Sudah tahunan menjalani hubungan, kenyamanan jelas sudah mulai kalian rasakan. Tapi ada satu hal lagi yang sampai saat ini belum juga kalian rasai. Belum ada momen kalian merasa kalau ini sosok yang kamu cari. Padahal hal inilah yang menjadi salah satu parametermu untuk mau bersama dengannya dalam ikatan yang sah dan sampai nanti. Sampai kadang ada pikiran, “duh, gimana nih? Nyaman sih udah, tapi kliknya belum juga dapat…”

Pertanyaan tersebut kerap menghantuimu. Apalagi dia sudah memberi tanda akan segera melamarmu dalam waktu dekat ini. Saat momen klik ini belum juga kamu rasai, ada sekelebat rasa takut. Yakin nih dengan hubungan yang udah tahunan ini? atau justru kamu kan belum klik banget sama dia yakin bertahan lebih lama?

Advertisement

Sebenarnya kamu tak perlu panik dan merasa takut sendiri. Tenangkan dirimu sejenak dan coba pusatkan pikiran. Kamu bukannya belum klik sama dia setelah ratusan hari sudah bersama. Hanya saja mungkin kamu belum menyadarinya dengan benar. Seperti hal-hal di bawah ini, yang kalau sudah kamu debatkan dengan dia, ke-klik-an hatimu padanya sebenarnya sudah ada.

1. Cara membalas pesannya selalu kamu pertanyakan. Kenapa sih nggak pernah pake emoji di setiap pesan?

Coba jelasin kenapa nggak pernah pakai emoji? via unsplash.com

Mengetik pesan tanpa emoji menurutmu terlalu monoton. Buat apa disediakan pilihan banyak emoji di ponsel tapi tak digunakan, begitu katamu, dan pacarmu jadi salah satu yang anti menggunakan emoji. Setiap pesan yang dikirimkannya ke kamu terasa tak berekspresi. Lain halnya denganmu yang setiap pesan penuh dengan hiasan emoji. Perbedaan selera memakai emoji atau tidak ini akhirnya memicu pertengkaran kalian.

2. Mengumbar kemesraan di media sosial memang terlihat sedikit berlebihan, dan siapa yang paling sering melakukannya kerap jadi bahan perdebatan

Dia yang sering upload, dia yang sering kena semprot via unsplash.com

Jangan dikit-dikit upload sih, Yang. Biar kita kesannya misterius gitu~

Advertisement

Ucapan itu tak hentinya dia ucapkan saat kamu sibuk menata caption di Instagram. Kamu sejatinya memang ingin berbagi kebahagiaan dan bukannya pamer kemesraan, tapi pacarmu justru sebaliknya. Dia mau kalian tak sering-sering unggah kebersamaan. Ujung-ujungnya, kegiatanmu menata caption terpaksa berhenti karena terpantik perdebatan kecil dengannya.

Sensi banget sih, Yang. Aku kan nggak keseringan upload juga.

3. Tak peduli kamu atau dia, siapapun yang paling lama mandi dan siap-siap kerap menimbulkan pertengkaran, saat kalian akan ketemuan

Siapa yang sering unggah ke media sosial, dia yang disalahkan via www.unsplash.com

Kamu dan dia ada janji nanti malam. Makan malam berdua, untuk memperingati hari jadi kalian. Karena itu kamu tak mau telat. Segala persiapan kamu lakukan jauh sebelum waktu dia datang menjemputmu. Tapi dia justru sebaliknya, datang terlambat dan buat mood-mu turun padahal dandanan masih paripurna. Tak hanya kamu yang sudah turun mood-nya, tapi kalian juga jadi terlambat datang ke acara. Selama perjalanan pun, bukannya ucapan selamat hari jadi. Namun malah berdebat karena dia dandannya lama.

4. Menentukan tempat makan juga selalu membawa kalian dalam debat pendapat. Apalagi kalau ada yang bawa-bawa ‘terserah’

Mau makan dimana? Jangan terserah ya via www.unsplash.com

Terserah deh mau makan di mana. Aku ngikut aja

Kata terserah memang seharusnya dimusnahkan dalam dunia. Sebab kamu termasuk korbannya. Apalagi saat kalian tengah menentukan mau makan di mana. Karena tak ingin memaksakan kehendak, kamu jadi ikut dia sajamau makan di sana. Tapi yang dia pikirkan justru sebaliknya. Kamu dikira tak mau turut menyumbangkan pendapat. Padahal hal ini demi kalian berdua.

5. Perdebatan tentang siapa yang duluan menutup telepon. Meski sedikit drama tapi lucu juga kalau diingat-ingat

Kamu aja duluan ~ via www.unsplash.com

Yang, kamu tutup duluan ya teleponnya?

Kamu duluan aja, Yang.

Kamu…

Kamu…

Serah!

Kamu dan dia tengah disibukkan dengan sesuatu, sehingga tak bisa sering-sering bertemu. Lalu kalian memutuskan untuk menelepon demi menuntaskan rindu. Tapi begitu tiba giliran akan mengakhiri sambungan, kalian justru berdebat siapa yang akan duluan melakukan. Dengan niat ingin menjadi yang terakhir mendengar suara pacar, kalian berdua bersikeras untuk tak menutup telepon duluan. Akhirnya kalian mendapatkan bonus berupa perdebatan kecil selain rindu yang sudah terbayarkan.

6. Selera tontonan yang bertolak belakang. Kamu yang suka menonton drama, sedangkan dia harus yang ada tembak-tembakannya

Aku nggak bisa nonton kalau ceritanya nggak drama via www.giphy.com

Kamu dan dia memang dua orang yang berbeda. Termasuk dalam hal tontonan. Kamu orangnya fans garis keras drama yang mengharu biru, sementara dia sebaliknya. Tak bisa menonton drama dan lebih suka yang ber­-genre laga. Perbedaan selera inilah yang seringkali membuat kalian ditegur antrian di belakang kalian. Karena terlalu lama memilih judul film yang akan ditonton bersama.

7. Hal paling remeh yang bisa menyulut perdebatan, kulit ayam yang sengaja kamu sisakan tapi justru dilahap pacar

Hehe, minta dikit ya? via www.giphy.com

Mungkin kamu setuju dengan salah satu jokes ini. Bahwa sayang atau tidaknya pacar bisa dilihat dari kulit ayam gorengnya. Kalau disisakan untuk pacar berarti sayangnya tak perlu diragukan lagi. Tapi kalau justru mengambil kulit ayam yang kamu sisakan, berarti dia nakal dan perlu kamu omeli.

Dan benar saja. Usahamu untuk tak melahap harta karun ini berbuah sia-sia. Pacarmu dengan entengnya melahap kulit ayam yang sengaja kamu sisakan belakangan. Bukannya lanjut makan, kamu justru geregetan dengan tingkah pacarmu ini. Remeh sekali sih, tapi greget aja di hati kalau dia tak kamu omeli.

Kamu dan dia berbeda. Mulai dari urusan membalas pesan sampai kulit ayam, semua bertolak belakang. Perbedaan kecil inilah yang justru membuat kalian udah klik sebenarnya. Sebab dari perbedaan ini kalian bisa saling melengkapi. Kalau menuntut harus banyak kesamaan, ya cukup berteman. Bukan menjalin seriusnya hubungan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya