Pacaran bukan cuma urusan sayang-sayangan, tapi juga kedewasaan kamu dan dia dalam menjalani hubungan. Tercermin dari seberapa jauh saling mengenal pasangan, memaklumi segala kekurangan, menghargai usahanya untuk berbenah, sampai saat menghadapi masalah yang datang dan perginya tak pernah bisa ditebak. Sementara masalah yang biasanya jadi biang keladi berakhirnya hubungan.

Padahal tak semua masalah yang ada di dalam hubungan harus berakhir dengan kata, pisah. Bukankah ketika memutuskan untuk pacaran kalian harus siap menghadapi segala masalah atau godaan? Kalau maunya asyik-asyik dan seru-seruan mending jangan dulu pacaran. Jadi kalau kamu masih gampang sekali bilang putus ke pasangan baiknya berpikir lebih jauh lagi. Salah-salah amarahmu ini buatmu menyesal dikemudian hari.

1. Beda pendapat soal komitmen, walau bikin dongkol tapi pasti ada jalan tengah yang bisa diambil

Cari jalan keluar dengan bicara baik-baik soal komimen. via unsplash.com

Advertisement

Komitmen bukan sembarang janji atau aturan yang harus dijalani. Kadang menggiring pasangan untuk menuruti komitmen juga bukan hal mudah. Tapi kamu jangan keburu putus karena ternyata di tengah jalan komitmen yang kalian buat berbeda tujuan. Bukankah masih ada jalan tengah yang bisa diambil. Seperti saat kamu ingin melanjutkan sekolah lagi. Sementara dia inginnya kalian fokus berkarir demi mengumpulkan modal nikah. Bukankah semua rencana itu bisa diusahakan bersama?

2. Merasa pesimis dan takut kalau hubungan yang dijalani nggak akan berhasil, kok malah menyerah lebih dulu sih

Dia selalu optimis, kamu juga jangan kalah dong via unsplash.com

Pacaran memang nggak mudah, selain perlu komitmen kalian juga dituntut untuk selalu optimis. Karena terlalu banyak berpikir negatif malah buatmu ragu menjalani hubungan dengan sebaik-baiknya. Padahal kalian punya modal cinta yang harusnya bisa diubah jadi modal lain seperti kepercayaan, hingga rasa percaya diri dirimu sendiri.

3. Jarang ketemu karena sibuk dengan pekerjaan, harusnya selama kesibukan itu positif kamu perlu memberi dukungan

Hari libur pasti ada, pastikan kalian atur jadwal buat ketemuan via unsplash.com

Kamu dan dia sama-sama sudah dewasa dan mengerti bahwa tuntutan pekerjaan pasti akan selalu ada. Perkara kamu jarang ketemuan karena kesibukan sudah lumrah, memangnya kamu mau dia menganggur? Toh pertemuan tak jadi satu-satunya faktor yang menguatkan komunikasi hubungan kalian. Banyak pasangan yang sering bertemu tapi akhirnya berakhir ditengah jalan. Banyak juga pasangan yang jarang ketemuan tapi lebih adem ayem.

4. Putus karena cemburu bakal bikin kamu menyesal, verifikasi dulu apa benar dia memang adan hubungan dengan orang lain

Jangan-jangan kamu aja yang salah kira via unsplash.com

Advertisement

Kamu cemburu karena dia dekat dengan orang lain, tanpa basa-basi kamu pikir dengan memutuskan hubungan bisa menyelesaikan masalah. Iya kalau dia menyesali perbuatannya dan balik ke kamu. Nah, bagaimana kalau dia jadi benci ke kamu dan melanjutkan kenakalannya kamu mau apa? Bagaimana juga kalau dugaanmu selama ini salah. Ternyata dia tak ada perasaan apa-apa dengan temannya, dan memang kamunya saja yang terlalu baper.

5. Karena nggak didukung teman, hubungan kalian kamu akhiri? Padahal tak ada yang salah dari diri pasanganmu ini

Pastikan dulu, jangan termakan gosip yang belum jelas kebenarannya via unsplash.com

Kamu pernah dengar desas-desus nggak mengenakkan tentang pacarmu. Ditambah lagi teman dan keluargamu nggak mendukung hubunganmu karena gosip itu. Jangan keburu putus atau marah, baiknya dibuktikan dulu kabar simpang siur itu, pastikan kamu melihat dengan mata kepalamu sendiri.

6. Merasa nggak pantas karena dia punya latar belakang keluarga terhormat

Jangan mider, asalkan kamu berperilaku positif pasti semua orang merestui hubunganmu dengannya via unsplash.com

Pertama mengenal keluarga pasangan memang rasanya akan sangat canggung. Ditambah keluarga pasanganmu ini termasuk golongan terpandang. Selain kikuk kamu juga merasa putus asa, takut kalau restu itu nggak akan tiba cuma karena kamu dari orang biasa. Jangan dulu putus, pikirkan baik-baik, mereka nggak seburuk yang kamu kira. Asalkan kamu berbuat positif pasti restu juga akan datang.

7. Bosan!? Kamu harus tahu bahwa di setiap hubungan pasti ada rasa kebosanan yang datang, berlalu dan tak bisa dihindari

Bosan selalu datang dan pergi, kamu harus berteman dengan kebosanan itu via unsplash.com

Kita nggak bisa terhindar dari rasa bosan. Nongkrong di rumah atau jalan bareng teman juga kadang kamu akan menemui kebosanan, apalagi dalam hubungan? Kamu jangan dengan enteng mengakhiri hubungan karena sudah bosan, kebosanan pasti akan hilang dan akan kembali setiap saat. Kamu hanya perlu bersahabat dengan kebosananmu itu.

8. Mengakhiri hubungan karena dia tak menerimamu apa adanya. Coba lihat lagi dirimu, jangan-jangan kamu kurang introspeksi

Introspeksi dulu, jangan-jangan memang tuntutan yang dia tagih dari kamu ada benarnya via unsplash.com

Kadang memang kita nggak puas dengan apa yang sudah dilakukan pasangan. Dia seperti nggak menerima apa adanya, sering menuntut dan mengatur. Tapi, mungkin ada benarnya, mungkin kita yang kurang perhatian terhadap penampilan, sikap dan perilaku kita. Jangan-jangan kita malah nggak mencintai diri kita sendiri. Jangan putus dulu, semoga bisa introspeksi biar hubungan awet.

Segala hal yang berjelaga dalam hati bisa dibersihkan dengan obrolan welas asih dalam sebuah hubungan. Dengan sisa-sisa kasih sayang dalam hubungan, hubungan yang mulai retak karena masalah bisa dibangun kembali menjadi lebih kokoh. Caranya cukup sederhana, ketemuan dan membicarakan baik-baik segala masalah, mencari jalan tengah yang terbaik dan menghindarkan diri dari kata putus. Kalau kamu masih saja ragu dengan hubungan ini, lawan keraguanmu dengan menyusun langkah-langkah, menyiapkan to do list bareng pasangan, supaya hubungan kembali asyik. Jangan dulu bicara komitmen kalau masalah sepele saja belum dituntaskan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya