6 Alasan Etis Harus Berhenti Mengejar Setelah Cinta Ditolak. Jangan Malah Bikin Dukun Bertindak

Cinta Ditolak

Apa yang kamu lakukan ketika cintamu ditolak oleh pujaan hati? Apakah kamu akan mundur teratur, dan cepat move on serta mencari gebetan lain? Atau kamu tetap mengejarnya, memaksa mendatanginya setiap hari, mengirimkan berbagai hadiah, dan rutin menghubungi, sembari berharap dia akan berubah pikiran?

Advertisement

Yang kedua itu mungkin terdengar romantis. Kegigihan pejuang cinta semacam ini adalah plot cerita favorit dalam novel romantis, karena, kalau dia terus berjuang meski sudah ditolak bukankah itu berarti cintanya sangat besar? Tapi di dunia nyata, hal itu justru sangat mengganggu dan sebaiknya nggak kamu lakukan lagi. Ketika cintamu ditolak dengan tegas dan dengan alasan yang jelas, mundurlah. Jangan mengejar-ngejar lagi, apalagi memaksa dia mengganti keputusan. Berikut beberapa alasannya.

1. Berhenti menganggap orang yang berkata “tidak” itu sebenarnya ingin dikejar lebih keras

tidak berarti tidak (photo by yanalya) via www.freepik.com

Salah satu pemahaman yang sesat tentang maksud kata “tidak” ini sering dialami oleh cewek. Banyak yang bilang bahwa kalau cewek bilang “nggak” itu artinya dia mau dikejar lebih keras lagi. Ya, mungkin ada sebagian yang berpikir demikian, tapi banyak pulang yang berkata “tidak” yang artinya memang tidak. Jadi, berhentilah mempercayai pendapat usang bahwa cewek itu selalu kontradiktif antara ucapan dan tindakan.

2. Meski ada yang menganggapnya romantis, sikapmu itu sebenarnya creepy. Dia yang kamu sayang malah semakin nggak nyaman

Sikapmu itu mengganggu (photo by Adrienn) via www.pexels.com

Dari kacamata orang lain, mungkin tindakanmu itu romantis. Tetap gigih berjuang meski mendapat penolakan, karena cinta kan memang butuh diperjuangkan. Tapi, bagi orang yang kamu kejar, itu nggak ada romantis-romantisnya. Malah sikapmu itu terkesan menyeramkan. Bagaimana kamu tetap mengejar setelah ditolak, memaksa untuk datang dan menghubungi, bukanlah hal yang romantis dan menyenangkan baginya. Yang ada, dia malah terganggu.

Advertisement

3. Lagipula bukankah itu namanya menghancurkan harga dirimu sendiri, kalau tetap memaksa dan mengejar meski berkali-kali ditolak?

menghancurkan dirimu sendiri (photo by Min An) via www.pexels.com

Percayalah, sikapmu yang terus mengejar saat sudah ditolak itu nggak akan membuat pujaan hatimu berubah pikiran. Yang ada dia akan semakin ilfil dan menganggapmu sebagai gangguan. Lagipula, kenapa kamu nggak memikirkan dirimu sendiri? Kamu bukan hanya membuatnya terganggu, tetapi juga menghancurkan harga dirimu sendiri. Menyatakan cinta dan ditolak memang bukan sesuatu yang perlu disesali, karena itu artinya kamu cukup berani mengakui perasaanmu sendiri. Tapi lain halnya kalau sudah nembak berkali-kali dan ditolak tapi terus-terusan memaksa. Memangnya nggak ada orang lain yang bisa didekati ya?

4. Perkara cinta memang perlu diperjuangkan. Tapi jangan lupa menghargai keputusan setiap orang

hargai keputusannya (Photo by mentatdgt) via www.pexels.com

“Tapi kan cinta emang harus diperjuangkan!”, begitu kamu berkilah. Betul, cinta memang harus diperjuangkan. Karena kalau cinta doang tapi nggak berjuang itu namanya bohong. Tapi, sosok yang kamu sayangi memiliki pemikiran, pertimbangan, perasaan, dan otoritas untuk membuat keputusan. Jadi, kenapa kamu nggak bisa menghargai keputusannya? Karena meski cintamu begitu besar di dalam dada, kamu nggak bisa memaksakan orang lain untuk memiliki rasa yang sama.

5. Mengejar cinta seseorang bisa dengan berbagai cara. Kenapa tak perbaiki diri dan jadikan dirimu lebih bersinar supaya dia terpikat saja?

kejar cinta dengan cara lain via www.123rf.com

Lalu, apakah berhenti mengejar-ngejar artinya kamu menyerah dan mundur? Nggak selalu berarti demikian kok. Memperjuangkan cinta itu bisa dengan berbagai cara. Kamu bisa mengubah pendapatnya tentangmu dengan memperbaiki diri sendiri. Temukan dan tingkatkan seluruh potensi diri, sehingga kamu berhasil menjadi versi terbaik darimu. Hal-hal konkret seperti ini justru bisa mengubah pikirannya tentangmu, dan mungkin mengubah penolakan menjadi persetujuan. Jadi, daripada memaksa supaya diterima, lakukan saja perjuangan ‘gerilya’ dengan menjadikan dirimu mempesona, sehingga dia bisa membalas cintamu. Lebih keren ‘kan?

Advertisement

6. Memaksakan diri mendekati dia yang menolakmu hanya membuang-buang kesempatanmu untuk menemukan sosok lain yang mungkin perasaannya mutual denganmu

kamu berkesempatan bertemu orang lain via www.123rf.com

Move on memang lebih mudah dikatakan ketimbang dilakoni. Rasa sayang dalam hati juga bukan lampu yang bisa dinyalakan dan dimatikan sesuka hati. Meski dia sudah menolakmu, tetapi cintamu itu masih teramat besar. Tapi, ingatkah kamu bahwa terlalu fokus pada dirinya dan upayamu membuatnya mengubah keputusan itu bisa membunuh kesempatanmu untuk menemukan belahan jiwamu yang sebenarnya? Padahal dia hanya satu di antara tujuh miliar orang di dunia.

Ditolak setelah menyatakan cinta bukan hal yang memalukan dan patut disesali kok. Yang namanya cinta memang harus diperjuangkan, dan bila memungkinkan, dikatakan. Tapi memahami batas dan menghargai keputusan orang lain itu wajib hukumnya. Penolakannya itu pasti beralasan. Dan nggak mau ‘kan si dia malah membencimu karena kamu ngeyel meski sudah ditolak berkali-kali? Cinta sih cinta, tapi nggak begitu juga sih caranya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE