Overthinking atau kebanyakan mikir sering digolongkan sebagai kebiasaan yang buruk. Akibatnya, berbagai julukan yang sifatnya negatif pun begitu lekat dengan mereka yang punya kebiasaan ini. Dianggap terlalu banyak pertimbangan, rumit, parno, lebay, nggak punya selera humor, hingga tidak bisa menikmati hidup.

Lantaran berbagai anggapan negatif tersebut, banyak orang setuju bahwa para overthinker bukanlah pilihan yang tepat untuk dijadikan pasangan. Tapi, tunggu! Sebelum mencoret nama mereka dari daftar pasangan idaman, sebaiknya simak dulu kelebihan-kelebihan yang dimiliki para overthinker berikut ini!

1. Bagi para overthinker, jatuh cinta itu tidak instan. Mereka butuh waktu berpikir sebelum mantap menyatakan perasaan

berpikir sebelum menyatakan perasaan via loveizlyf.blogspot.com

Para overthinker adalah orang-orang yang unik, termasuk ketika bicara soal perasaan dan isi hatinya. Jika jatuh cinta membuat kebanyakan orang ingin buru-buru menyatakan perasaan, overthinker justru lebih suka berlama-lama menikmati perasaannya dalam diam.

Mereka juga bukan pribadi yang ringan menunjukkan rasa sukanya pada seseorang. Alih-alih mengirim bunga atau hadiah, dia lebih suka menulis puisi atau surat cinta di blog pribadinya. Yang pasti, mereka percaya bahwa hubungan cinta tidak bisa dijalani dengan instan. Sebelum mantap menyatakan perasaan, dia akan membiarkanmu berlama-lama menguasai ruang pikirannya.

2. Cinta memang bukan perhitungan untung-rugi. Namun, mempertimbangkan kelebihan-kekurangan yang kamu miliki adalah cara terbaik untuk membuatnya yakin dalam hati.

Advertisement

menimbang kekurangan dan kelebihan pasangan via imgarcade.com

Overthinker itu memang rumit, kebanyakan mikir, dan terlalu banyak pertimbangan. Tapi gak ada salahnya ‘kan jika tujuannya demi memantapkan hati? Para overthinker mengerti bahwa memilih pasangan tidak bisa dilakukan dengan gegabah atau tanpa perhitungan.

Ketika menyadari perasaannya padamu, dia akan meyakinkan hati dengan cara menimbang kelebihan dan kekurangan yang kamu miliki. Apakah kepintaranmu diimbangi dengan sikap rendah hati, atau kamu justru sering bersikap sombong? Apakah kamu punya hubungan yang baik dengan keluarga, atau malah terlalu cuek dan sibuk dengan diri sendiri?

3. Dia yang punya kebiasaan overthinking tidak akan mencintai dengan buta. Baik dan buruk akan dipikirkan sebelum menjejaki hubungan yang selanjutnya

tidak mencintai dengan buta via favim.com

Hubungan cinta tidak sesederhana dua orang saling suka lalu saling menyatakan perasaan dan jadian. Selain banyak hal yang harus dipertimbangkan, ada orang-orang yang juga akan terlibat dalam hubungan kalian. Teman-teman dan keluarga misalnya, pendapat dan perasaan mereka pun harus diperhitungkan.

Apakah hubungan denganmu mendapat restu keluarga? Apakah teman-teman akan setuju? Akankah orang-orang disekitar akan ikut bahagia jika kalian memutuskan untuk bersama? Sebelum mengambil keputusan, seorang overthinker akan berusaha melihat dari berbagai sisi. Dia tidak akan membiarkan perasaan menguasai dirinya. Logika justru dijadikan sebagai penyeimbang agar keputusan tidak diambil dengan “buta”.

4. Kencan denganmu bukanlah perkara sederhana. Dia akan sibuk memilih baju hingga minyak wangi yang akan dikenakan agar penampilannya sempurna

selalu ingin terlihat sempurna via favim.com

 – Pakai baju yang paling keren.

– Celana yang paling pas di kaki.

– Pilih sepatu warna senada.

– Rambut di sisir belah pinggir.

– Make-up minimalis.

– Pakai minyak wangi andalan.

Nah, dia yang overthinker cenderung memperhatikan detail, termasuk saat akan kencan atau sekadar bertemu denganmu. Meskipun harus menghabiskan waktu berjam-jam, dia pun tidak keberatan karena ingin tampil sempurna di depanmu.

Namun, persiapan maksimal sebelum kencan bukan semata-mata demi terlihat sempurna. Lebih daripada itu, apa yang dia lakukan adalah caranya menghargaimu sebagai pasangan. Selain itu, dia pun menghargai momen kebersamaan kalian dan berharap kencan yang tidak terlupakan.

5. Soal perhatian tidak perlu lagi diragukan. Overthinker itu akan sangat peka dan perasa pada pasangan

dia perhatian dan peka via vh-funfunfun.blogspot.com

Soal perhatian, pasanganmu yang overthinking jelas tidak perlu diragukan. Bagi dia, kamu dan segala hal tentangmu akan memenuhi isi kepalanya. Dia tidak segan untuk rajin-rajin mengirim SMS sekadar menanyakan apa yang sedang kamu lakukan atau apakah kamu sudah makan.

Selain perhatian, dia yang overthinking cenderung peka dan perasa. Dia terbiasa memikirkan dampak perbuatannya pada orang lain, apalagi pada kamu yang jadi pasangannya. Saat berselisih paham denganmu, dia akan berusaha menahan diri lantaran takut jika nada bicara yang tinggi akan membuatmu tersingguh atau sakit hati.

6. Dia paham betapa sulitnya menebak-nebak kode dari pasangan. Bagi dia, lebih baik jika bicara dengan lugas tanpa ada yang disembunyikan

hubungan tanpa kode-kodean via clubeforoni.com.br

“Mau makan apa, Sayang?”

“Terserah!”

“Lho, emang kamu sukanya makan apa?”

“Menurut kamu?”

“Aku gak tahu makanan kesukaan kamu. Makanya aku nanya.”

“Pikir aja sendiri!”

Para overthinker lebih suka jika pasangannya bicara dengan bahasa yang lugas. Menurut mereka, bahasa yang syarat kode-kodean justru membuat mereka sibuk berpikir demi menerjemahkan maknanya. Tahu betapa sulitnya menerjemahkan kode-kode dalam hubungan, dia yang overthinking justru akan berusaha menyampaikan inginnya dengan jelas dan lugas pada pasangan.

7. Hubungan kalian sudah pasti lebih dewasa karena setiap masalah atau selisih paham akan diselesaikan dengan bicara

selesaikan masalah dengan bicara via www.tumblr.com

Komunikasi jadi modal utama dalam menjalin hubungan. Selama kamu dan pasangan bisa menjaga komunikasi dengan baik, hubungan yang dijalani pun pasti akan bertahan lama. Jujur menyampaikan perasaan dan menyelesaikan masalah dengan bicara adalah dua cara yang paling ampuh.

Pada dasarnya, orang yang overthinking memang suka menganalisa masalah. Mereka pun tidak bisa tenang jika masalah yang mengganjal belum diselesaikan. Ketika punya masalah dalam hubungan, dia yang overthinking punya inisiatif untuk mengajakmu bicara. Bagi dia, menuntaskan masalah yang mengganggu pikiran lebih baik daripada membiarkannya berlarut-larut.

8. Bersama dia, tak ada waktu yang terbuang sia-sia. Sekadar mengobrol bersama membuat pikiranmu makin terasah dan “kaya”

kalian semakin “kaya” via www.huffingtonpost.com

Gemar berpikir membuat para overthinker punya wawasan yang luas. Pasalnya, kebiasaan memikirkan sesuatu dalam-dalam menjadikan mereka punya ketertarikan untuk belajar banyak hal. Misalnya nih, potongan lirik lagu lama bisa membuat dia penasaran berhari-hari ketika tidak bisa menebak nama penyanyi dan judul lagunya. Akhirnya, dia pun akan rela googling demi menemukan jawabannya.

Hal ini bisa dilihat sebagai sebuah kelebihan para overthinker. Wawasan mereka bisa terus bertambah lantaran rasa penasaran atau kebiasaan memikirkan banyak hal. Selain itu, sering mengobrol dengan dia membuat pikiranmu terus terasah. Ketika membahas tentang isu politik atau sekadar gosip selebritis di televisi, kamu akan berusaha merangsang kemampuan berpikirmu demi mengimbangi dirinya.

9. Overthinker bukan penganut paham “punya pacar berarti kemana-mana harus berdua”. Dia bisa nyaman sendiri karena ada dunia yang riuh dalam kepalanya

dia nyaman sendirian via pixgood.com

Seorang overthinker seringkali sibuk dengan dunianya sendiri. Yup, dunia yang dia ciptakan di dalam kepalanya sendiri. Dia bisa jadi sibuk berpikir tentang kelaparan di sudut-sudut kota di Indonesia, asal-usul ayam dan telur, hingga tujuan manusia diciptakan di dunia. Lantaran isi kepalanya yang sudah begitu “riuh”, para overthinker seringkali menghindari keramaian dan lebih menikmati waktu untuk sendirian.

Kebiasaan menikmati waktu sendirian membuat mereka tidak tergantung pada pasangan. Bagi mereka, pacaran bukan berarti kemana-mana harus berdua atau melakukan segala hal bersama. Ada kalanya kesempatan sendiri sambil menghabiskan waktu untuk berpikir jadi hal yang paling mereka inginkan.

10. Kebiasaan mengoreksi diri sendiri menjadikan dia bertumbuh jadi pribadi yang lebih baik setiap hari

terbiasa instrospeksi diri via favim.com

Kebayakan overthinker cenderung perfeksionis. Mereka selalu punya keinginan untuk melakukan yang terbaik atau menjadi yang terbaik. Bagi mereka, kesalahan atau kegagalan akan terasa sangat sulit diterima. Akibatnya, mereka akan berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.

Keinginan untuk menjadi yang terbaik membuat para overthinker terbiasa mengoreksi diri sendiri. Mereka sibuk menilai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Setelahnya, mereka akan berusaha memacu diri untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut.

11. Punya pasangan bukan sekadar bersenang-senang, hubungan kalian harus punya tujuan dan cita-cita di masa depan

hubungan harus punya masa depan via www.paulunderhill.com

Sebelum memulai sebuah hubungan, seorang overthinker pasti sudah memikirkan banyak hal. Apakah hubungan yang dijalani akan berjalan mulus? Akankah punya masa depan atau bisa berlanjut ke pelaminan? Apa kemungkinan putus di tengah jalan justru lebih besar?

Overthinker adalah pribadi yang serius sehingga hubungan cinta tidak akan dijalani jika hanya untuk bersenang-senang. Selain itu, sebuah hubungan tidak layak jika hanya dilakoni dengan seadanya karena harus ada visi dan misi yang jelas di baliknya.

12. Proses berpikir yang panjang sudah dia lewati, mantap memilihmu berarti siap menjaga komitmen yang sudah disepakati

menjaga komitmen via www.hdwallpapersos.com

Ada proses panjang yang dia lewati sebelum mantap menjalin hubungan denganmu. Seperti sudah dibahas di poin sebelumnya, seorang overthinker punya banyak pertimbangan sebelum akhirnya memutuskan untuk pacaran.

Jika akhirnya memilih berdampingan denganmu, dia tidak akan membiarkan usahanya tersebut terbuang sia-sia. Dia akan berusaha menjaga hubungan kalian tetap baik-baik saja. Salah satu yang jadi pegangan adalah komitmen yang sudah kalian sepakati bersama.

13. Sebelum memulai hubungan, mereka siap dengan segala kemungkinan. Meskipun harus putus di tengah jalan, dia akan menerima kenyataan dengan lapang

selalu ada berbagai kemungkinan via blog.twobrightlights.com

Salah satu keunikan overthinker adalah kebiasaan mereka memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Jika kaitannya dengan hubungan cinta, hampir pasti mereka pernah membayangkan hal-hal buruk yang bahkan belum tentu terjadi. Pasangan selingkuh, minta putus tanpa sebab, atau jenuh menjalani hubungan misalnya.

Meskipun ada sisi negatif dari kebiasaan ini, tapi sisi positifnya pun tidak bisa diabaikan. Bayangan tentang kegagalan hubungan di masa depan justru menjadikan para overthinker sebagai pribadi yang tangguh. Sebelum memulai hubungan, mereka pun sudah siap dengan kemungkinan disakiti atau patah hati.

Nah, gimana? Apakah kamu masih ragu berdampingan dengan seorang overthinker? Selama mampu mengendalikan, kebiasaan overthinking sebenarnya bisa jadi kelebihan dan bukannya kekurangan kok!