Kesementaraan adalah sesuatu yang mesti diamini semakin kita beranjak dewasa. Teman satu geng yang dulu ke mana-mana bersama sekarang cuma bisa dijangkau lewat Whatsapp saja. Kesibukan dan tanggung jawab membuat kalian mesti merelakan waktu untuk sekadar Ha ha hi hi di waktu luang yang sudah tak begitu banyak.

Namun Tuhan selalu baik hati. Semakin sering orang datang dan pergi, saat tiba masanya Dia datangkan orang yang tidak keberatan berhenti. Dia yang akan menganggap kebiasaan anehmu biasa saja. Dia yang tetap mencium keningmu walau sedang banyak jerawat bertengger di sana.

Ah, tapi sebagai manusia kadang kita kurang peka ‘kan? Dia yang tidak begitu menjanjikan kita anggap sebagai perhentian. Dia yang menawarkan masa depan malah tidak kita pedulikan. Supaya kamu tidak salah lagi membedakan, di sini Hipwee akan berusaha menjelaskan.

1. Dia yang sementara memberimu rasa butuh ditemani tanpa henti. Jodoh adalah dia yang membuatmu merasa tenang walau sedang sendiri

Ini bukan lagi hubungan a la anak SMA. Antar jemput, makan bersama, kencan setiap akhir pekan sudah bukan lagi jadi satu-satunya bukti cinta. Kebersamaan berubah sumbu dari sekadar saling menatap muka jadi ke pemahaman bahwa ada yang selalu mendukungmu dari balik kepala.

Walau kalian sedang tidak bersama kamu tahu dia adalah support sistem terbaik yang kamu pernah punya. Tenang rasanya mengetahui ada orang yang mau mengkritikmu dengan keras, dia yang ikhlas mendukungmu dengan keras kepala. Untuk perasaan ‘penuh di dada’ itu kamu tidak perlu kehadirannya. Kamu hanya tahu dia ada.

2. Pertengkaran dengan dia yang sementara seperti teka-teki yang tak ada ujungnya. Kalau dengan jodohmu pertengkaran menjadikan kalian move on ke level selanjutnya

Advertisement

With him, fight is not a riddle anymore.

Dengan orang yang sudah sama-sama dewasa pertengkaran bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti. Kata putus atau “Ah udah ah aku capek” sudah tidak lagi keluar seringan dulu. Kalian tahu ada komitmen yang harus dijaga sepenuh hati. Kekesalan sementara tidak harusnya menghancurkan ini.

Setiap ketidaksepakatan malah menghasilkan insight baru buat hubungan. Kamu belajar bagaimana memperlakukannya, bagaimana menghadapi dia dengan segala keabsurdannya. Selisih paham malah membuat kalian move on ke level selanjutnya.

3. Rasa sayang pada dia yang sementara datang dengan sendirinya. Dengan jodoh rasa sayang selalu butuh usaha

Perasaan adalah sesuatu yang harus dijaga. Dalam konsep jodoh yang dewasa dia tidak datang hanya karena kamu suka saja. Perasaan selalu butuh upaya. Konsep effortless tidak serta merta kamu artikan sebagai ongkang-ongkang kaki semata.

Dia yang akan jadi jodohmu adalah dia yang membuatmu mau mengerahkan semua upaya. Kamu tidak keberatan berusaha, berbenah demi dia.

4. Kesementaraan membuatmu membutuhkan kontak fisik secara konstan. Untuk jodoh tanpa kontak fisik pun hubungan bertahan

Akan tiba masa kontak fisik sudah mengerdil sekali maknanya. Tidak lagi perlu kalian bergandengan lama. Atau saling memeluk di akhir hari demi menunjukkan bukti cinta.

Kesementaraan memang membutuhkan kontak fisik secara konstan. Namun konsep jodoh menjadikan semua kebutuhan fisik menguap sementara. Untuk menjaga perasaan kamutidak harus bersentuhan. Sedikit obrolan saja sudah membuatmu mau bertahan.

5. Saat diceritakan kembali, jodoh sering membuatmu berkata “Yaelah…gini aja?”

Jodoh ternyata bisa kamu temukan dari teman terdekatmu. Dari kawan SD yang sudah lama tidak bertemu lalu tiba-tiba random menghubungi lewat sosial media. Percakapan kasual dengan orang yang bertemu lewat Twitter setelah membahas topik yang sama bisa berubah jadi perasaan yang lebih dalam.

Kalau dilihat lagi konsep jodoh lebih sering membuatmu berkata, “Yaelah…begini doang ya? Ngapain dulu galau lama-lama!”

6. Minim drama, banyak doanya. Jodoh membuatmu menyerahkan semua pada Yang Lebih Punya Kuasa

Cerita Adit dan Nessa via mig.me

Sebelum menemukan partner yang ini kamu merasa jodoh adalah sebuah konsep yang besar. Kamu terus bertanya kapan kalian akan dipertemukan. Bagaimana ceritanya nanti kalian bisa saling merasa nyaman.

Seperti yang dirasakan Adit pada Nessa. Sudah mulai menyimpan rasa sejak SMA Adit menjalani semua dengan selow saja. Putus ya dijalani. Tidak ada galau-galauan lama dan hidup bergulir begitu saja. Akhirnya rasa yang menuntunnya. Adit kembali menemukan Nessa. Mereka akhirnya menikah dan kini sudah memiliki anak lucu yang sangat mereka cinta. Penasaran bagaimana cerita mereka? Klik gambar di atas untuk tahu selengkapnya ya!