Dengan mengikuti cara berpikir orang kebanyakan, para pria lah yang berhak mengatur jalannya alur sebuah hubungan. Banyak hal yang diputuskan oleh pria, namun wanita hanya sebagai pengikut saja. Tanpa membawa-bawa nama gender pun, para pria memang berkewajiban mengayomi para wanita.

Tapi di sini, bagaimana jika para wanita ternyata memiliki ‘kekuatan’ tersendiri dalam hal karir dan pekerjaan? Apakah para pria wajib berbangga? Biasa saja, atau justru menolaknya?

Advertisement

Toh, tak semua wanita dengan jam terbang pekerjaan yang tinggi itu tak peduli dengan pasangan dan keluarganya…

Di sini Hipwee tak bermaksud menyuruh para pria tunduk dengan wanitanya. Hanya saja, mereka harusnya bangga bisa memiliki pendamping hidup yang tak hanya setia, namun juga bisa diandalkan lantaran giat bekerja.

Selain menghargai apa yang telah ia raih di dunia pendidikan selama ini, ia adalah sosok tangguh yang mandiri dan tak mudah menyerah.

bukannya egois...

bukannya egois… via bonafeed1.rssing.com

Wanita, memang selalu identik dengan istilah ‘rumahan’ yang terkesan melarangnya untuk berada di luar rumah serta memiliki pekerjaan. Meski di satu sisi istilah ini benar, tapi di sisi lain tak bisa dibenarkan pula jika terlalu memaksa.

Advertisement

Tak bermaksud egois untuk mementingkan latar belakang pendidikannya yang bagus, wanita dengan jam terbang tinggi atau pekerja keras justru terbiasa untuk mandiri dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Ia hanya tak ingin menyiakan apa yang telah ia raih selama ini, sungguh percuma saja jika ilmu yang didapat sirna begitu saja.

Buatmu para pria tak usah kuatir akan hal ini, justru kalian akan tahu apa artinya berbagi dan sulitnya mencari pasangan yang ‘apa-apa serba sendiri’.

Jangan terlalu kaku. Sebenarnya ia yang pekerja keras hanya tak ingin merepotkan kamu…

cuma nggak mau ngerepotin

cuma nggak mau ngerepotin via hdwallpapers360.com

Tak sedikit dari realitas sebuah hubungan bahwa sosok wanita lah yang paling penuntut. Apapun yang dia mau selalu dilimpahkan pada pasangannya, tanpa tahu porsi dan posisi yang tepat. Merepotkan, sudah pasti. Menyebalkan, sudah tentu.

Berbeda dengan dia yang terbiasa melalui permasalahan sendiri, pantang baginya ‘merengek’ atau bermanja-manja dengan pasangannya. Meski dia masih sama dengan wanita-wanita lainnya, dia takkan serta merta meminta sesuatu yang berlebihan walau itu sebetulnya dibutuhkan. Jika diperlukan, dia justru akan mencari jalan keluar, hingga sebuah permasalahan bisa terselesaikan.

Soal kedewasaan tentu tak perlu dipertanyakan lagi. Ia tahu bahwa hidup ini butuh perjuangan dan haram untuk berhenti di tengah jalan.

dewasa dan tangguh

dewasa dan tangguh via threadandladle.com

Bersama dengannya yang pekerja keras itu tak selamanya menyedihkan dan ketinggalan zaman. Sosok dewasa dengan pemikiran matang justru kental terasa pada dirinya. Pengetahuannya yang banyak, tak membuatnya larut dalam belenggu akademis saja, bagian terpenting lain dalam hidup pun tidak pernah luput dia pikirkan.

Mental sekeras baja dan hati setangguh beton senantiasa terpatri dalam dirinya karena terbiasa dengan perjuangan, bukan rengekan meminta bantuan. Kamu seharusnya merasa beruntung, hidup dengan sosok seperti ini akan menjadikan hubungan kalian makin tertata dan bijaksana.

Meski sibuk dengan urusan pekerjaan, ia tahu kapan waktu yang tepat untuk sekadar mengirim pesan singkat: “Bagaimana kabarmu hari ini, Sayang?”

hai, apa kabar pria kesayangan?

hai, apa kabar pria kesayangan? via glamour.com

Tak sekedar memintamu mentraktir makan atau membayarkan minuman, dia yang terbiasa bekerja keras justru dengan sigap akan menanyakan kabar dan hal-hal apa sajakah yang telah kamu lewati hari ini. Dia juga tahu betul, hubungan yang dewasa itu tak butuh basa-basi, tapi seberapa besar sebuah kontribusi.

Setiap kesempatan yang dapat dilalui berdua pun selalu membuatnya bahagia karena ia sadar, pertemuan kalian tak sesering dulu, ketika masih sama-sama merintis hubungan.

Diajak bicara soal masa depan, dia adalah jagonya. Dalam hatinya terbesit, anak-anaknya kelak harus jadi tangguh dan berguna untuk sesama.

kelak, ia akan menjadi contoh

kelak, ia akan menjadi contoh via huffingtonpost.com

Selain ingin menjadi yang terbaik bagi calon suaminya, ketangguhan hati dan jiwanya juga diasah demi anak-anak yang akan mencontohnya kelak. Tak perlu memburu harta dan memiliki rumah mewah, ketegaran dan tak mudah menyerah lah yang akan ia tanamkan.

Dia juga bukan calon ibu yang egois atau keras, dia pasti mampu memantaskan dirinya, kelak jika status ibu sudah disandang. Jangan kuatir ya, para pria.

Mengenalkan dirinya dengan orang tuamu pun jadi perkara gampang. Pekerjaan yang mapan dan kemauan bekerja keras adalah modalnya jadi calon menantu idaman.

dia calon menantu impian

dia calon menantu impian via blaktita.com

Dalam rangka menyeriuskan sebuah hubungan, tentu peran orang tua harus dilibatkan. Kekhawatiran mengenai restu pun selalu dirasakan karena melibatkan masing-masing perasaan. Namun, kekhawatiranmu yang berlebihan itu harusnya mulai dihilangkan jika pasanganmu merupakan sosok yang tangguh dan bisa diandalkan.

Melakukan kompromi atau tidak dengannya itu bukan sebuah persoalan, karena dia pasti paham apa yang orang tuamu inginkan dari seorang calon pendamping bagi putranya kelak. Posisinya sebagai wanita mandiri pun akan secara otomatis mendorongnya menjadi calon menantu impian.

Kemauan untuk bekerja keras adalah nilai lebih yang dimilikinya. Para pria seharusnya bangga berdampingan dengan dia yang gigih dan tekun dalam bekerja. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya