Kadangkala, rasa ingin punya pacar itu muncul dalam hati. Apalagi kalau melihat pasangan yang sedang sweet-sweetnya. Kan pengin juga memiliki seseorang untuk diajak bicara seperti mereka. Namun, seringkali rasa ragu itu terbersit di dada. Emangnya iya aku sudah siap menjalin hubungan dengan seseorang? Apakah secara mental aku sudah melupakan pengalaman buruk di masa lalu dan membuka hati untuk seseorang yang baru?

Atau jangan-jangan kamu hanya takut sendirian? Padahal, punya pacar juga bukan jaminan seseorang untuk tidak lagi merasakan kesepian. Pun, cepat-cepat punya pengganti setelah putus cinta bukan berarti kamu akan lebih bahagia. Daripada buru-buru, kenapa tidak ditunggu sampai hatimu benar-benar siap dulu? Cek dulu dalam dirimu. Kalau hal-hal ini masih terjadi, sebenarnya kamu hanya takut sendirian. Bukan benar-benar butuh pasangan.

1. Kamu masih sering teringat mantan, dan amarah masih terasa setiap kali ingat soal kandasnya hubungan kalian

masih sering ingat mantan via www.123rf.com

Advertisement

Pengalaman buruk di masa lalu begitu menyakitkan. Pertengkaran besar yang berujung pada berakhirnya hubungan masih membayangimu sampai sekarang. Kamu masih sering kesal pada mantan, tetapi, melihatnya jalan dengan seseorang pun membuat hatimu cenut-cenut tak karuan. Rasa sepi setelah mantan pergi membuatmu kelabakan sendiri, dan ingin segera mendapatkan pengganti. Kalau ini sih fix kamu hanya tak ingin sendiri lagi.

2. Menjelang akhir pekan, kamu selalu butuh kegiatan dan teman. Rasa panik selalu menghampiri saat kamu sadar kamu belum punya rencana

akhir pekan buatmu bingung mau ngapain via unsplash.com

Akhir pekan adalah hari yang paling ambigu bagimu. Kamu senang karena kamu bisa lebih santai dari biasanya, tetapi, kamu juga kalut bila akhir pekan tiba tapi kamu belum punya rencana. Teman-teman yang kamu hubungi sudah punya kesibukan sendiri-sendiri. Sementara kamu terlalu malas melakukan sesuatu atau pergi ke suatu tempat bila harus sendirian. Kamu pun panik, dan merasa jadi orang paling malang sedunia. Hanya karena kamu sendirian di akhir pekan.

3. Kamu selalu membayangkan pasangan ideal adalah dia yang selalu ada untukmu selama 24 jam. Kan enak kalau ke mana-mana nggak sendirian

kamu ingin dia selalu menemanimu via unsplash.com

Pasangan yang kamu cari itu yang seperti apa sih? Kalau kamu mencari dia yang selalu ada untukmu, setia mengantarmu ke mana-mana, dan tak pernah membiarkanmu sendirian, berarti kamu memang belum siap menjalin hubungan. Mundur saja dulu daripada nanti kecewa. Sebab sebuah hubungan tentu tak harus mengambil semua kemandirian. Meski nantinya ada seseorang di sisimu, dia juga punya urusan sendiri yang harus diselesaikan. Kan kasihan kalau dia harus mengurusimu terus-terusan.

4. Hari-harimu masih sering keteteran. Kadang terlalu fokus pada sesuatu, kamu lupa mengerjakan yang lainnya

sudah bisa atur waktu? via unsplash.com

Advertisement

Selain cinta dan komitmen, menjalin sebuah hubungan juga butuh skill manajemen waktu yang baik juga lo. Jangan sampai terlalu asyik pacaran, sampai-sampai urusan lain keteteran. Jangan sampai hubungan membuat urusan lain dalam hidupmu jadi mandeg begitu saja dan akhirnya hubungan itu justru menghambatmu berkembang. Untuk bisa pulang kantor tenggo dan kencan dengan si dia, kamu harus bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum waktunya. Jadi kalau kamu masih sering keteteran menyeimbangkan hidupmu, sebaiknya fokus pada salah satunya dulu.

5. Kamu selalu ingin didengarkan dan diprioritaskan. Meski kamu sebenarnya tahu bahwa dia setiap orang punya urusan

harus mau mendengarkan via www.123rf.com

Jika punya pasangan, kamu ingin kamu yang jadi prioritas. Kamu senang bercerita, dan kamu senang didengarkan. Kepentinganmu harus diutamakan, dan dia harus selalu pengertian. Jika pola pikirmu seperti ini, justru kasihan yang menjadi pasanganmu nanti. Sebab menjalin hubungan, semestinya kita harus mengurangi tingkat ego dan belajar untuk saling mendengarkan. Karena sebuah hubungan selalu tentang dua orang, bukan hanya tentangmu seorang.

6. Minta password HP dan media sosial adalah hal yang kamu pikirkan setiap kali punya pasangan. Kamu merasa harus memastikan dia tidak main-main di belakang

minta semua password via www.istockphoto.com

Apakah kepercayaan harus dibuktikan dengan memberikan akses password HP dan media sosial kepada pasangan? Apakah bila dia menolak memberikan, berarti dia tidak bisa dipercaya? Bila kamu sudah benar-benar siap menjalin hubungan, kamu pasti tahu bahwa kepercayaan tak bisa hanya dilihat dari password media sosial. Kamu juga akan tahu bahwa meski pacaran, baik kamu dan dia sama-sama berhak dihargai privasinya.

Memang tak ada yang salah mengawali sebuah hubungan dengan alasan mencari teman diskusi agar tidak kesepian. Namun menjadikan itu sebagai satu-satunya motifmu, akan membuatmu sembarangan dalam mencari pasangan. Yang penting ada saja, soal perasaan atau apakah dia kompatibel dengan sifatmu atau tidak, itu urusan belakangan. Padahal memilih baju saja kamu bisa berjam-jam, masa mencari pasangan kamu mau sembarangan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya