Setelah sekian lama jadian, ketika api asmara kalian gak sepanas dulu lagi kamu punya tantangan untuk melihat apakah hubungan yang kamu jalani bersama dia punya masa depan atau tidak. Apakah ini hanya keseruan sesaat atau hubungan ini punya potensi untuk langgeng dan berakhir di pelaminan.

Terlepas dari pengetahuanmu akan dirinya dan betapa seringnya kamu mendengar kata-kata “Kamu cocok sama dia…” oleh teman-teman, kamu gak boleh jumawa dan terlalu yakin bahwa gak ada yang bisa membuat kalian berpisah. Sebenarnya ada tanda-tanda kalau hubunganmu jalan di tempat dan gak punya potensi buat langgeng. Stagnannya hubungan yang sedang dijalani bisa kamu lihat dari:

1. Dia selalu mengelak ketika kamu membahas perihal yang menyangkut masa depan

Defensif

Defensif via imgkid.com

Advertisement

Pasanganmu selalu dalam mode defensif ketika kamu mulai membicarakan soal masa depan, padahal yang kamu ajukan cuma berupa pertanyaan bukan ajakan untuk nikah hari itu juga.

Pertanyaan semacam “Kapan aku bisa ketemu orang tua kamu?” atau “Umur berapa menurutmu kamu akan nikah?” selalu dijawab sambil mengelak, bahkan gak jarang berujung pada pertengkaran. Kamu gak pernah bisa menarik kesimpulan dari jawaban yang ia beri karena “Nantilah…” atau “Bisa gak kita omongin hal lain dulu?” memang gak punya makna yang jelas.

2. Keluarga kalian terlalu ikut campur dalam hubungan, sampai-sampai membuat kamu dan pasanganmu nggak nyaman

Didikte keluarga

Didikte keluarga via www.stonerdays.com

Pada banyak kasus salah satu penyebab tak adanya masa depan hubungan seringkali justru datang dari pihak keluarga. Kamu dan pasangan masih belum bisa membuat keputusan untuk diri sendiri, masih terlalu didikte oleh keinginan orang tua. Keluarganya juga masih memiliki pandangan buruk terhadap hubungan yang kalian jalani, lebih buruk lagi kalau keluarganya gak pernah suka sama kamu.

Advertisement

Hal ini bisa diperparah oleh lemahnya pendirian pasangan kamu yang membolehkan keluarganya untuk mengambil keputusan atas hubungan kalian berdua. Seolah-olah yang pacaran itu adalah orang tuanya. Kamu emang butuh restu orang tua untuk menikah, namun kamu sendiri yang paling tahu kamu harus menikah dengan siapa.

3. Kamu udah kehilangan “sensasi” yang dulu pernah menyatukan kalian

Hilang sensasi

Hilang sensasi via lockerdome.com

Harapan untuk memiliki masa depan yang indah untuk hubungan ini bisa dibilang sirna segera setelah kamu kehilangan rasa cinta yang dulu bikin kalian bersatu. Ya, kalian masih saling menyayangi dan ketemuan tiap hari, tapi gak ada lagi terasa “sensasi”-nya. Sensasi yang tercipta akibat perpaduan antara bahagia dan penasaran saat kamu mau ketemu dia dulu. Tapi yang terjadi sekarang kalian saling menekan dan memancing temperamen masing-masing.

Somehow, kamu suka sekali saat mendapati pasanganmu punya kegiatan lain tanpa sepengetahuan kamu.  Kamu merasa senang sambil berkata, “Baguslah, aku ‘kan bisa bersantai kalau gak ada dia…” Tapi bukankah itu letak masalahnya: kamu gak nyaman saat bersama dia dan ada kemungkinan yang sama kalau dia juga gak nyaman kalau ada kamu. Jika perasaan ini yang kamu rasakan, mungkin hubungan kalian emang gak ada peluang di masa depan.

4. Peristiwa bahagia yang mestinya bisa dirayakan bersama malah bikin suasana canggung

Gak paham sama ide pernikahan

Gak paham sama ide pernikahan via www.cadenceandeli.com

Pesta pernikahan, pertunangan atau cukuran bayi yang diselenggarakan oelh kerabat dan keluarga malah bikin pasanganmu canggung. Terlebih jika si empunya acara berasal dari lingkaran yang sama-sama kalian kenal, seperti pernikahan teman karib kamu. Ketika menerima undangan pernikahan atau membacanya via Facebook komentar yang kamu dengar, “Ngapain sih orang-orang pada nikah beberapa bulan terakhir?” Dia nampaknya takut kamu akan menuntut hal yang sama terjadi dalam hubungan kalian.

Kamu juga kesulitan ketika harus menyeretnya ke acara semacam itu dan gak jarang kamu harus pergi kondangan sendirian. Walaupun ini sebenarnya biasa aja, tapi kamu harus mulai berpikir: “Kalau sekarang saja pasangan gak bisa diajak berbaur dengan orang-orang terdekat, apa yang bisa diharapkan untuk masa depan nanti?”

5. Kamu begitu suportif kepadanya, sementara dia tidak sama sekali

csc

Bukan pendengar yang baik via howdoidate.com

Kamu selalu mendengarkan apa yang ia sampaikan, baik itu keluhannya maupun kabar baik soal prestasinya. Kamu begitu suportif ketika dia melakukan hal yang baik maupun ketika tertimpa kemalangan namun kita kamu yang mendapat masalah, kamu gak mendapat perhatian yang sepantasnya.

Ketika kamu mengharapkan dukungan atau sekedar bahu untuk bersandar sejenak dari masalah, kamu diminta untuk, “Terima aja, telan aja bulat-bulat” atau semacam “Kalau kamu capek kerja, berhenti aja…” tanpa menawarkan sedikit pun solusi untuk membantu meringankan masalah yang kamu hadapi. Kamu merasa sendirian dalam menjalani hubungan ini. Dan jika kamu mulai menyadari kalau kamu lebih sering sakit daripada bahagia dalam hubungan ini, buat apa menunggu demi masa depan yang kian tak pasti?

6. Kamu gak dilibatkan ketika dia membuat rencana masa depan

Bukan bahan pertimbangan

Bukan bahan pertimbangan via wallpaperstone.blogspot.com

Pada akhirnya, ia akan memikirkan untuk punya masa depan yang baik namun sayangnya kamu gak pernah dilibatkan dalam rencananya. Dia berencana untuk pindah keluar kota buat kerja atau ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan, misalnya tetapi sedihnya kamu gak masuk dalam pertimbangannya sedikit pun.

Jangankan buat mengajakmu turut serta, dia bahkan sama sekali gak berusaha untuk menanyakan pendapatmu soal rencana yang ia buat. Sambutannya dingin ketika kamu mencoba menyertakan dirimu ke dalam rencananya, atau setidaknya masuk ke dalam pertimbangannya.

7. Kelakuannya gak sejalan dengan prinsip yang kamu pegang

Kelakuan yang gak bisa dikompromi

Kelakuan yang gak bisa dikompromi via splatter.com

Pada awalnya kamu rela mengkompromikan kebiasaan buruknya, menganggapnya sekumpulan hal remeh yang gak boleh menghalangi jalinan asamara antara kalian, serta sambil berharap kebiasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Namun setelah sekian lama bersama, kebiasaannya untuk merokok gak hilang-hilang. Sesuatu yang dulu kamu anggap remeh, kini makin annoying di matamu.

Atau kebiasaannya keluyuran malam-malam, nongkrong sampai pagi dan main kebut-kebutan liar yang mungkin gak sesuai dengan prinsipmu dalam menjalani hidup. Kamu membayangkan apa jadinya ketika kelakuan ini terus berlanjut bila kalian tinggal serumah nanti. Apa kamu sanggup ditinggal sendirian semalaman sementara dia nongkrong sama teman-temannya di kafe langganan?

 8. Ketika berjumpa, kalian justru sering kehilangan bahan bicara

Deafening silence

Deafening silence via www.dnaindia.com

Kamu sendiri bisa melihat sepasang kekasih yang sedang mabuk cinta, mereka saling memuji, menggoda dan menikmati kehadiran satu sama lain. Tapi itu gak terjadi ketika kalian bersama. Sebenarnya banyak yang ingin kamu sampaikan, begitu pula dengannya. Namun ketika berjumpa, apa yang tadi udah disiapkan terasa gak penting. “Buat apa juga dibicarakan?” begitu yang kalian pikir. Jadi ketika kalian duduk bersama gak ada yang berniat membuka suara. Dua-duanya membisu, karena “sensasi” yang tadinya ada sudah hilang. Yang ada tinggal kesunyian yang memekakkan telinga.

9. Kalian sama-sama enggan mengalokasikan waktu untuk memupuk cinta

Gak ada waktu buat cinta

Gak ada waktu buat cinta via splatter.com

Kalau biasanya pasangan selalu ingin berjumpa dan berduaan setiap saat (tiap hari kalau perlu), namun kalian malah menyatakan gak masalah jika berhari-hari tanpa tatap muka. Meskipun kalian berada di kota yang sama, kalian juga gak menyempatkan waktu untuk bertukar kabar atau bermesraan melalui SMS atau telepon. Lebih menyakitkan jika hanya satu diantara kalian yang berusaha mengalokasikan waktu untuk pasangan, sementara satunya gak ada niat sama sekali.

Kamu membuat rencana ketemuan, dia selalu gak sempat. Kamu selalu memulai untuk SMS atau menelepon karena dia gak akan menghubungi kamu dulua. Ketika hubungan kalian jalan di tempat seperti ini, mungkin ini merupakan salah satu pertanda kalau kalian gak punya masa depan bersama.

10. Dan ketika kamu gak sanggup lagi berkompromi saat itulah kamu sadar kalau kalian gak punya masa depan

No future

No future via www.wewomen.com

Pada akhirnya kamu sadar kalau kaian gak pernah berada pada pemahaman yang sama. Kalian gak pernah sepakat dalam hal berencana ketemu orang tua masing-masing, kapan usia ideal buat menikah dan lain-lain. Perilaku yang tadinya masih bisa dikompromi sekarang gak bisa dipandang sebelah mata lagi karena gak pernah sesuai dengan prinsip yang kamu pegang.

Dan ketika kamu gak sanggup lagi berkompromi seketika itulah kamu sadar bahwa kalian gak punya masa depan untuk bersama.

Bagaimana dengan hubungan yang kamu jalani saat ini? Apakah masa depanmu bersamanya sudah memiliki titik terang yang jelas?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya