Sepasang anak manusia tertawa bersama, dengan saling bertatap, dan tangan saling menggenggam. Dua pasang mata itu serta gelak tawa yang terdengar memberi tanda kebahagiaan yang sedang mereka rasakan. Tapi apakah iya kebahagian itu juga tanda nyaman untuk keduanya?

Sebab nyaman itu bukan hanya persoalan tertawa bersama. Nyaman lebih rumit dibanding bahagia yang memang bisa diciptakan dalam waktu yang singkat, terlebih dalam suatu hubungan. Kalau hanya mencari bahagia, kamu bisa saja bahagia sekarang, tapi besok belum jaminan itu akan terjadi. Berbeda dengan nyaman, yang kata orang bisa lebih bahaya dari jatuh cinta.

Supaya tak terjebak kesemuan belaka, ini lho perbedaan antara yang cuma cari bahagia dengan yang cari kenyamanan.

1. Bahagia persoalan memenuhi keinginan, tapi kalau nyaman persoalan melengkapi segala hal penting untuk hubungan

melengkapi via dylandsara.com

Bahagia atau nyaman memang kita yang menciptakan. Keduanya pun dibutuhkan dalam setiap hubungan. Tapi tak keduanya bisa menentukan seberapa sukses hubungan kamu ke depannya. Sebab menjalin hubungan hanya karena ingin bahagia, semua orang yang bisa membuatmu tertawa pasti bisa memenuhinya. Menyenangkan sudah pasti, tapi apa kamu ingat jika hubungan yang kamu jalani ini tak selalu menawarkan bahagia?

Advertisement

Berbeda dengan kenyamanan yang memang dicari untuk bisa sama-sama melengkapai kekekurangan masing-masing. Misalnya, kamu yang dulu tak pernah nyaman berada di keramaian, karena alasan tertentu. Kini bersama dengan dia, kamu justru bisa melihat sisi menyenangkan dari keramaian. Atau kamu yang biasanya cepat khawatir dan cemburuan, bersama dia yang dewasa juga serius benar-benar membuatmu merasa tenang. Kehadiran dia memang dicari untuk melengkapi kamu dan hubungan yang selama ini diingini.

2. Cari bahagia, ketika ada masalah bisa bikin berpaling. Tapi kalau udah nyaman, masalah seberat apapun tetap dihadapi

menyelesaikan masalah bersama via www.logancoleblog.com

Ini yang sering dibilang orang, bisa diajak bahagia belum tentu bisa diajak susah bersama. Bahkan saat kalian sedang menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan hubungan, kamu atau dia justru tak acuh dan enggan menyelesaikannya. Apalagi kalau salah satu di antara kalian sudah terbawa emosi, jurang pemisah bisa saja dengan mudahnya muncul.

Tapi lain ceritanya jika, kamu mencari hubungan untuk kenyamanan. Mau seberat apapun masalah yang dihadapi, kenyaman kalian membuat kamu dan dia bisa sama-sama tenang menghadapinya. Masalah juga bukan akhir dari kenyaman, kalian yakin suasan hubungan kalian akan kembali normal, jika kamu dan dia berhasil menyelesaikannya.

Kenyaman itu ibarat air yang pasti akan selalu menang menghadapi percikan api yang timbul tenggelam di antara kamu dan dia.

3. Cuma cari bahagia hati masih bisa berpaling ke yang lain, tapi menemukan kenyamanan bikin kamu bertahan dengan pilihan

bertahan dengannya via www.logancoleblog.com

Bahagia bisa diciptakan sekejap dengan semua orang yang kamu temui. Dijalan diajak berbicang dengan orang, kamu bisa saja tertawa lepas dan merasa bahagia dengan pembicaraan random. Bahkan melihat seseorang yang menarik di mata saja bisa membuat kamu tersenyum-tersipu, bukankah itu rasanya membahagiakan. Logikanya sama ketika kamu menjalani hubungan dengan landasan hanya mencari bahagia, yang tak menutup kemungkinan jika kamu akan berpaling. Sebab seringnya, kebahagian lain yang baru kamu temui bisa sangat menggiurkan dari yang dahulu.

Berbeda ketika kamu sudah nyaman dengan seseorang, jangankan berpaling untuk beranjak dari dirinya aja rasanya kamu segan. Sebab kamu takut, jika di luar sana tak ada kenyamanan yang sama dengan yang ditawarkannya. Jadi daripada melepas tapi tak jelas penggantinya, lebih baik kamu pertahankan itu dengan segala upaya.

4. Bahagia bisa hilang saat jenuh menyerang, tapi kenyamanan pasti berusaha mengubahnya sampai kembali membaik

nyaman tak akan membiarkan jika hubungan mulai membosankan via classycouples.tumblr.com

Musuh paling utama sebuah hubungan itu kejenuhan. Jenuh bisa menjadi awal bagi segala kemungkinan terburuk, seperti keinginan selingkuh bahkan berpisah. Sebab saat jenuh datang sudah pasti kamu dan dia akan jadi lebih sensitiv, mudah sekali terjadi kesalahpahaman, sampai mudah sekali menyerah dengan keadaan. Bukankah saat-saat seperti itu bahagai menjadi hal yang sulit untuk dicapai? Makanya jangan salahkan jenuh jika akhirnya kalian tak lagi sama-sama bahagia dan memutuskan untuk menyudahi semua.

Tapi semua nggak akan berlaku dengan rasa nyaman. Sejenuh apapun yang dirasakan, kenyamanan yang sudah terlanjur ada akan benar-benar mengubah keadaan kembali membaik. Paling kalian akan sedikit ribut-ribut kecil, lalu mengintrospeksi diri masing-masing, sampai akhir kamu dan dia sudah sama-sama tenang untuk membicarakannya baik-baik.

5. Cari bahagia bisa sama siapa saja, tapi mencari kenyamanan harus dengan orang yang tepat

dengan dia yang tepat via www.logancoleblog.com

Saking sederhananya sebuah kebahagian, menjalin hubungan pun bisa dilakukan dengan siapa saja, asalkan orang itu menyenangkan. Tapi membangun sebuah kenyamanan itu perlu banyak ramuannya, kamu perlu mencari seseorang yang bisa memunculkan chemistry. Setelahnya kamu harus mengenal dia lebih dalam, seperti apa sikap dan sifatnya. Sebab dari kedua hal itu kamu akan bisa menentukan posisi kenyamanmu terhadapnya, hanya sebagi teman atau sebagai pacar.

Dengan kata lain, mendapatkan nyaman itu harus dengan orang yang tepat. Ibarat kunci dan gembok, yang kalau tepat bisa saling terikat.

6. Pada akhirnya bahagia belum tentu nyaman, tapi nyaman sudah pasti bahagia

Nyaman dan bahagia via www.logancoleblog.com

Kenyaman itu lebih penting, sebab perasaan itu selalu menjadi alasan kalian untuk merasa bahagia bersama. Tapi Kebahagian, belum tentu bisa jadi alasan kamu untuk merasa nyaman dengan seseorang.

Hati-hati ya, bahagia dan nyaman itu beda tipis. Setipis cinta dan benci, yang seringnya membuat kalian salah paham dengan rasa-rasa ini.