6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Sebagai seorang anak, kamu pasti ingin menyenangkan ibumu. Entah bagaimana caranya, diam-diam kamu selalu mengusahakan kebahagiaannya. Niat awalmu memang untuk memberikan yang terbaik untuk ibumu, namun seringkali apa yang kamu inginkan itu tak sejalan dengan maunya beliau. Akibatnya kamu dan ibu seringnya berbeda pendapat bahkan sampai berdebat.

Tapi tahukah kamu, ikatan kasih sayang antara dirimu dan ibu akan semakin kuat setelah kalian sering mendebatkan sesuatu?

Beberapa hal di bawah ini pasti pernah menjadi bahan perdebatan di antara kalian. Mulai dari hal yang sepele seperti menu masakan hingga hal seserius masa depan.

ADVERTISEMENTS

1. Kamu dan ibumu pasti pernah tak sepaham tentang penampilan. Apalagi saat kalian berdua akan menghadiri suatu acara

6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Soal penampilan via www.da-photo.co.uk

Bu, aku nggak mau pakai kebaya. Panas dan nggak nyaman.

Lho nggak bisa. Pokoknya kamu harus pakai kebaya. Ini ‘kan acara resmi!

Pakai ini atau itu, terlihat norak atau wajar, nyaman atau mengganggu, pasti menjadi hal yang digunakan dalam setiap perdebatanmu dan ibu ketika saling menilai penampilan. Buatmu, apa yang dipilih ibu terlalu kaku dan nggak kekinian. Sementara menurut ibu, apa yang kamu pilih kurang pantas dan terlalu santai bagi semua acara. Alhasil, kamu dan ibumu harus rela mencari jalan tengahnya. Demi penampilan yang nyaman dan memangkas waktu perdebatan kalian berdua.

Ya udah aku mau pakai kebaya. Tapi aku nggak mau pakai kain jarit. Mau pakai rok aja biar bisa jalan tenang.

ADVERTISEMENTS

2. Menu masakan sehari-hari, menjadi topik bahasan yang wajib buat kamu dan ibu ini

6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Masak apa bu? via www.amorq.com

Buatmu yang masih tinggal serumah dengan orangtua, ini sih topik yang rentan jadi bahan perdebatan bagi kalian berdua. Apalagi kalau bukan menu masakan untuk makan siang nanti? Sedari pagi, ibumu pasti bertanya, nanti siang mau dimasakin apa? Kamu pun menjawab sekilas dengan apa saja yang terlintas di pikiranmu saat itu.

Apa aja Bu, asal jangan pakai daging sapi.

Respons ibumu pasti beda lagi. Beliau seakan punya cara agar menu makanan siang ini tak jauh-jauh dari keinginannya. Mungkin biar gampang masaknya atau entah alasan lain di belakangnya.

Tapi kalau dimasak rawon suka ‘kan? Nanti dagingnya ibu iris kecil-kecil biar nggak terasa.

ADVERTISEMENTS

 3. Kamu dan ibu pun kerap berdebat tentang acara keluarga yang akan digelar. Soal konsep mengikuti selera anak muda atau orangtua

6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Acara keluarga via www.seventeen.com

Setiap keluarga pasti memiliki tradisinya masing-masing. Untuk itu, persiapan harus melibatkan seluruh anggota keluarga demi berjalannya acara. Begitu juga dengan keluargamu. Entah tradisi perayaan ulang tahun atau sekadar makan malam bersama, pasti ada aja yang bisa menyulut api perdebatan antara kamu dan ibumu. Maumu pasti setiap acara digelar secara sederhana dan nggak ribet. Sedangkan ibumu maunya untuk menangani sendiri dari A-Z keperluan acara.

Akibatnya pihak ketiga harus selalu dihadirkan, entah ayah ataupun saudaramu yang lain. Agar perdebatan yang terjadi tak melebar kemana-mana dan inti acara tetap bisa berjalan sesuai rencana.

ADVERTISEMENTS

4. Ayah menjadi pihak netral antara kamu dan ibu. Dukungannya pun kerap kalian perebutkan demi terlaksanakannya sesuatu

6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Ayah, sang pihak penengah via www.unsplash.com

Tak hanya menu masakan atau penampilan saja yang menjadi bahan perdebatan. Tapi pihak ketiga yaitu ayahmu, pun sering jadi ‘korban kalian” saat kamu dan ibu memperbutkan dukungan. Contohnya saat kamu atau ibu ingin melakukan sesuatu, kalian pasti meminta dukungan ayah sebagai pihak netral dalam keluarga.

Namun, sepertinya ayahmu tahu kamu dan ibu tengah memperebutkan dukungannya. Makanya sesekali ayahmu tak mau memihak kalian berdua. Kalaupun memberikan jawaban pasti yang buat kamu dan ibumu semakin panjang berdebatnya.

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

5. Hubunganmu dengan kakak atau adik yang tak selalu harmonis juga bisa jadi salah satu bahan perdebatan, saat kamu jadi orang yang disalahkan

6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Oke, bu~ via www.unsplash.com

Untukmu yang memiliki adik atau kakak, pasti hubungan di antara kalian menjadi salah satu bahan perdebatan yang tiada habisnya. Terlebih kalau hubungan dengan saudaramu itu sering diwarnai pertengkaran di dalamnya. Mungkin maksud ibumu baik dan hanya mengingatkanmu agar menjaga baik-baik hubungan antar saudara. Namun ada saja celah yang membuatmu dan ibu terjebak dalam perdebatan seru.

6. Topik perdebatan sepanjang masa, tentang pekerjaan hingga rencana pernikahan yang kadang kamu sendiri belum sempat memikirkannya

6 Hal yang Sering Kamu dan Ibu Debatkan, yang Aslinya Itu Tanda Kedekatan Kalian

Pacar kamu siapa kak? via www.elitedaily.com

Di umurmu yang kesekian ini, masalah pekerjaan hingga jodoh memang menjadi salah satu hal yang sensitif buatmu. Apalagi ketika kamu belum mendapatkan pekerjaan yang belum memenuhi kriteria atau ketika hubunganmu belum mendapat lampu hijau dari ibumu. Setiap apa yang ibumu nasihatkan, pasti akan berakhir dengan perdebatan. Meskipun kamu tahu bahwa awalnya kamu sama sekali tak ingin berselisih paham dengan ibumu.

Melalui berbedaan pendapat akan hal-hal tersebut, hubunganmu dan ibu bisa semakin kuat dan dekat. Sebab, dari setiap perdebatan yang terjadi, kamu dan ibu bisa sama-sama belajar untuk lebih saling memahami dan mengerti. Suatu saat, momen seperti ini akan kamu rindukan suatu saat nanti. Nikmati saja setiap perdebatan yang ada, namun jangan sampai terlewat batas ya?!

Bukannya hilang hormat dan menjadi anak yang tak tahu malu, tetapi jalan ini lah yang buatmu semakin dekat dan menguatkan ikatan di antara kalian berdua.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Not that millennial in digital era.