Sebagai manusia, wajar dong kalau ada kurang dan lebihnya. Begitu pula dalam hubungan asmara. Meskipun pacarmu cinta mati dan setia, pasti ada sisi-sisi tertentu darimu yang tidak ia sukai. Namun ia akan berusaha memaklumi atau sedikit-sedikit membuatmu memperbaiki diri. Kekurangan dan kelebihan tersebut tak jarang membuatmu dan pacar saling berselisih. Tak apa-apa karena itu artinya kalian sedang dalam tahap mengadaptasi satu sama lain. Tapi kalau misalnya perselisihan atau konflik terlalu sering terjadi dan tak terhindarkan, pasti ada satu hal penting yang tidak kalian sadari.

Lewat artikel ini, Hipwee akan mencoba memberi tips kepada perempuan. Tujuannya agar kamu dapat mengantisipasi dan menghindarkan hubunganmu dari konflik yang terlalu sering. Barangkali, kamu juga perlu merenungkan beberapa hal berikut. Siapa tahu ada yang terlewatkan selama hubunganmu dengan dia.

1. Marahan itu wajar dan boleh aja. Tapi kamu harus ingat kalau pacarmu ingin merasa dibutuhkan.

Jangan malu-malu via sekas-xxx.com

Advertisement

Sebuah hubungan pasti tak akan lengkap bila tanpa suatu pertengkaran atau konflik. Justru konflik itu penting lho, selama tidak terlalu sering dan penyalurannya tidak negatif. Biasanya kalian akan saling diam bila bertengkar. Tapi jangan lama-lama, ya! Kalau kamu memang sedang membutuhkan pertolongannya, jangan pernah jaim untuk mengatakannya. Dalam sebuah hubungan, ada simbiosis mutualisme di mana satu sama lain saling membutuhkan. Kalau kamu selamanya dengan dirimu dalam memecahkan masalah, bagaimana kalian dapat bertemu dan saling berkomunikasi?

2. Meski dirinya ingin merasa dibutuhkan, jangan lupakan tanggung jawab masing-masing. Ketika ia sedang tidak bisa menemani, mengapa tidak mengusahakan keperluanmu sendiri?

Hmmm, ini deket loh! via a1.img.v4.skyrock.net

Memasuki usia 20-an, beban dan tanggungjawabmu tentu saja akan bertambah banyak. Di usia yang sebanyak itu, seharusnya pikiranmu lebih dewasa dan pengertian. Kamu harus segera menamatkan pendidikan, bekerja, membahagiakan orang tua dan keluarga, dan lain-lain. Begitu pula dengan pasanganmu. Tentunya waktu dia yang hanya 24 jam sehari tidak hanya didedikasikan padamu. Oleh karenanya, menjadi wanita yang mandiri itu penting. Mungkin saja dia adalah tipikal pria yang selalu siap sedia untukmu. Tapi tanggung jawab dan profesionalisme akan menuntut waktunya, sehingga kamu harus berjaga-jaga kalau tidak bisa melalui segala permasalahan dengan bantuannya.

3. Alangkah enaknya kalau kamu bisa diajak diskusi di saat-saat genting. Paling tidak kamu nyambung dan tanggap dengan apa yang dibicarakan, sebelum bertindak membantu.

Sebagai seorang kekasih, tentunya kamu pernah merasakan saat-saat di mana pacarmu berkeluh kesah dan meminta pertimbangan. Di saat seperti itulah semestinya kamu menunjukkan kepedulianmu. Dengarkan ceritanya baik-baik dan pahami. Buka lebar-lebar telingamu dan jadilah pendengar yang baik. Jangan sampai ketika ia sudah bercerita panjang lebar, kamu tidak tahu apapun yang diceritakannya. Lebih parahnya lagi, kamu sudah berkomentar dan memberikan solusi namun solusimu malah tidak nyambung dengan permasalahannya. Bisa sia-sia saja ia berbicara denganmu.

3. Hubungan itu perlu kepercayaan. SMS pacar setiap saat biar tahu pacar sama siapa itu, enggak banget di usia 20-an.

Dikit-dikit tanya lagi apa, di mana, dan sama siapa. via daunbuah.com

Advertisement

“Sayang, lagi apa? Di mana?”

“Di kantor. Lagi meeting ini.”

“Kok ada suara cewek?”

“Itu bosku, sayaaanggg…..”

Kalau kebiasaanmu untuk selalu ingin tahu pacar ada di mana dan dengan siapa masih ada, pendamlah itu. Memang perlu kamu menanyakan itu kepada kekasihmu, namun tujuannya adalah untuk menjaga komunikasi. Bukan untuk mencurigai. Siapa yang akan betah bila terus-terusan, setiap detik dan menit seperti diawasi? Adikmu saja bisa risih diperlakukan seperti itu, apalagi kekasihmu. Kalau orang lain menyaksikannya, kamu bisa dikira orang yang over protective dan pencemburu, lho!

4. Menunjukkan rasa kesal dan marahmu di ranah sosial media juga bukanlah perbuatan bijak. Jangankan kawan-kawanmu, kekasihmu juga sedih lihatnya.

Jangan marah di sosial media via faktxeber.com

Pernah lihat kawanmu marah-marah di sosial media karena pertengkarannya dengan pacarnya? Bagaimana reaksimu? Heran dan geleng-geleng bukan kepalang, kan? Seharusnya permasalahan seperti itu tidak diumbar ke area di mana semua orang bisa melihat. Oleh karenanya jangan meniru itu, apalagi untuk permasalahan di ranah pribadi dan hubungan. Mungkin kamu bisa lega, tapi yang membaca akan merasa aneh atau annoying karena sosial mediamu selalu dipenuhi rasa kesal. Pacarmu juga demikian.

5. Jangan malas mendengar masukannya. Mungkin saja dia berbicara demi kebaikanmu.

Suka mengkritik, tapi gak mau dikritik via www.poslovni.hr

Coba kamu renungkan lagi! Apakah pernah kamu mengkritik orang lain, termasuk pacarmu? Lalu apakah kamu sudah siap apabila kamu dikritik balik? Sesungguhnya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Begitu pula kamu, pacarmu, atau pun orang-orang di lingkunganmu. Ada baiknya kamu mau mendengarkan nasihat baik dari kawan, terutama pacarmu. Ambil sisi baiknya dan perbaiki yang belum sempurna. Mereka pasti punya biat baik demimu. Mulailah berhenti menggosipkan orang lain, jika itu pernah kamu lakukan. Sebab kamu tak akan pernah tahu dampaknya di masa depan, termasuk pada hubungan kalian.

7. Biasakan bersikap tegas. Misalnya, jangan bertindak basa-basi ketika pacarmu mengajak makan bersama.

Jadi, kita mau makan apa? via 108csr.com

Wanita juga harus tegas dan punya pendirian. Paling tidak ini diwujudkan dalam hal-hal yang sederhana. Misalnya saat kamu akan makan siang atau makan malam dengan pacarmu. Tak usah ragu mengatakan tempat mana yang kamu inginkan. Bila pilihanmu bagus, niscaya pacarmu juga tidak jadi ribet. Harimu pun akan berjalan lancar tanpa permasalahan-permasalahan yang sesungguhnya sepele.

8. Sebagai perempuan dewasa, kamu harus tahu mana yang jadi kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan. Pacarmu bukan sinterklas yang bisa membaca pikiran

Pasti kode biar belanja via photo1.ask.fm

Tidak dipungkiri mayoritas perempuan sangat suka berbelanja. Soalnya belanja bisa membuat perempuan kehilangan rasa stresnya. Tak cuma itu, belanja ke mall juga jadi alternatif traveling kala kamu gak bisa pergi jauh-jauh. Tapi mulai usia 20-an ini, kamu harusnya berpikir panjang ke depan. Daripada sekedar berbelanja untuk sesuatu yang unyu dan tidak perlu, lebih baik membelanjakan untuk kebutuhan primer atau investasi.

Kalau kamu biasa meminta pacarmu untuk belikan ini itu, pikirkan pula masa depannya. Barangkali juga ia punya pemikiran ke depan untuk mempersuntingmu, maka kamu harus hargai uangnya untuk masa depan kalian. Kan kasihan juga jika dia harus terus-menerus membuktikan cintanya padamu lewat kebiasaan shopaholic-mu!

9. Tarik batas tegas mana privasi dan mana yang bisa dibagi. Cinta bukan berarti kehilangan kendali atas hidup sendiri

Kena deh hapenya haha… via giadinh2.vcmedia.vn

Sedekat apapun hubungan kalian, seakrab apapun kamu dengan keluarganya, bukan berarti kamu harus mengetahui segala sesuatu tentangnya hingga detil terkecil. Misalnya untuk urusan handphone dan sosial medianya. Hayo, ngaku! Apa ada di antara kalian yang punya password sosial media dia? Lantas kalau kamu punya, akan kamu apakan password tersebut? Mematai-matainya?

Kekasihmu juga butuh privasi. Bagaimana pun kamu mencintainya, kamu perlu menghargai sisi-sisi pribadinya. Paling tidak dia punya kemerdekaan atas dirinya sendiri. Jangan sampai kamu terlalu lancang memasuki area privasinya karena kamu pun juga ingin privasimu dijaga.

Sebuah kebiasaan kecil yang tidak disadari bisa menjadi bumerang dalam suatu hubungan. Hipwee berharap hubungan kamu bisa berlanjut ke hubungan yang lebih serius. Amin.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya