, para pengguna media sosial seringkali membagi aktivitas keseharian mereka. Mulai dari bangun tidur sampai sesaat sebelum tidur, mulai dari kuliah, makan siang, hangout bareng teman-teman, olahraga, dan sebagainya; semuanya nggak luput terabadikan dan tersiarkan.

Nggak bisa dimungkiri lagi bahwa ajang pamer aktualisasi diri tersebut sangat dipengaruhi oleh fitur yang disediakan oleh media sosial sendiri. Saat ini, fitur ‘Stories’ menjadi tren yang paling digemari di kalangan pengguna media sosial. Selain Snapchat sebagai aplikasi pertama yang menghadirkan fitur ini, ada juga Instagram, Facebook, dan WhatsApp yang punya fitur serupa. Seakan nggak mau kalah dengan kompetitornya, perusahaan teknologi, Google, turut serta ‘meramaikan’ dengan mengadopsi fitur tersebut di dalam platform berbagi video miliknya, YouTube.

Bocoran fitur baru yang segera dikeluarkan Youtube. Kira-kira seperti apa, ya?

Fitur baru Youtube via www.cnnindonesia.com

Dilansir via TechCrunch, YouTube sedang menguji fitur yang disebut ‘Reels’. Konsep dari fitur Reels hampir menyerupai dengan fitur ‘Stories’ yang sudah diperkenalkan terlebih dahulu oleh Snapchat dan aplikasi lain yang telah disebutkan di atas. Namun dalam Reels letak fitur nggak berada di bagian paling atas aplikasi—seperti Instagram—melainkan hadir pada kolom khusus pada laman akun pengguna dalam saluran pembuat konten ini.

Advertisement

Karena letaknya yang khusus ini, para pengguna YouTube mendapat kebebasan untuk memilih akan menonton video Reels atau nggak. Jika pengguna sering mengakses Reels, YouTube akan memunculkan rekomendasi video Reels langsung pada beranda pengguna. Nantinya video Reels dapat tetap diakses 24 jam setelah diunggah dan dimasukkan tautan video lain yang berdurasi lebih panjang. Dan yang paling penting ialah pengguna juga dapat menambahkan musik, filter, gambar, hingga sticker.

Apa motif YouTube menambahkan fitur serupa Stories? Begini penjelasannya

Masih dinukil berdasarkan laman yang sama, saat mengumumkan fitur baru ini pekan lalu (29/11), alasan  YouTube untuk menghadirkan fitur ini adalah untuk menjawab permintaan pengguna yang menginginkan cara mengakses berbagi konten tanpa harus mengunduh video secara penuh. Selain itu, Roy Livne selaku senior manajer produk YouTube menjelaskan bahwa ia berharap Reels mampu memudahkan pengguna untuk berinteraksi dan berekspresi dengan fitur baru ini.

Advertisement

“Kami selalu ingin memudahkan kreator Youtube untuk mengekspresikan diri mereka sekaligus berinteraksi dengan penggemarnya,”

Selain, video nggak akan hilang setelah 24 jam atau nggak ada batasan waktu untuk menyimak video yang sudah diunggah, YouTube akan membiarkan pengguna memiliki beberapa video Reels dengan masing-masing kumpulan video tersendiri. Inilah letak beda antara Reels dan Stories yang ada di Instagram dan Snapchat.

Ada beberapa tahap untuk membuat Reels dengan mudah, mulanya kamu bisa mengambil satu atau lebih video secara singkat dengan durasi hingga 30 detik. Setelah itu, kamu bisa merapikannya dengan campuran filter atau dengan menambahkan musik dan teks.

Fitur ini ditujukan untuk memudahkan interaksi antara pembuat video dan penonton. Semakin memudahkan namun perlu dibatasi penggunaannya

Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat via www.detikguru.com

“Kami juga membawa fitur yang berfokus pada kreator konten seperti menghubungkannya dengan video YouTube dan sticker YouTube,” – Roy Livne

Kedatangan Reels ini tentu semakin memudahkan pengguna atau pembuat video untuk melibatkan basis penggemar mereka. Sebelumnya tahun lalu YouTube telah merilis Community yang memungkinkan konten kreator membuat berbagai fitur, seperti GIF, pemungutan suara, teks, foto dan sebagainya. Penonton juga dapat berinteraksi karena dapat memberi like serta komentar pada video Community. Dengan adanya fitur Reels ini, tentu semakin menambah kemudahan interaksi antara pembuat video dan penonton.

Fitur baru dari YouTube ini menggenapi media sosial lainnya yang sudah terlebih dahulu menyediakan akses untuk memudahkan kita beraktualisasi diri. Namun apabila dicermati, semakin beragamnya fitur media sosial membuat kita semakin nggak bisa lepas dari dunia maya. Boleh jadi ini baik, apabila kita gunakan dengan porsi dan fungsi yang pas, misalnya memanfaatkan media sosial untuk meraup keuntungan (bisnis online, vlog, dan lain-lain). Namun ini bisa menjadi buruk jika waktu dan perhatian kita terus terfokus untuk membangun citra diri di dunia ‘maya’ dengan mengorbankan kehidupan kita di dunia ‘nyata’, misalnya sedikit-sedikit update sesuatu yang nggak penting sedangkan hal lain yang prioritas menjadi terbengkalai.

Jadi, akankah Stories dalam YouTube ini akan semenarik Instagram, Snapchat, bahkan Facebook? Kita tunggu saja!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya