Ketika menjalin hubungan, kamu tentu mengharapkan pasangan yang bisa tulus dan sungguh-sungguh mencintai. Tak rela rasanya jika dia yang kamu cintai ternyata hanya ingin main-main, atau bahkan menjadikanmu sebagai pelarian.

“Apakah pasanganmu sudah benar-benar mencintai, atau dia hanya butuh obat demi menyembuhkan luka hati?”

Perkara perasaan memang tak bisa dibuktikan hanya dengan kata-kata, sikap dan segala tindakan yang dia lakukan adalah bukti nyata. Selama masih terbayang kenangan mantan, hubungan yang kalian jalani mustahil bisa bertahan. Nah, bagaimana dengan dia yang mendampingimu sekarang? Sudahkah kamu mengenalnya dalam-dalam?

1. Pasangan yang menjadikanmu pelarian bisa dengan mudah menyatakan cinta. Dia yang akan mempertahankanmu selamanya justru butuh waktu lama untuk memantapkan hatinya

kamu hanya jadi pelarian via www.scrapcine.com

“Manusia itu makhluk banal yang mudah jatuh cinta setiap detiknya.”

Advertisement

Pameo di atas bisa jadi ada benarnya. Saat sebagian orang merasa sulit jatuh cinta, sebagian lagi merasa bahwa jatuh cinta adalah hal yang biasa. Tapi, apakah jatuh cinta selalu disertai keinginan untuk memulai hubungan yang baru? Tentu tidak ‘kan? Keputusan untuk pacaran atau memulai sebuah hubungan pastilah dibarengi berbagai pertimbangan yang matang.

Sama halnya ketika putus cinta. Butuh waktu untuk menetralisir perasaan. Kadang, kamu butuh lebih banyak waktu untuk sendiri demi bisa berdamai dengan sakit hati dan kecewa yang kamu rasakan setelah putus. Jika dia bisa dengan ringan memulai hubungan denganmu meskipun baru saja putus, kamu pantas curiga. Apakah dia memang tulus, atau sekadar mencari pelarian setelah putus?

Sementara, pasangan yang akan mempertahankanmu selamanya adalah dia yang benar-benar meyakini perasaannya. Jatuh cinta tak lantas membuatnya terburu-buru ingin memilikimu. Dia justru menikmati waktu dan proses yang panjang sebelum akhirnya mantap memilihmu.

2. Dia menganggapmu sebagai pelarian karena ingin melupakan mantan dan bersenang-senang. Dia yang sungguh mencintai mau berjuang demi hubungan kalian

hanya ingin bersenang-senang via alisonbuchanan.co.uk

Dia yang menjadikanmu sebagai pelarian berarti belum tuntas dengan kisah masa lalunya. Entah masih sayang dengan mantan atau belum bisa menerima kenyataan bahwa hubungannya sudah kandas. Dia tak mampu berdamai dengan dirinya sendiri sehingga merasa butuh seseorang yang bisa membantunya untuk “sembuh”. Pikirnya, punya pacar baru adalah solusi demi bisa melupakan mantan dan rasa sakit hatinya. Hubungan yang dijalani denganmu tak pernah melibatkan perasaan yang dalam, karena yang dia inginkan hanyalah bersenang-senang.

Jauh berbeda dengan dia yang mencintaimu dengan sungguh-sungguh. Perasaan yang dia punya sudah mantap, jujur, dan tanpa pamrih. Dia siap menghadapi segala hal dalam hubungan kalian, baik saat senang maupun susah. Dia pun tak enggan ketika harus berkorban atau berjuang demi mempertahankan hubungan denganmu.

3. Berdampingan dengan dia yang masih belum bisa melupakan mantan pastilah menyakitkan, apalagi jika dia ringan membandingkan kamu dan mantan

tentang mantan via www.onceuponimages.com

Berdampingan dengan pasangan yang masih terbayang mantan memang menyakitkan. Hatimu pasti terluka ketika pasanganmu ternyata masih sering menyebut nama mantannya, mengingat kenangan masa lalunya, atau bahkan membandingkan kamu dengan pasangan yang sebelumnya. Kamu tentu tak rela dibanding-bandingkan, karena bagaimana pun setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Hubungan memang sepatutnya dijalani dengan tulus. Tanpa perlu mengingat masa lalu, dia yang benar-benar mencintaimu akan fokus dengan hubungan yang kalian jalani. Setidaknya, sejak awal dia sudah mantap dengan perasaannya sendiri. Dia pun sudah baik-baik mempertimbangkan keputusannya untuk pacaran denganmu. Ketika perasaan yang dia miliki tak perlu diragukan lagi, kamu akan lebih bahagia menjalani hubungan dengan dia.

4. Bagi dia yang menjadikanmu sekadar pelarian, kamu bukanlah prioritas utama. Dia yang ingin bersamamu selamanya, menempatkanmu di posisi pertama

kamu = prioritas via www.enekastewart.com

Bagi dia yang menjadikanmu sebagai pelarian, kamu bukanlah prioritas utamanya. Justru hal-hal tentang mantan kekasihnya lah yang masih memenuhi isi kepalanya. Dia tak seberapa peduli dengan perasaan, kesehatan, atau hal-hal lain yang kaitannya denganmu. Meski kamulah yang jadi pasangannya, dia tak akan merasa keberatan ketika mengabaikanmu.

Sementara, bagi pasangan yang tulus mencintai, kamu adalah prioritas utama. Segala hal tentangmu akan jadi perhatian dan fokusnya. Apa kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan urusan kuliah atau pekerjaanmu? Apakah kamu makan teratur dan menjaga kesehatan setiap harinya? Kadang, perhatiannya padamu justru berlebihan. Tak jarang, dia malah mengabaikan dirinya sendiri lantaran terlalu fokus memikirkanmu.

5. Jika kamu hanyalah pelarian semata, hubungan yang kalian jalani tak akan bahagia atau bertahan selamanya

hubungan yang minim drama via buttonsandlacephotography.wordpress.com

Tulus atau tidaknya pasanganmu akan terlihat dari hubungan yang kalian jalani. Bersama dia yang tak benar-benar mencintai, hubungan kalian akan terasa banyak masalah. Tak heran jika kalian pun sering terlibat salah paham atau bahkan bertengkar hebat. Pasalnya, rasa cinta dan sayang yang dia punya tak cukup kuat untuk jadi fondasi hubungan kalian.

Berdampingan dengan dia yang tulus justru membuat hubungan kalian minim drama. Kamu dan dia selalu punya cara untuk menyelaraskan perbedaan, menyelesaikan masalah, atau menemukan solusi demi kebaikan bersama. Modal utama kalian dalam menjalani hubungan adalah perasaan saling cinta dan saling sayang. Yang pasti, berdua kalian punya keinginan dan harapan yang sama. Bahwa segala usaha akan kalian lakukan demi bertahan dan tetap sama-sama.

6. Saat kamu hanya dijadikan pelarian, dia tak akan berusaha mempertahankan hubungan atau bersemangat memikirkan masa depan kalian

kamu punya komitmen via www.photomadly.com

Saat hanya dijadikan pelarian, kamu akan bisa merasakan bahwa hubungan yang kalian jalani sepertinya tak punya masa depan. Tak hanya terlihat dari sikap dan perilakunya, dia pun sering sengaja menghindar saat kamu mulai mempertanyakan perkara masa depan hubungan kalian. Tak jarang, obrolan-obrolan seputar rencana masa depan justru membuatnya kesal dan memilih menghindarimu.

Dia yang mau mempertahankan hubungan denganmu justru akan melakukan sebaliknya. Bicara tentang hari tua justru membuat wajahnya berbinar. Dia pun begitu semangat saat membayangkan pernikahan kalian, hendak punya anak berapa, tinggal dimana, atau ingin punya rumah yang seperti apa. Hubungan yang dijalani denganmu memang serius, sehingga dia akan berusaha menjaga komitmen yang kalian sepakati bersama.

7. Hubungan yang kalian sekadar kedekatan fisik semata, tak ada ikatan emosi yang kuat meski kalian sering terlihat bersama

hubungan yang dekat secara emosional via www.jeongyi.com

Dia yang menjadikanmu sebagai pelarian menganggap hubungan kalian sekadar fisik semata. Kalian memang sering terlihat jalan bersama atau makan berdua, tapi kedekatan diantara kalian tak melibatkan perasaan yang dalam. Padahal, hubungan semacam ini sangat rawan dilanda bosan atau kejenuhan. Dan ketika rasa jenuh sudah mencapai puncaknya, dia tak akan berat hati untuk meninggalkanmu.

Lain halnya saat berdampingan dengan dia yang tulus dan sungguh-sungguh mencintai. Hubungan atau kedekatan kalian tak sekadar soal fisik, tapi juga melibatkan emosi. Saat pergi makan malam berdua, kalian bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengobrol tentang apa saja. Kalian bisa tertawa lepas berdua, dan tak keberatan jika harus berbagi air mata bersama.

8. Pengalaman gagal membuat dia punya harapan yang berlebihan tentang hubungan kalian. Tapi bukankah hubungan cinta seharusnya dijalani mengalir saja agar kalian bisa bahagia?

hubungan kalian penuh cinta via www.kaskus.co.id

Saat masih dibayangi kegagalan di masa lalu, dia cenderung punya ekspektasi atau harapan berlebih tentang hubungan yang baru. Dia berharap kamu bisa jadi pasangan sempurna yang bisa selalu membahagiakan dan menyenangkan hatinya. Dia percaya bahwa hubungan denganmu bisa mengobati luka hatinya, sekaligus melupakan masa lalunya.

Padahal, tak ada hubungan yang selalu menjanjikan kebahagiaan. Bahagia itu baru bisa dicapai ketika sepasang kekasih mau sama-sama mengusahakannya. Nah, hal inilah yang baik-baik dipahami pasangan yang benar-benar mencintaimu. Bagi dia, hubungan yang kalian jalani tak selayaknya dibebani dengan banyak harapan. Asalkan punya perasaan yang dalam, kalian bisa menjalani hubungan yang rileks tapi tetap bahagia.

Nah, gimana? Masuk golongan yang manakah pasanganmu saat ini? Semoga dia tidak termasuk yang menjadikanmu sebagai pelarian, tapi mau mempertahankan hubungan kalian, ya! 🙂