Si A: Jangan berantem terus, nanti lama-lama jadi suka lho!

Si B: Hati-hati, benci juga bisa jadi cinta….

Kamu: Ih apa sih, masa iya aku bakal jatuh cinta sama dia?

Pendapat teman-temanmu itu sering membuat hati kamu panas. Bahkan mati-matian kamu coba menyangkalnya, sampai kapan pun hatimu nggak akan pernah luluh pada dia. Namun, apa boleh kata, kamu sendiri nggak pernah punya kuasa untuk melarang cinta datang. Membuat kamu benar-benar pusing.

Kenapa harus jatuh cinta sama dia? 🙁 Gengsi kali!

Sudah lah, cinta itu tetap anugrah meski kehadirannya tak sesuai dengan harapan. Sebab semakin keras kamu menolaknya, cinta pun justru akan semakin kuat menarikmu. Hanya saja untuk membuat kamu sedikit tenang, Hipwee akan mengulas beberapa alasan kenapa kamu bisa terjebak cinta yang berawal dari benci. Simak baik-baik ya!

1. Cinta dan benci itu bedanya tipis banget, bisa jadi keduanya pun datang di waktu bersamaan tanpa kamu sadari

benci sama dia, huft

benci sama dia, huft via www.tumblr.com

Advertisement

Cinta dan benci itu beda tipis, bisa jadi lebih tipis dari rambut kamu yang dibelah menjadi tujuh. Sampai-sampai kamu sendiri nggak pernah sadar dengan perbedaan di antara keduanya. Apalagi jika keduanya hadir di waktu bersamaan, kamu akan dibuat resah dan gelisah tak berujung.

Perasaan dan pikiran kamu pun akhirnya menciptakan berdebatan sendiri. Kenapa sih bisa suka sama dia? Kenapa harus dia? Gila, dia itu kan nyebelin banget!

2. Sadar atau nggak, rasa benci membuat kamu memperhatikan dia lebih detail daripada orang lain

memperhatikannya dengan detail

memperhatikannya dengan detail via www.apnatimepass.com

((Dalam hati)) Tuh kan, udah aku tebak dia pasti bakal ngomong gitu. Biar apa sih? Biar dibilang lebih mumpuni gitu! Huft….

Mulai dari stalking media sosialnya, tak jarang kamu mengkritik apa yang diunggahnya di sana. Sampai-sampai kamu tahu kebiasaan lain dia, atau bahkan tahu apa yang kira-kira akan diomongkan olehnya. Sedangkan orang lain yang mungkin dekat dengan dia saja belum tentu memperhatikannya seperti yang kamu lakukan.

Nggak cuma rasa suka yang membuat kamu memperhatikan seseorang, tapi rasa benci pun bisa. Bahkan kamu yang katanya benci setengah mati justru memperhatikan dia lebih detail daipada orang lain. Makanya pernah ada yang bilang, orang yang membenci kamu itu sebenarnya orang yang paling sayang denganmu.

3. Kebiasaaan kalian berdebat, justru membuat kamu dan dia lama-lama dekat. Bahkan jalinan emosi kalian bisa lebih kuat

berdebat

kebiasaan berdebat via chlealiving.com

Semua orang tahu kalian itu diibaratkan Tom and Jerry. Setiap kali bertemu, nggak lengkap rasanya kalau nggak membuat perdebatan kecil atau sekedar memasang wajah permusuhan. Jika kamu dan dia berada di satu forum diskusi bersama, sudah bisa dipastikan adu argument yang di dominasi oleh kalian berdua akan terjadi. Namun, ternyata Tuhan selalu punya cara mempersatukan dua orang anak manusia dalam ikatan batin juga cinta.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan kalian berdebat justru menjalin ikatan emosi di antara kamu dan dia. Perdebatan atau permusuhan lah yang membuat kalian bisa mengerti satu sama lainnya, dan paham bagaimana saling mengisi kekurangan.

4. Dia memang menyebalkan sekali. Tapi kadang, ketidakhadirannya justru membuat hati kecilmu bertanya-tanya

dia kemana ya?

dia kemana ya? via www.crossmap.com

Kamu: Eh mana si rese, tumben dia nggak ikut meeting biasanya paling semangat datang ke kantor.

Teman Kamu: Sakit…. Eh, tapi kok tumben sih kamu nanyain dia? Cieee, kangen ya?!

Kangen? Awalnya kamu menepis tuduhan itu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, hati kamu pun bertanya-tanya, apa iya aku kangen sama dia? Kan dia menyebalkan sekali. Buat apa juga kangen sama orang macam dia?!

Setiap bertemu bawaannya kesal melulu. Tapi sekalinya tak bertemu rasanya seperti ada yang kurang dan bisa jadi itu rindu. Sebenarnya ini pun sama seperti ketika kamu suka dengan seseorang dan terbiasa bertemu. Di mana kamu tetap memiliki keterikatan dengannya yang tak hanya perihal emosi semata.

5. Terkadang benci jadi alat untuk menghindari cinta bersemi, meski akhirnya tetap saja kamu akan cinta dia setengah mati

benci tuk mencintai

benci tuk mencintai via www.thewallpapers.org

Bisa jadi juga, kamu sebenarnya sudah mulai suka sama dia. Tapi sayangnya, nervous sering membuat kamu salah tingkah. Atau sebenarnya kamu nggak cuma khawatir perasaan itu akan tumbuh subur, tapi kamu pun terlalu takut jika dia tahu yang sebenarnya.

Akhirnya kamu menjadikan sikap ketusmu alat untuk menutupi sekaligus menghindari cinta semakin bersemi. Meski semakin kamu berusaha keras menghindar dan menutupi, cinta kepada tetap saja setengah mati. Bikin hatimu ini keki, serta bingung harus ngapain lagi.

6. Cinta yang kamu rasa memang seringnya tak berlogika. Mau benci sebenci-bencinya, eh ternyata ujung-ujungnya kamu jatuh cinta

cinta kadang tak berlogika

cinta tak berlogika via www.mnn.com

Cinta memang bekerja dengan cara yang misterius dan tak pernah kita sangka-sangka. Sudah berkali-kali menepis perasaan serta pikiranmu itu dengan rasa benci, tapi ujung-ujungnya kamu justru cinta setengah mati. Kamu pun dibuat bingung, kenapa hal ini bisa terjadi? Semua seperti berjalan di luar kendali dirimu sendiri. Perlahan-lahan cinta mematahkan gengsi yang selama ini kamu junjung tinggi-tinggi.

Benar kata orang, cinta sering kali tak berlogika. Sebab cinta bisa datang kapan saja dan pada orang yang terduga ~