Kamu menyipitkan mata, saat mendengar dia mengatakan kata “janji” untuk kesekian kalinya. Seingatmu, kemarin dia baru saja bilang janji akan menemanimu ke acara temanmu. Sebelumnya, dia juga sudah beberapa kali menjanjikan sesuatu tapi nyatanya selalu berakhir dengan lupa. Memang ada juga beberapa janjinya yang terpenuhi. Tapi rasanya cowokmu ini terlalu gampang untuk mengobral kata “janji” dalam setiap urusan. Seolah janji jadi alat untuk sekadar menarik kepercayaan orang atau membuat orang simpatik.

Bukan berprasangka buruk, tapi lebih berhati-hati dengan pasanganmu sendiri jadi hal yang perlu kamu pertimbangkan. Toh meski sayang, tetap saja jangan sampai mau diberi janji-janji belaka. Bukankah cowok yang baik harusnya selalu berusaha memberi  kepastian. Alasan ini juga yang harusnya kamu pikirkan lagi.

1. Alih-alih meyakinkan, terlalu sering mengucapakan kata “janji” justru jadi tanda dia menggampangkan

menggampangkan via unsplash.com

Aku janji, besok nggak ladenin dia.

Iya janji Yang, besok ya….

Sesekali orang mengucapkan janji sebagai upaya untuk meyakinkan orang atau pihak lain. Tapi bagaimana dengan dia yang sedikit-sedikit menggunkan kata “janji”? Setiap kali kamu meminta dia untuk tak melakukan hal-hal yang tak kamu suka, atau sekadar pergi kencan berdua, pasti dia akan dengan mudahnya mengucapkan janji. Sementara dia masih saja sering lupa dengan janjinya itu. Apa ini yang disebut meyakinkan? Bukankah janjinya justru mengesankan sikapnya yang menggampangkan sesuatu.

Advertisement

Janjinya seolah jadi jawaban paling cepat dan mudah untuk segala hal.

2. Bagaiamana jika janjinya terucap saat kamu marah? Yakin itu bukan hanya upaya menenangkan saja?

Biar kamu tenang via unsplash.com

Untuk sebagian orang mengucapkan kata janji itu rasanya berat sekali. Sebab mereka paham di balik janji ada amanah yang harus dipegang dan dilaksanakan. Tapi untuk sebagian orang lagi, janji itu sebuah kata yang bisa untuk menyelesaikan banyak persoalan. Seperti dia yang setiap kali menghadapi kemarahanmu pasti akan ada janji yang diucapnya.

Sesekali memang bisa membuatmu tenang, tapi kalau berkali-kali bukankah harus kamu pertanyakan? Apalagi kalau dia jelas-jelas masih mengulang kesalahan yang sama. Bisa saja janjinya itu memang upaya untuk menenangkanmu saja.

3. Kalau bisa dilakukan secepatnya, kenapa harus janji yang justru terkesan menunda

janjinya cuma alasan untuk menunda via www.nessakphotography.com

Aku janji, nanti aku usahain ya….

Harusnya dia bisa saja mengusahakannya sekarang. Lalu kenapa harus berjanji mengusahakannya nanti yang entah kapannya pun tak kamu tahu. Janjinya seolah penundaan secara halus. Saking halusnya kamu sendiri tak menyadari, bahkan di anggapanmu janjinya itu salah satu upaya keseriusannya. Padahal belum tentu juga janjinya itu benar akan diusahakan. Bukannya tak percaya, tapi bukankah nanti kamu atau dia sendiri tak pernah tahu apa yang akan terjadi?

4. Cowok yang terpercaya justru lebih sering menggunakan kata “Iya….” daripada “Janji….” terus

iya aja terus via www.nessakphotography.com

Jangan pikir kata tak bisa jadi tanda yang memperlihatkan bagaimana pribadi atau karakter orang tersebut. Ada perbedaan yang jelas kamu harus tahu, antara cowok yang sukanya bilang janji dengan dia yang tak akan segan bilang iya atau tidak. Dia yang bilang iya atau tidak, sudah jelas tipikal cowok tegas. Dia tahu kapan bisa menuruti kemauanmu, dan kapan dirinya tak sanggup. Tapi bukan berarti dia tak mau berusaha, dia hanya tak ingin membuatmu kecewa, ketika sudah berjanji tapi tak bisa menepati.

Berbeda dengan dia yang diki-dikit berjanji, kesannya memang ada usaha. Tapi bagaimana kalau lama-lama janjinya itu hanya sekadar ucapan penenang dirimu saja. Bukankah cowok seperti ini tak bisa benar-benar dipercaya?

5. Karena janji cuma bisa buatmu berharap tanpa pernah tahu itu akan ditepati atau tidak

Buatmu berharap via www.nessakphotography.com

Apalah artinya janji kalau cuma buatmu berharap? Awalnya memang meyakinkan, tapi lama-lama kalau saja sudah terlalu sering bukankah buatmu hanya terus berandai. Tanpa kamu pernah tahu akan ditepati atau tidaknya. Padahal tanpa janji pun sebenarnya dia bisa menenangkan hatimu dengan kejujurannya. Jujur saja jika tak sanggup, daripada berjanji akhirnya cuma bisa buatmu kecewa.

Bukankah hubungan ini perlu kejelasan, bukan hanya sekadar janji. Sekalipun kalian tak akan pernah tahu rencana yang kalian buat akan terwujud satu-satu. Tapi setidaknya kamu harus tahu, cowok yang sering umbar janji perlu kamu teliti lagi karakter dirinya seperti apa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya