6 Alasan Logis Kenapa Tak Mudah Mengakhiri Sebuah Hubungan, Meski Sudah Tak Lagi Merasa Nyaman

tidak mudah mengakhiri hubungan

Setiap orang pasti memiliki impian menjalin sebuah hubungan yang bahagia dengan pasangan hidupnya. Lantas, bagaimana jika ternyata setelah sekian lamanya bersama ternyata kebahagian tak lagi tercipta dan kenyamanan sudah tak ada lagi di antara keduanya? Haruskah mengakhiri hubungan ini? Ataukah tetap bertahan namun keadaan tak lagi berteman baik? Dilema sudah pasti, bingung untuk memilih sebuah keputusan menjadi hal yang selalu dipikirkan.

Ada banyak alasan kenapa kita tidak mudah untuk mengakhiri sebuah hubungan yang sudah terjalin dengan pasangan.

Advertisement

1. Sudah sangat lama menjalin hubungan dengan pasangan

Man and woman beside hand rail beside body of water

Man and woman beside hand rail beside body of water via http://www.pexels.com

Waktu yang sangat lama menjalin hubungan bersama orang yang disayangi adalah jadi alasan utama kenapa kadang beberapa pasangan susah mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungannya. Bukan hanya sebulan atau dua bulan saja, malah kadang bertahun-tahun lho hubungannya. Bahkan ada yang hampir sampai 7 tahun lamanya bersama dalam proses pacaran. Pertimbangan inilah yang membuat sulit untuk memutuskan sebuah hubungan begitu saja. Rasanya sayang jika waktu yang telah dilalui bersama selama ini akan kandas sebelum impian yang lain terwujud.

2. Banyaknya kenangan yang tercipta saat bersama dengan dia selama ini

Photography of couple holding hands

Photography of couple holding hands via http://www.pexels.com

Terlalu banyak momen-momen bahagia yang tercipta bersama dia orang yang kita sayangi sepanjang waktu. Nggak gampang lho buat melupakan bahkan menghapus kenangan tersebut begitu saja. Dari kenangan yang romantis sampai moment pas bikin greget. Nggak bisa kebayang kalau harus kehilangan itu semua 🙁

Advertisement

3. Sudah mengenal baik dan dekat dengan keluarga masing-masing

People taking photo front of green tree

People taking photo front of green tree via http://www.pexels.com

Bukan hanya dengan pasangan saja, tapi dengan keluarganya pun sudah akrab dan kenal baik sejauh ini. Kadang-kadang kita berdua sudah sepakat untuk mengakhiri hubungan, namun ternyata keluarga malah nggak mendukung kita putus dan memaksa untuk tetap mempertahankannya.

Agak berat memang jika kita dihadapkan situasi yang seperti ini. Mau nggak mau kadang kita diharuskan nurut sama orangtua. Nggak bisa putus dengan alasan orangtua dan pihak keluarga tak menyetujuinya.

4. Malu sama publik, apa kata mereka nanti jika nanti putus

Advertisement

Nah, alasan ini sebenarnya alasan sepele. Namun, dampak dari putus ya hubungan selain rasa sedih juga memang harus sanggup menahan malu pada keluarga nantinya, pada teman-teman deket, malu pada publik karena mungkin seorang publik figure yang cukup dikenal banyak orang.

Intinya nggak bisa putus karena nggak kebayang malunya seperti apa jika nanti akan ada yang mencemooh di belakang.

5. Takut nggak bisa dapatkan pengganti dia yang lebih baik lagi

Photo by taylor hernandez on Unsplash

Photo by taylor hernandez on Unsplash via https://unsplash.com

Ini yang menjadi kutukan setiap kali kita mau memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Takut jika sudah mutusin dia malah kita nggak bisa dapat penggantinya yang lebih baik lagi. Padahal jodoh sudah diatur sama Tuhan kan? Jadi, kenapa mesti takut jika dirasa dengan kita memutuskannya adalah pilihan yang terbaik?

6. Terjebak dalam sugesti positif

Photography of a woman sitting on the chair listening to

Photography of a woman sitting on the chair listening to via http://www.pexels.com

Kita kadang nggak sadar jika apa yang kita pikirkan adalah sugesti positif yang ternyata menjebak kita sendiri. Berpikir untuk tetap mempertahankan hubungan yang sebenarnya sudah tidak lagi sehat adalah penyiksaan terhadap diri sendiri dan pasangan. Kenapa harus tetap bertahan jika tak ada lagi kenyamanan? Jika tak lagi merasakan bahagia seperti dulu diawal? Jika terlalu banyak masalah yang ada setiap waktu? Dan hal-hal yang lain yang menjadikan semua ini tak lagi asyik dijalani. 

Baiklah, mungkin sebuah kesalahan bisa dimaafkan. Mungkin saja hubungan ini bisa diperbaiki atau mungkin ini semua hanya cobaan kita saja dalam menjalin sebuah hubungan. Tapi mau sampai kapan kita merasakan ini semua? Mau sampai kapan kita bertahan dalam keadaan yang seperti ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

perkenalkan sayahanya pengagum alam bukan traveller hanya sebatas hoby baca dan nulis bukan penulis bayaran hanya penyuka view bukan fotografer bukan penyanyi tapi suka nyanyi bukan pemusik tapi suka dengerin musik suka nyimak radio karna saya adalah announcer

Editor

une femme libre

CLOSE