Beberapa hari ini, kisah cinta pemilik akun facebook Retchy Jabang Saputri banyak dibicarakan netizen. Lewat akun pribadinya, ia membagi foto mantan kekasihnya yang bersanding di pelaminan bersama cewek lain. Padahal menurut pengakuannya, dia dan pria itu sudah menjalin hubungan selama 6 tahun. Dan selama 2 tahun terakhir dilewati dengan hubungan jarak jauh. Tanpa banyak memberikan penjelasan, si pria tiba-tiba menghubungi Retchy untuk meminta maaf harus mengakhiri hubungan dan memberikan undangan pernikahan.

Tak ada yang bisa membayangkan jika berada di posisi Retchy. Karena mengalami putus cinta di tengah jalan tanpa ada kepastian sebelumnya memang terasa menyakitkan. Perjuangan yang telah bertahun-tahun dilalui, jelas terasa sia-sia. Waktu pun terasa terbuang percuma. Namun di balik kondisi hati yang mungkin tak bisa lagi dijelaskan bagaimana sakitnya, ada hal yang harus tetap bisa kamu relakan dengan legawa.

Poros dunia yang mendadak kacau, membuatmu masih berpikir mungkin ini hanya mimpi semu

Ini hanya mimpi semu

Ini hanya mimpi semu via dylandsara.com

Advertisement

Bertahun-tahun menjalani hubungan yang kamu pikir akan selalu baik-baik saja, lalu harus berakhir tiba-tiba, tentu membuat poros duniamu mendadak kacau. Meski terdengar berlebihan, tak dipungkiri mau tidak mau kamu harus mengalami limbung seketika. Tahap denial pun tak luput kamu lewati. Mencoba berpikir bahwa ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir ketika kamu terbangun.

Namun sayangnya, inilah kenyataan yang memang harus kamu hadapi. Kenyataan yang bagimu lebih menyakitkan dibandingkan mimpi buruk yang selama ini sering kamu alami.

Merelakan jelas tak pernah mudah. Namun menggenggam dia yang memilih pergi, jauh lebih menyiksa

Menggenggam justru akan lebih menyakitkan

Menggenggam justru akan lebih menyakitkan via unsplash.com

Setelah menerima kenyataan yang bagimu sangat menyakitkan ini, merutuk berkali-kali pun tak bisa membuat hati dan pikiranmu lebih lega. Malah akan membuat dirimu lebih sakit lagi. Merelakan mungkin menjadi pilihan paling berat yang harus kamu jalani, tapi akan paling melegakan nantinya.

Advertisement

Merelakan jelas tak pernah mudah, kamu dipaksa menerapkan ilmu ikhlas yang tak semua orang bisa kuasai. Namun asal kamu tahu, mempertahankan dia yang memang sudah tak ingin berada di sisimu adalah keputusan yang paling salah. Jika kamu mengambil keputusan ini, kamu pasti akan menyesalinya di kemudian hari.

Biarkan dia yang memilih pergi untuk mengambil jalan hidupnya sendiri. Kamu juga berhak menentukan jalan hidup baru setelah ini. Merelakan sesuatu yang telah kamu sadari tak akan pernah kamu miliki, pada awalnya memang menorehkan luka menganga. Tapi bukankah lebih baik luka sekarang, dan hidup tenang kemudian? Setidaknya rasa tidak diinginkan tidak akan kamu rasakan selamanya.

Dari sini kamu belajar menghargai diri sendiri. Toh kadang hidup memang kadang harus berjalan tak sesuai keinginan pribadi

Hidup tak bisa berjalan sesuai keinginan

Hidup tak bisa berjalan sesuai keinginan via www.indiaearl.com

Kamu jelas masih punya harga diri, yang tak perlu mengemis dia untuk bertahan jika keputusannya untuk pergi sudah bulat. Dari sini, kamu diingatkan kembali untuk kembali menghargai diri sendiri. Siapa tahu selama menjalani hubungan bersama dia, kamu lupa untuk mencintai diri sendiri. Karena terlalu fokus mencintai dia setengah mati.

Padahal rumus agar tak sakit hati cuma satu, yakni cintai dirimu sendiri dulu sebelum mencintai orang lain setengah mati.

Kamu pun harus menyadari satu hal, bahwa hidup tak bisa selalu berjalan dengan rencana yang kita rancang. Karena sebaik apapun rencana yang sudah kita siapkan, selalu ada rencana Tuhan yang lebih besar. Itulah mengapa, tak selalu hidup bisa berjalan sesuai dengan yang kita inginkan.

Karena yang baik saja belum tentu mampu bertahan hingga akhir hari. Justru dia yang tangguh yang layak diperjuangkan hingga nanti

Butuh dia yang tangguh

Butuh dia yang tangguh via tandshughesphotography.com

Sementara berbicara tentang seseorang yang bisa bertahan hingga nanti, kamu butuh seseorang yang tak sekadar baik saja. Dia yang selama ini yang tak pernah luput membalas pesanmu, belum tentu dia yang akan melamarmu. Atau dia yang memilih lama bersamamu, belum tentu akan menjadi orang yang memilihmu menjadi pelabuhan terakhirnya.

Memilih pasangan hanya karena label baiknya, rasanya semakin kesini sudah terasa semakin naif. Kamu memang membutuhkan orang yang baik sebagai jodohmu kelak, tapi sosok dia yang tangguh sebenarnya jauh lebih kamu butuhkan. Dia yang tangguh bertahn justru yang layak kamu perjuangkan hingga nanti. Karena meski sesekali dia yang tangguh membuatmu memar di hati, namun apapun yang terjadi dia juga yang akan bergeming memilih bertahan di sisimu.

Kalau dia memilih pergi, artinya Tuhan sedang menyiapkan jodoh yang lebih layak untukmu nanti

Bersabar sedikit lagi saja

Bersabar sedikit lagi saja via tandshughesphotography.com

Jangan ditanya bagaimana rasanya ditinggalkan. Hati yang remuk itu sudah tak tahu bagaimana caranya bisa terbentuk lagi. Kalimat penenang seperti “Sabar ya,” hanya akan menjadi pemanis sementara. Karena jauh di lubuk hati terdalam, kamu tahu tak akan bisa sabar menghadapi kondisi seperti ini.

Namun kalau kamu sedikit mau bersabar sebentar lagi saja, sebenarnya Tuhan sedang menyiapkan dia yang lebih baik. Kamu sudah diselamatkan dari orang yang mungkin nantinya tidak akan bisa membahagiakanmu. Jodoh yang lebih layak pun sedang dipersiapkan untukmu.

Menghadapi kondisi seperti ini memang tak pernah mudah. Pun tulisan ini tidak memintamu untuk langsung merelakan dia yang telah pergi begitu saja. Selalu ada proses berat yang harus kamu jalani sebelumnya. Namun setidaknya alasan-alasan ini akan membuatmu kembali berpikir, bahwa terlalu lama tenggelam dalam penyesalan juga tak akan membawa hidupmu kemana-mana. Kamu hanya akan terjebak di satu sisi yang sama sambil terus-terusan meratapi nasib.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya