Belajar Dari Anak Vespa, Hubungan Rusak Itu Diperbaiki, Bukannya Langsung Diganti~

Memperbaiki hubungan rusak

Selama ini kita tahu bahwa anak Vespa lawas selalu punya keunikannya tersendiri. Meski terkadang ada aja orang-orang tertentu yang menganggap mereka ini kurang kerjaan, kotor, dan sebagainya, harus diakui juga bahwa kesabaran dan ketelatenan anak-anak Vespa ini patut diapresiasi setinggi-tingginya. Tengok aja bagaimana mereka selalu memaknai Vespanya sebagai salah satu bagian dari hidupnya. Dirawat dan disayang-sayang sampai sebegitunya.

Advertisement

Tentu hal tersebut relate banget jika dianalogikan dan dibandingkan dengan hubungan orang-orang zaman sekarang. Zaman di mana orang-orang lebih banyak mengganti sesuatu yang udah rusak dengan yang baru, bukannya memperbaikinya. Begitupun dengan hubungan, keberadaan anak Vespa ini seolah-olah menjadi tamparan keras bagi banyak orang, kenapa ya kok pada lebih milih buat mengganti, padahal kan ada opsi memperbaiki terlebih dahulu?

Kalau memang masih bisa diperbaiki, kenapa harus buru-buru cari penggantinya? Toh terkadang ganti yang baru itu bukan jadi jawaban kalau yang bermasalah adalah kamu sendiri

Ilustrasi hubungan via www.thetimes.co.uk

Nggak dimungkiri lagi bahwa yang namanya urusan hati itu nggak bisa dipaksakan, sulit untuk dimengerti, dan tentunya juga banyak banget lika-likunya yang nggak bisa disamakan satu sama lain. Tapi, yang jadi masalah adalah prinsip kita selama ini saat menjalin hubungan dengan orang lain. Sadar nggak sih, banyak dari kita yang cuma sekedar lagi marahan sama kekasih aja tahu-tahu udah cari pelarian. Mending kalau pelariannya adalah aktivitas-aktivitas positif buat nenangin pikiran, tapi faktanya nggak jarang tuh kita cari pelarian ke orang lain. Ujung-ujungnya ya bakal jadi cikal bakal masalah baru karena adanya orang ketiga. 

Padahal, kalau dipikir-pikir lagi selama itu masalah datangnya dari kita sendiri ataupun kekasih, bisa kok sebenarnya diperbaiki kalau memang niat. Kamu perlu ingat, bahwa yang mengganti sesuatu yang lama karena dianggap rusak dengan sesuatu yang baru itu terkadang bukan jadi jawaban yang tepat. Alih-alih bisa semakin lancar, yang ada malah tambah masalah baru kalau problem utamanya belum kita perbaiki.

Advertisement

Dengan memperbaiki pelan-pelan, kamu jadi bisa saling belajar apa itu arti memahami bersama-sama

Kalau bisa memperbaiki, kenapa harus mengganti? via www.buzzfeed.com

Setiap hubungan pasti selalu aja ada masalah yang mengikuti di belakangnya. Jangankan hubungan yang memang udah toxic, lha wong yang nggak toxic pun juga nggak bakalan terlepas dari yang namanya masalah kok. Ibaratnya, mau sepelan-pelan apapun kamu menjalani hubunganmu, pasti tetap ada masalahnya meski cuma kecil. Entah itu yang menyangkut tentang kebiasaan, komunikasi, kegiatan sehari-hari, dan semacamnya. Intinya adalah kamu nggak bisa lepas dari masalah.

Di sisi lain, ternyata memperbaiki hubungan selama itu bukan merupakan hubungan toxic itu banyak banget manfaatnya. Salah satunya adalah kamu bisa saling belajar dengan pasanganmu tentang apa itu arti memahami satu sama lain. Belajar menghadapi cobaan dengan sabar, nggak cepat menyerah, mengendalikan emosi, dan tentunya menahan ego masing-masing. Ingat, yang namanya pasangan hidup itu adalah salah satu hal yang bakal dan harus kamu jaga seumur hidup lo. Artinya, urusan hati itu nggak cuma berlaku sesaat, tapi juga sampai nanti kamu tumbuh menua bersamanya.

Nggak ada suatu hubunganpun yang jalannya mulus tanpa hambatan sama sekali, kalau kamu cari yang begitu ya nggak bakalan ketemu

Advertisement

Setiap hubungan pasti bakal punya masalah via www.telegraph.co.uk

Satu hal yang terkadang banyak dilupakan oleh kita adalah persoalan yang kali ini. Semasa hidup nggak jarang kita terlalu sibuk mencari pasangan yang sempurna, orang yang punya banyak kesamaan dengan diri kita sendiri. Bahkan sering juga nggak sih kita memaksakan kehendak tersebut sampai menghilangkan akal sehat kita sendiri dan melupakan kenyataan bahwa nggak ada suatu hubungan yang jalannya bisa mulus tanpa hambatan sama sekali. Apalagi sampai mencari orang lain yang benar-benar punya kesamaan persis dengan kita.

Namanya pun juga berhubungan dengan orang lain, mau nggak mau kita harus menyatukan perbedaan yang ada. Coba deh bayangin, kalau kamu dan pasanganmu nggak punya perbedaan, apa malah nggak bosen tuh? Tiap hari yang dilakukan cuma itu-itu aja, hobi sama, kegiatan sama, sifat pun juga sama. Artinya, dinamika dalam suatu hubungan itu juga diperlukan lo, entah itu naik ataupun turun.

Percayalah, nggak semua hal yang rusak itu bisa buru-buru diganti dengan yang baru. Seperti yang selalu ditelateni anak Vespa, ada kalanya kamu memang harus memperbaiki dan merawatnya terlebih dahulu agar mengerti apa itu arti perjuangan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE