Semakin dewasa tentu hubungan jadi jauh lebih ingin dibawa ke arah yang mapan dan serius. Perbincangan mulai bergeser dari sekadar, “Mau makan di mana?” jadi “Nanti kita bisa punya tempat tinggal seperti apa ya?”

Dalam proses mencapai hubungan yang mapan, janji-janji kerap tidak bisa begitu saja disingkirkan. Sebagai cewek kadang kita begitu mudah percaya. Menganggap semua yang pria ini tawarkan pasti benar adanya.

Padahal ada tanda yang mesti diwaspadai. Walau sudah menjanjikan banyak hal cowok nggak akan memberimu keseriusan jika sudah begini.

Janjinya banyak tapi jawabannya selalu ‘Nanti.’ Kamu merasa digantung. Tidak pasti

“Iya Sayang, nanti kita punya perpustakaan bareng ya. Bukumu di sebelah kanan. Bukuku di sebelah kiri.”

Saat berbicara soal masa depan dia punya banyak mimpi yang terdengar manis sekali. Membuatmu ingin segera men-skip hari sampai di masa kalian bisa bercumbu tanpa takut dosa lagi. Tapi jika dikejar lebih jauh tentang kapan dan bagaimana dia akan mewujudkannya jawabannya selalu Nanti.

Advertisement

Kebimbangannya ini membuatmu merasa digantung. Ada rasa nyaman karena tidak pasti.

Dia lebih banyak membahagiakanmu lewat perkataan. Bukannya perbuatan

Coba pikir lagi. Mana yang lebih sering membuatmu bahagia? Dibilang cantik, manis, menyenangkan — atau dikejutkan dengan permainan gitarnya di depan mata?

Jika jawabannya masih yang pertama maka kamu masih layak bertanya. Sebab pria yang memang ingin serius denganmu tidak akan begitu peduli pada apa yang mulutnya janjikan padamu. Dia yang betul-betul mau serius lebih fokus pada apa yang bisa ia lakukan untukmu.

Memang, kamu tidak akan dimanjakan oleh perkataan manisnya. Tapi kamu tidak perlu lagi bertanya hubungan ini akan dibawa ke mana.

Sesantai-santainya cowok keseriusan membuatnya mengusahakan masa depan berdua. Dia santai saja? Kamu layak bertanya

Kamu mengenalnya sebagai orang yang menganut prinsip going with the flow level dewa. Hidup sepertinya dijalani saja. Kalau ada sesuatu ya dihadapi, tidak perlu repot-repot mempersiapkan diri.

Bahkan cowok secuek ini juga akan berubah jika sudah menyangkut urusan hati. Walau tidak bilang secara gamblang diam-diam dia mulai mempersiapkan tabungan. Rumah kecilnya mulai dia siapkan agar kelak kamu bisa masuk dan merasa lebih nyaman.

Kalau dia sama sekali tidak menunjukkan perubahan, tetap menjalani hidup seperti tidak ada beban — keseriusannya layak dipertanyakan.

Kalau sampai kamu yang harus bertanya hubungan ini mau dibawa ke mana — barangkali memang bukan dia orangnya

Kamu boleh malas mengakui. Tapi jika ditanya secara jujur, kamu pun mengakui ada yang aneh dari hubungan ini. Ikatan yang sedang kalian jalani timpang sebelah. Ada yang berusaha lebih berat, sampai berdarah-darah. Sementara yang satunya melengos saja — seakan pasrah.

Sayangnya kamu lah yang jadi pihak yang berusaha sampai berdarah-darah. Sementara priamu tetap santai saja tanpa masalah.

Hingga sampai titik kamu harus bertanya hubungan ini mau dibawa ke mana. Menyingkirkan egomu sebagai wanita untuk mendapatkan kejelasan darinya. Dia bilang ingin serius padamu. Berkali-kali dia meyakinkan bahwa dia mencintaimu. Namun kamu tahu keseriusan tidak perlu diperjuangkan seberat itu. Gaung ingin mundur mulai terdengar di hatimu.

Semoga pria yang memang berniat serius padamu segera tiba. Sebelum dia muncul di depan mata, jangan pernah berhenti berusaha 🙂