Halo cantik,

Apa kabarmu hari ini? Semoga Tuhan senantiasa memberikan berkah keselamatan dan kesehatanmu padamu. Amin.

Aku tahu antara kau dan kekasihmu (yang juga sahabatku) kini tengah dilanda permasalahan yang meradang. Entah bagaimana awalnya, namun tiba-tiba saja namaku turut tercatut dalam sebab musabab permasalahan hubungan kalian. Tentu saja aku terperanjat dan tidak percaya. Pasalnya aku tak pernah memiliki sedikit niat pun untuk menghasut hubungan kalian menjadi semakin panas.

Advertisement

Seandainya saja kita bisa bertemu, ingin kujelaskan banyak hal padamu. Tentang bagaimana aku dan kekasihmu dapat berkawan. Tentang apa saja yang terjadi antara aku dan kekasihmu. Bahwa semua yang selama ini terjadi, tak pernah ada apa-apanya. Maka dari itu, cobalah resapi surat dariku ini.

Kemarin kekasihmu tiba-tiba menghubungiku. Tanpa alasan jelas, ia ingin bertemu. Namun kurasa aku tahu kenapa.

TIba-tiba kekasihmu mengajakku bertemu

TIba-tiba kekasihmu mengajakku bertemu via cx.aos.ask.com

Ini adalah kesekian kalinya ia memintaku bertemu tanpa alasan yang pasti. Namun sebagai sahabat yang telah lama mengenalnya, aku paham betul isyarat-isyarat seperti itu. Ia akan selalu memintaku bertemu seperti itu jikalau permasalahan asmara sedang datang padanya. Entah itu tengah mengalami perdebatan, salah paham, hingga mendiskusikan hal-hal menyenangkan seperti kejutan ulang tahun.

Tapi kali ini, ia datang dengan mimik yang begitu serius. Bahkan paling serius dalam sejarahku mengenalnya. Benar saja dugaanku. Aku telah mengetahui bahwa belakangan ini hubungan kalian tengah diterpa permasalahan yang tidak sederhana.

Advertisement

Ya, sebab permasalahan itu adalah perihal adanya pria lain dalam hidupmu.

Di sisi lain, bukankah pertemanan bukanlah dosa dalam suatu hubungan? Jika iya, apa yang harus kau takuti antara aku dan dia?

Salahkah bila kami berteman?

Salahkah bila kami berteman? via cdnmikekamo.wpengine.netdna-cdn.com

Mungkin usia persahabatan kami masih seumur jagung, apalagi jika dibandingkan dengan lamanya kalian merajut suka dan duka bersama. Namun benarkah kami bersalah atas hubungan perkawanan ini? Aku rasa tidak. Toh, banyak sekali jutaan persahabatan serupa kami di dunia ini.

Sesungguhnya aku pun tak nyaman dengan kecurigaanmu kepada kami. Kau mulai mengikutiku di sosial media, berharap dapat memantau hubungan kekasihmu dengan aku. Kekasihmu sendiri mengatakan padaku kalau kau cemburu padaku. Tapi jujur saja. Aku bisa saja tak peduli pada kekasihmu dan kemudian meninggalkan persahabatan ini secara mentah-mentah. Tapi aku tak akan pernah tega melihatnya menyimpan keluhan sendiri.

Bagiku, persahabatan adalah harta berharga yang harus disimpan kekal.

Di matanya, kamu adalah pacar yang sangat disayang. Tenanglah! Tak perlu mencemburuiku karena aku dapat melihat semua itu di matanya.

Dia adalah pria yang mencintaimu

Dia adalah pria yang mencintaimu via www.kosovarja-ks.com

Di saat kamu tetap mencoba bermain hati dengan pria lain, kamu juga tetap tak membiarkan kekasihmu ini bersanding dengan wanita lain. Termasuk dengan aku, sahabatnya sendiri. Bukankah ini tak biasa?

Sedangkan itu, apa yang selalu ia bicarakan padaku hanyalah sosokmu. Ia masih sepenuhnya mencintaimu. Tapi ia juga begitu sedih melihat dirinya bukan lagi yang utama dalam kehidupan kalian. Melupakan atau menjauhimu adalah sesuatu yang mungkin hanya mampu menjadi mitos baginya. Ia begitu ingin melakukan, namun ia tak pernah mampu. Bahkan separuh waktunya masih dihabiskan untuk menemui, menemani, dan berkorban untukmu saja.

Bukankah ini bukti yang cukup adil kalau dia menyayangimu?

Kecemburuan adalah bumbu yang wajar dalam setiap hubungan, termasuk bagi kalian berdua. Aku menghargai perasaanmu, tapi aku hanyalah sahabatnya.

Aku tahu cemburu itu wajar

Aku tahu cemburu itu wajar via funik.ru

Ya, cemburu itu penting! Sangat penting untuk setiap hubungan percintaan. Kuakui itu. Tanpa kecemburuan, kamu tak akan pernah bisa menguji kadar cintamu padanya dan kadar cintanya padamu. Satu keinginanku untuk kalian berdua. Kuharap engkau tak pernah membawa-bawa namaku dalam lingkaran kecemburuan kalian. Karena aku tak ada sangkut pautnya dengan permasalahan yang kini menimpa kalian.

Aku hanyalah sahabat untuknya. Seorang sahabat akan berlaku sebagaimana seorang sahabat. Ia akan selalu memberi saran, dukungan, serta menenangkan kekalutan pada sahabatnya itu. Ia tak akan menganggapku lebih, aku pun tak akan menganggapnya lebih dari sekedar persahabatan. Persahabatan kami telah tercipta untuk memahami situasi dan kondisi masing-masing. Kekasihmu paham betul bagaimana seleraku dan dengan siapa aku mencinta.

Begitu pula aku memahami dia sebagai sesosok pria yang selalu setia padamu, meski engkau mulai membagi hatimu.

Apapun yang terjadi pada kalian, doaku di tengah malam tak ada hentinya tertuju pada kebaikanmu dan dia. Jika diperbolehkan, aku pun ingin Tuhan membuatku menjadi sahabatmu pula.

Aku ingin bisa berteman denganmu juga

Aku ingin bisa berteman denganmu juga via i.huffpost.com

Aku adalah seseorang yang berani membukakan tanganku kepada siapa saja. Tak hanya sekedar berbincang dan bercerita, aku pun siap dan rela berbagi denganmu. Apalagi jika kau mau, persahabatanku ini pun siap kubuka untukmu. Aku pikir, pasti begitu menyenangkan apabila nanti aku bisa menjadi sahabatmu sebagaimana kekasihmu bersahabat denganku. Bila terjadi suatu hal antara kalian berdua, aku pun siap membantu kalian.

Di akhir surat ini, ingin kusampaikan. Apapun yang terjadi pada kalian, selesaikan itu dengan baik-baik.

Aku yakin Tuhan hanya sedang menguji kesetiaan kalian.

Tuhan sedang berusaha menciptakan masa depan yang indah antara kalian berdua. Maka, jadikanlah keyakinan akan ini kuat dalam masing-masing hati sanubari kalian berdua. Tenang saja sebab doaku di tengah malam tak akan pernah terputus untuk mendoakan kalian. Tuhan tahu betul itu.

Peluk sayang,

Dari sahabat kekasihmu dan calon sahabatmu pula

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya