Membuka hati pada orang baru tidak semudah membuka tutup toples kue saat hari raya tiba. Selepas proses patah hati yang membuatmu lupa rasanya bahagia, ternyata butuh proses panjang agar bisa sembuh sepenuhnya. Jangan kira proses ini akan mulus saja. Akan ada satu titik saat kamu bisa sadar sepenuhnya — ternyata tak mudah membuka hati lagi pada orang lainnya.

Jika memang membuka hati kini tak lagi semudah itu, adakah hal yang perlu kamu tuntaskan lebih dulu? Haruskah ada hal-hal yang kamu centang dan selesaikan sendiri lebih dulu?

1. Puaskan menangis dan mengutuk keadaan. Namun sebisa mungkin tak perlulah menyalahkan Tuhan

Sebisa mungkin tak perlulah menyalahkan Tuhan

Sebisa mungkin tak perlulah menyalahkan Tuhan via bridalmusings.com

Advertisement

Keadaan kadang bisa terasa sangat bejat sekali. Kamu sudah bahagia, merasa positif menghadapi masa depan yang ada, lalu dibanting dan dijerembabkan untuk kedua kalinya. Sesaat kamu merasa semesta berkonspirasi menjatuhkanmu. Merebut kebahagiaan yang sudah kamu gadang-gadang lebih dulu.

Untuk saat ini puaskan dulu saja patah hatimu. Menangislah banyak-banyak sampai habis air matamu. Kamu boleh menyalahkan apa saja — kecuali Dia. Karena toh di akhir hari semua bisa mempercundangi. Tapi cuma Tuhan yang tak pernah pergi.

2. Tabahkan diri menghadapi sepi. Karena patah hati memang ditakdirkan untuk dihadapi seorang diri

Patah hati memang didesaion untuk dihadapi sendiri

Patah hati memang didesaion untuk dihadapi sendiri via bridalmusings.com

Patah hati bukan sirkus yang bisa dinikmati beramai-ramai. Saat ini biarkan dirimu sendiri menantang sepi dengan gagah berani. Birakan dirimu terbiasa dengan kegamangan saat harus ke mana-mana sendiri. Saat harus menjawab senyum saat ditanya, ‘Loh pacar yang kemarin mana?’

Advertisement

Dia yang baru nanti tidak layak kamu pilih hanya karena tidak mampu menghadapi sepi. Dia layak dapat alasan dipilih yang jauh lebih berkualitas daripada sekedar, ‘Takut akan sepi.’

3. Tak dosa merasa jadi orang paling galau dan menye-menye sedunia. Kamu layak mengungkapkan kuatnya dera rasa

Kamu layak mengungkapkan kuatnya rasa

Kamu layak mengungkapkan kuatnya rasa via bridalmusings.com

Tak perlu takut diejek galau atau menye-menye. Tidak ada orang yang tahu apa yang sudah kamu alami. Apa yang sudah kamu lalui, kamu korbankan, kamu ikhlaskan demi sampai ke titik ini. Mereka hanya mengerti kamu kini sendiri. Tanpa pernah tahu betapa selama ini sudah banyak konsesi yang harus dihadapi.

Sebelum nanti membuka diri untuk orang baru habiskan dulu fase galau dan merana itu. Kamu layak mendapatkan tempat untuk mencurahkan isi hatimu. Temna-teman baik pun akan mengerti. Sakit jika harus ada di posisimu saat ini.

4. Tuntaskan pertanyaan kenapa dan rasa tak cukup dalam diri. Pasanganmu kelak layak mendapatkan kamu yang merasa cukup pantas dicintai

Pasanganmu kelak medapatkan pasangan yang layak dicintai

Pasanganmu kelak medapatkan pasangan yang layak dicintai via bridalmusings.com

Selepas disakiti sampai lebam, kadang ada pertanyaan yang muncul di pikiran.

“Aku ini kurang apa? Salah apa? Kenapa dia rela meninggalkanku dan menyakiti sampai sebegininya?”

Biarkan pertanyaan dan rasa tak cukup ini mengendap dulu. Jangan buka hatimu sampai rasa cukup kembali datang. Pasanganmu kelak layak mendapatkanmu yang merasa cukup dan pantas dengan diri sendir. Dia tak perlu jungkir balik membuktikan diri agar kamu merasa dicintai.

5. Benamkan diri lama-lama dalam kesibukan dan pekerjaan. Supaya kamu sadar hidup tak cuma soal perasaan

Supaya kamu sadar hidup bukan cuma soal perasaan

Supaya kamu sadar hidup bukan cuma soal perasaan via bridalmusings.com

Selama ini bisa jadi kamu merasa bahwa perasaanmu lah yang jadi rajanya. Kamu  hanya bisa mengikuti perasaan yang paling kuat dalam dada. Sebelum nanti memulai sesuatu yang  baru pastikan kesibukan dan pekerjaan sudah mengakuisi seluruh hidpmu. Bukan cuma perasaan yang bisa mengakuisisi hidupmu.

6. Pamungkasnya, sadarilah kalau hidup tanpa dia ternyata bisa baik-baik saja. Kamu siap untuk sesuatu yang lebih baik bersama dia yang layak dicinta

Hidup ternyata baik-baik saja tanpa dia

Hidup ternyata baik-baik saja tanpa dia via bridalmusings.com

Dia yang meninggalkanmu ternyata tidak sebaik itu. Kamu baik-baik saja tanpa dia. Inilah saatnya menjalani kehidupan yang lebih apik bersama dia yang layak dicinta.

Hidupmu pernah baik-baik saja tanpa dia. Ini saatnya membangun hidup yang baru bersama dia yang lebih bisa dipercaya.

Sementara 6 hal ini belum tuntas dalam hidup, maka puaskan dulu patah hatimu……

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya