Teman bukan sekadar tempat curhat dan berbagi kebaikan, kadang di situ ada percikan-percikan kekesalan walau akhirnya baikan. Kata-kata yang sering keluar dalam pertemanan nggak jauh-jauh dari kata “baper”. Sering kali kata-kata itu keluar saat kamu merasa bersedih, saat sedang marah bahkan pas lagi seneng gara-gara jatuh cinta. Kadang juga mereka kebablasan, sering bilang kamu baperan giliran balik diserang malah marah. Kalau begini siapa yang baperan?

Ya, mereka kurang berkaca, mereka acap kali baper, terbawa perasaannya saat sedang merasakan momen tertentu. Lucunya, saat mereka sedang baper nggak pernah merasa kaau lagi baper. Kamu sebagai teman cuma bisa mengingatkan agar mereka kurangi ejekan baper, tapi dasar keras kepala jadi tiap kali kamu sedih atau lagi jatuh cinta malah dibuat goyonan. Ini nggak bisa dibiarkan, kata baper harusnya bisa dikurangi biar romantisme pertemanan yang penuh kekompakan tetap terjaga.

1. Mereka juga pernah nangis gara-gara diputus, kamu selalu ada saat mereka sedih. Kok giliran kamu malah dibully, nasib deh…

Mereka juga pernah senang nggak jelas saat jatuh cinta, sadar dong… via unsplash.com

Advertisement

Kamu sering sekali kesal karena perilaku teman-teman yang kadang terlalu jahat bagi seorang teman. Saat kesedihan melandamu karena hubunganmu hancur mereka bukannya menyediakan bahu untuk tangismu malah menyerangmu dengan skeptis, mereka bilang, “jangan baperan lah“. Padahal soal kesedihan ini hanya kamu yang merasakan sakitnya, mereka sebagai teman dengan perilaku seperti ini sama sekali tak ada niat membantu. Malah semakin dalam penderitaanmu ini. Sadar diri dong, katanya teman!

2. Kadang mereka memperlakukanmu seenaknya, niatnya sih guyonan. Tapi saat kamu mengeluaran gimik marah, eh dibilang baperan

Pengen marah tapi mereka pasti nggak terima. Atau malah bilang baper via unsplash.com

Kamu pernah melakukan kesalahan kepada temanmu dan dengan hati tulus kamu memohon maaf. Tetapi tiba gilirannya kamu merasa disakiti oleh perkataan dan perilaku teman, bukannya datang dan memohon maaf mereka malah menyalahkan kekesalanmu. Mereka anggap kamu baperan. Dengan segala penyesalan kamu hanya bisa marah, tapi marah juga malah menambah kemungkinan mereka bakal menyudutkanmu dengan perkataannya. Serba salah, ini derita malah mereka main-main saja.

3. Naksir sama cowok karena dia perhatian, bukannya didukung atau dinasehati, tapi malah dibilang “kamu aja kali yang terlalu baper….”

Lagi jatuh cinta malah dibull via unsplash.com

Jatuh cinta itu manusiawi banget, nggak ada yang bisa disalahkan ketika orang jatuh cinta, selama dalam batas dan koridor yang jelas. Tapi anehnya, masih saja temanmu menaruh kecurigaan saat kamu jatuh cinta. Saat kamu sedang jatuh cinta dan nggak tahu mesti berbuat apa karena saking senangnya, mereka malah datang dengan kata-kata “awas baper” berulang kali. Selain menyebalkan, mereka juga nggak pernah bercermin karena semua pernah jatuh cinta dan kamu nggak pernah mempermasalahkan mereka.

4. Sebenarnya mereka pun sering terlihat baper, tapi sayangnya mereka selalu mengelak, dan kadang justru marah nggak jelas

Mereka nggak mau mengakui bahwa mereka juga suka baper nggak jelas via unsplash.com

Advertisement

Kamu pernah terbawa perasaan oleh banyak hal mulai dari perilaku teman yang kurang ajar sampai momen jatuh cinta yang nggak bisa dijelaskan. Dan ternyata nggak cuma kamu, mereka teman-temanmu juga sering baper bedanya kamu dibilang baper terima saja, giliran mereka yang dibilang baper malah baper. Harusnya mereka mau mengakui kalau mereka itu sama-sama gampang baper, jadi jangan sering menyudutkan orang dulu deh, baper nggak apa-apa kok.

5. Kesal karena mereka sibuk sendiri, kamu malah bilang baperan. Giliran kamu jalan sama cowok, eh malah dibilang sombong

Kamu yang lagi pacaran tetep saja disalahkan via unsplash.com

Pernah teman-temanmu seperti nggak peduli lagi denganmu, kamu sebagai teman ingin menyampaikan hal ini, apesnya malah dibilang baper. Kamu malah disalahkan karena terlalu membesarkan masalah, padahal wajar saja kamu butuh perhatian karena kamu anggap teman adalah tempat untuk berkeluh kesah. Miris banget, saat tiba waktunya kamu pacaran dan asyik seru-seruan dengan pacar malah dibilang sombong. Kamu kadang menahan kekesalan ini, harusnya mereka paham.

Mau nggak mau kamu harus rajin ingatkan mereka biar menanggalkan istilah baper. Terbawa perasaan bukanlah hal buruk, yang buruk adalah ketika seseorang sedang terbawa perasaannya orang-orang di sekelilingnya malah memgeluarkan kata “baper” dengan niat mem-bully. Padahal manusia dan perasaannya adalah sebuah anugerah, jadi kalau memang seseorang sedang baper itu manusiawi banget.

Bedakan baper dengan emosi yang berlebihan, baper masih bisa ditoleransi, tapi kalau selalu emosional bisa saja seseorang itu jatuh dalam kesedihan dan kebahagiaan tanpa alasan logis. Apapun yang bisa bikin baper tetap harus disyukuri karena semua hal pasti ada baiknya, yang penting adalah cara mengolahnya. Teman-temanmu harus lebih paham hal ini dan hal-hal yang kamu rasakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya