Rela nggak rela, kamu harus rela melepas kepergiannya ke perantauan. Ini bukan egois, sebab ini bukan soal siapa yang meninggalkan dan siapa yang ditinggalkan. Bukan juga siapa yang tega mengesampingkan kepentingan hubungan bersama. Ada pertimbangan mengapa pada akhirnya hubungan ini harus terpisah oleh jurang jarak dan waktu. Dia yang pergi untuk sementara waktu pun sudah memikirkan efek dan kemungkinan-kemungkinan yang bakalan terjadi bagi hubungan kalian dengan matang. Adakalanya cinta harus diuji dengan tanpa kehadiran diri.

Rindu ini menyakitkan. Lebih pun menyiksa batin. Namun, itu semua dapat terbayar oleh momen-momen indah yang mungkin belum tentu didapati ketika menjalin hubungan pada umumnya. Bisa dikatakan inilah momen-momen berkesan dan bikin geregetan ketika kamu menjalin hubungan jarak jauh alias LDR dengan si dia.

1. Rindu yang sering kali datang tak diundang dan tak mau hilang, menghadapinya jelas penuh perjuangan

Diterjang lautan rindu via unsplash.com

Advertisement

Memang bosan dengan rasa sepi yang masih saja selimuti dari fajar hingga senja menjelang. Malam pun kian temaram membungkam sosok dirinya nun jauh di sana. Kosong. Hampa. Entah kata apalagi yang pntas menggambarkan perasaan rindu ini.

Tapi ketahuilah, justru perasaan rindu saat menjalani hubungan jarak jauh nantinya saat pertemuaan itu tiba akan membuat kamu semakin menghargai waktu saat dengannya. Rasa rindu hubungan jarak jauh menjadi barang paling mewah yang pernah dimiliki. Alih-alih ingin melepas rindu, kamu justru menikmatinya sambil bermain dengan sang waktu.

2. Masalah sepele yang seringnya menimbulkan kesalahpahaman serius, salah satu penyebab hubungan LDR tak berjalan mulus

Keributan kecil itu hal yang wajar via unsplash.com

Cekcok. Berbeda pendapat. Bahkan sampai miss communication itu hal yang kerap terjadi dalam sebuah hubungan. Apalagi kamu sedang berada jauh darinya, salah paham sedikit harap dimaklumi. Dari sini kamu bisa belajar untuk lebih percaya akan hubungan ini. Kuncinya sih itu saja, saling percaya. Seandainya saja pikiran kamu sudah kemana-mana, menjurus pada hal negatif maka akan berujung pada kecurigaan. Dan ini sangat nggak baik, ujung-ujungnya hubungan kamu dengan si dia makin renggang dan selamat datang perpisahan. Apa kamu sudah siap?

3. Ingin curhat dengan si dia tapi hanya bisa bertatap muka via dunia maya. Itupun jika jaringan internet berpihak pada kalian berdua

Ingin curhat sama kamu, tapi kamunya jauh di sana via unsplash.com

Advertisement

Deadline kerjaan di kantor yang tak kunjung usai membuat kamu ingin berteriak sekencang-kencangnya agar penat hilang lugas. Biasanya sih ada si dia yang siap mendengar segala keluh kesahmu seharian penuh dikejar target kerja oleh si bos. Namun apa daya, kamu hanya bisa menatap wajahnya pada layar ponsel yang kamu jadikan wallpaper. Via chat, inilah salah satu cara paling masuk akal agar kamu bisa berbagi masalahmu dengannya. Gawatnya, jika jaringan internet sedang jelek malah membuat beban masalah makin berat.

Momen seperti inilah yang nggak akan bisa kamu lupain ketika suatu saat nanti kamu dan dia bertemu kembali. Alih-alih sempat kesal kalian pasti bakalan tertawa mengingat kejadian tersebut.

4. Beradaptasi dengan jarak jelas bagian tersulit, tapi setelah terbiasa jarak yang membentang terasa berkurang sedikit demi sedikit

Lama-lama akan terbiasa dengan jarak jauh via unsplash.com

Sangat berat, itulah yang dirasakan kamu dan dia si pejuang LDR. Hubungan terpisah oleh jarak seperti membangun hubungan dari awal. Terutama membangun kepercayaan dan ingin terhindar dari segala pikiran negatif itu sangat sulit. Entah kamunya takut nggak kuat menahan rindu dan nggak yakin hubungan ini akan berajalan baik-baik saja. Bahkan kamu sampai curiga kalau saja si dia yang sedang merantau akan berpaling pada hati lain. Ah, rasanya seperti ingin kari dari kenyataan saja.

Dan, pada akhirnya kalian bisa melewati itu semua. Ternyata apa yang dicemaskan diawal tidak semenakutkan yang dipikirkan. Pikiran ini memang terlalu jahat, suka nggak sejalan dengan perasaan.

5. Setelah berbulan-bulan lamanya kamu berpisah dengan si dia, perasaan deg-deg-an saat bertemu kembali akan sama saat pertama kali berkenalan

Pertemuan yang dinanti via unsplash.com

Hm, sudah lama raga ini tak saling sapa. Sudah lama mata ini kering akan pemandangan senyum indah itu. Sudah lama pula tak ada sentuhan hangat darinya.

Pertemuan yang dinanti-nanti kini sudah di depan mata. Sesak di dada oleh tumpukan rindu yang sudah membludak membuat kamu tak sabar untuk segera memeluknya, lupakan sekitar, yang ada di benak adalah hanya kamu dan dia saling melepas rindu. Rasanya seperti baru pertama kali ketemu. Perasaan kikuk, canggung, serta malu-malu semuanya campur aduk bersama perasaan senang. Hey, lihat dia kini semakin lucu.  Sudah lama sekali tidak mencubit pipinya yang cabi. Mengacak-acak rambutnya. Ah, terbayar sudah semua kesabaran ini.

“Love will travel as far as you let it. It has no limits.”

-Dee King

Terima kasih Tuhan atas semua ujian ini. Jarak yang pernah memisahkan kami membuat kami semakin dewasa dan lebih menghargai waktu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya