Entah mengapa fenomena jomblo kini marak diperbincangkan di mana saja,   baik dunia nyata maupun maya. Namun sayangnya perbincangan tersebut seakan tak adil. Status jomblo justru selalu dipojokan dengan dijadikan sebagai bahan bercandaan bahkan kadang hinaan. Terang ini tidak adil, memangnya salah gitu kalau jomblo? Toh juga tidak ada larangan untuk tidak punya pasangan, secara hukum legal! Tapi kenapa jomblo selalu didiskriminasikan?

Anggapan aneh-aneh juga disematkan pada kami para cowok jomblo millenial, mulai dari tidak laku sampai yang paling parah fitnah sudah tak suka lagi cewek. Hey! Tak selamanya jomblo itu tidak laku, tak juga berarti kami berhenti mencintai cewek. Tolonglah buka mata kalian, lebarkan pikiran kalian. Tidak semuanya kesendirian adalah nasib. Kami memilih sendiri karena suatu alasan. Banyak yang menjadi pertimbangan hingga kami memutuskan untuk sendiri.

1. Kami tidak mau ribet dulu dengan keharusan memberi kabar, menjemput, atau memberi perhatian

Kami ingin bebas via unsplash.com

Advertisement

Salah satu alasan mengapa kami betah sendiri adalah bahwa kami ingin bebas bernapas lega. Kami melihat bahwa tidak selamanya yang memiliki pacar merasa bahagia. Banyak dari mereka yang berulang kali mengeluh ceweknya seperti inilah, seperti itulah. Mereka tidak boleh begini, dilarang begitu. Nah maka dari itu kami berusaha menghindarinya, sebab kami sedang ingin melakukan banyak hal.

Namun bukan berarti kami membenci perempuan. Kami mengerti hubungan sepaket dengan kesepakatan, aturan, larangan yang telah dibangun bersama, tapi kami merasa bukan sekarang. Pada saatnya nanti kami pasti akan mencari tambatan hati.

2. Kami masih terbayang kegagalan hubungan di masa lalu. Luka itu masih menganga, butuh waktu untuk mengeringkannya

Kami punya lubang didada via unsplash.com

Banyak cowok gengsi mengatakannya, tapi terus terang kami masih terluka. Kami pernah punya masa lalu yang menyedihkan. Hubungan yang telah kami bangun lama kandas begitu cepatnya. Kami terluka. Cowok juga manusia, punya perasaan yang bisa kapan saja terluka. Karena itulah kami masih butuh waktu untuk sendiri. Kami sedang fokus memulihkan sesak di dada, luka dalam jiwa.

3. Jangan kira cowok tidak memikirkan pendidikan. Kami selalu ingat pesan orangtua maka kami memilih fokus kuliah sebelum mencari jodoh

Fokus kuliah via unsplash.com

Advertisement

Selain status hubungan, menurut kami banyak hal yang lebih penting untuk kita pikirkan–salah satunya adalah pendidikan. Jangan kira kami yang kelihatannya nakal ini tidak peduli tentang pendidikan. Bagaimana mungkin melupakan janji yang telah kami ucapkan kepada orangtua kami. Pesan untuk belajar dengan giat selalu terpatri dalam pada ingatan kami.

4. Kami ingin memanfaatkan energi yang luar biasa yang kami miliki dengan mencari banyak pengalaman dengan mengikuti berbagai kegiatan

Mencari pengalaman

Selagi masih muda kami juga tidak ingin memusingkan status kesendirian, karena bagi kami masa muda dungguh sayang jika dilewatkan hanya begitu saja. Kami juga masih punya banyak mimpi yang ingin diraih. Kami ingin melakukannya tanpa ada yang membatasi diri. Memang, tak semua cewek hobi membatasi pergerakan cowoknya alias posesif. Namun entah kenapa lebih banyak cewek yang semacam itu dibanding yang tidak. Maka dari itu untuk sekarang ini kami lebih memilih untuk bersetia dengan kesendirian

5. Kami juga ingin mencari teman sebanyak-banyaknya terlebih dulu. Menghabiskan waktu dengan keseruan sembari menyembuhkan luka di dada

Bersenang-senang via unsplash.com

Kami yang sedang terluka butuh obat penawar agar perihnya segera hilang dan luka berangsur kering. Maka dari itu kami ingin mencari teman sebanyak-banyaknya karena kami percaya bahwa teman dapat membuat kami gembira hingga lupa terhadap duka lara yang sedang kami rasa. Selain itu, teman membantu kami untuk membagi keluh kesah di hati. Hal ini sedikit bisa mempercepat proses pemulihan kami.

6. Sejatinya kami sedang mencari, tapi memang belum menemukan yang sesuai dengan keinginan hati

Belum cocok via unsplash.com

Kami masih normal. Kami sangat mencintai perempuan sebab kami butuh kasih sayangnya. Boleh jadi memang tidak terlihat pergerakan kami mencari tambatan hati, jangan salah sebenarnya kami juga mencari. Namun memang belum ada yang sesuai dengan keinginan hati saja. Sebab kalau cinta hanya memandang rupa dan fisik saja tentu hubungan akan terasa hambar. Kami mencari yang cocok dan memberi kenyamanan bagi kami.

Tunggu saja, sebentar lagi kami akan punya

Sebenarnya kami juga tidak ingin sendiri, namun berbagai pertimbangan-pertimbangan di atas menjadi landasan kami mengapa selama ini kami masih sendiri. Kami mohon kalian mengerti pola pikir kami. Jangan melulu memojokan kami, behenti! Karena sejatinya kami juga tahu bahwa tidak selamanya kalian yang mengejek kesendirian kami merasakan kebahagiaan ketika menjalin hubungan. Intinya sejatinya kalau mau, kami bisa saja mencari pasangan atau berpacaran, namun kami rasa saat ini belum waktunya saja. Akan ada waktu di mana memiliki pasangan laiknya kalian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya