Jatuh cinta kadang seperti proses melihat air terjun. Satu menit pertama dia sangat mengejutkan. Banyak gerakan dan percik yang menciptakan keriaan. Namun menit-menit setelahnya terasa tidak lagi begitu mendebarkan. Karena perlahan semua sudah diprediksikan.

Saat hati sedang hangat-hangatnya kadang pertanyaan sederhana macam,

“Dia memang pantas gak ya?”

“Benarkah keputusanku untuk membuka hati untuknya?

muncul di kepala. Yeah, perasaan memang tidak bisa begitu saja dibaca. Dia bukan novel kacangan yang dengan gampang bisa ditebak plot-nya. Tapi sebenarnya hati bukan titik blank 75. Selalu ada tanda yang membuatmu percaya: bahwa padanya, langkahmu memang sudah layak dihentikan. Dia, bisa jadi jawaban seluruh pertanyaan.

1. Orang ini tidak pernah menuntutmu berubah. Dia mencintai tawamu yang terdengar sedikit pecah, memelukmu saat sedang marah

Advertisement

Dia mencintai tawamu yang sedikit pecah. Atau saat kamu sedang marah via bridalmusings.com

Apa yang lebih indah dari perasaan diterima sepenuhnya? Dicintai tanpa pretensi, punya seseorang yang merayakan keunikan dirimu sepenuh hati. Buatmu jelas ini bukan kali pertama kamu jatuh cinta. Sudah ada orang-orang lalu yang mengisi hatimu sebelumnya. Namun bersama orang yang tepat memenangkan hatimu akan ada perasaan berbeda.

Dia tidak pernah mengernyitkan alis waktu tahu kamu suka makan terong dan kobis yang sudah digoreng tepung sebelumnya. Dia juga tidak berkomentar panjang soal kebiasaanmu beraktivitas sambil membaca, yang membuatnya harus lebih sabar menunggumu saat bersantap bersama. Orang ini menerimamu apa adanya. Dia tetap memelukmu saat sedang jelek-jeleknya. Dia mencintaimu, apapun keadaannya.

2. Meletakkan kepala di dadanya membuatmu merasa pulang. Bersama orang ini kamu rela jadi tanah liat yang dibentuk ulang

Bersama orang ini kamu rela jadi tanh liat yang dibentuk ulang via bridalmusings.com

Tak perlu jauh-jauh mencari pintu yang mengantarkanmu kembali ke rumah. Bersamanya kata pulang selalu bisa didapat dari satu kali rebah. Nyamannya ruang paling familiar di hidupmu bisa kamu temukan di atas dadanya. Saat mendengarkan detak jantungnya yang berdegub tenang, di telingamu ini bahkan terdengar mesra.

Buatmu pulang berarti sederhana saja. Menemukan bahu dan dadanya selepas hari yang panjang sudah membuatmu merasa tenang. Menghirup wangi khas dari lekuk lehernya memunculkan rasa waras yang hampir hilang setelah dihajar kesibukan sebagai orang dewasa. Bersamanya, ‘rumah’ berganti jadi orang. Bukan tempat atau alamat tujuan.

Untuknya, kamu tak keberatan dilumat untuk dibentuk ulang. Pada jari-jari tangannya kamu menyerahkan diri. Entah kenapa pelontar ke nirwana selalu tak jauh-jauh dari sini.

3. Berbicara atau melihat matanya membuatmu menemukan tujuan baru. Hidup yang absurd akan lebih waras saat kalian bersatu

Hidup terlihat lebih waras saat kalian bersama via bridalmusings.com

Dia adalah partner in crime terbaikmu. Dia membukakan pintu-pintu baru yang selama ini belum kamu tahu. Sebut saja bagaimana dia membawamu ke gerobak martabak di pinggiran kota (yang sumpah enak sekali, dan murah!) dan mengajakmu menikmati martabak sambil melihat lampu-lampu malam tanpa banyak bicara. Dia menawarkan kunci masuk ke dunianya. Ke hobinya. Yang membuatmu merasa diterima sebagai wanita.

Berbincang lama bersamanya, melihat matanya — memberimu tujuan baru dalam hidup yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya. Baru bersamanya kamu merasa nyaman berbincang tentang renovasi rumah yang akan dikonsep seperti apa, mengubah warna cat sesuai kompromi kalian berdua, sampai tentang hal sensitif seperti bagaimana jika pekerjaan kalian tak berjalan semulus yang dikira.

Hidup jelas akan tetap absurd. Himpitan pekerjaan bisa membuat keriaan sedikit meredup, bercinta pun tak lagi bisa membuat tensi turun.Tapi hanya bersamanya nampaknya kewarasan akan tetap terjaga. Hidup akan tetap punya arti jika dijalani bersama.

Dari 3 tanda ini, sudahkah ada yang kamu rasakan sepenuh hati? Apakah memang dia yang layak memenangkan hatimu dan membuatmu berhenti?