Sepertinya lebih mudah untuk melupakan hal-hal “sepele” seperti janji temu daripada seseorang yang pernah berarti dalam hidupmu. Ya, pikiran kita bekerja dengan cara unik seperti itu.

Meskipun secara teori kita tahu bahwa diri kitalah yang punya kendali atas pikiran sendiri, pada kenyataannya banyak hal yang membuat kita merasa seolah tak punya kontrol apa-apa. Tak terkecuali — bahkan mungkin terutama — dalam hal cinta.

Advertisement

Kata-kata yang pernah ia ucapkan dulu sering tiba-tiba muncul begitu saja. Kamu menghabiskan waktu memikirkan kesalahan apa yang pernah kamu lakukan kepadanya. Tanpa sadar, karena tak tahan lagi disakiti, kita terpaksa berpura-pura bahwa kita tak lagi peduli. Meskipun kenyataannya, kita belum merasa ikhlas ataupun melepaskan diri.

Sesungguhnya kamu tak perlu berpura-pura tak peduli lagi. Kadang, langkah yang paling cepat untuk menyembuhkan luka justru mengakui bahwa dirimu masih sangat sakit hati.

Mungkin kamu bisa bohong pada orang lain dan berkata, di pikiranmu dia tak lagi ada. Namun dirimu selalu tahu perasaanmu yang sebenarnya

Berhenti berpura-pura karena itu akan merugikan dirimu sendiri via weheartit.com

Mungkin alasanmu untuk menyimpan ‘detail’ peristiwa yang membuatmu berpisah dengannya memang bisa dipahami, namun jika kamu mulai membentuk sebuah kebohongan atas diri sendiri maka itu sudah tak bisa dimaklumi. Jangan pernah membohongi diri sendiri untuk berpura-pura tak peduli ketika kenyataan masih berbicara bahwa hatimu masih sangat peduli.

Advertisement

Tidak ada gunanya berpura-pura pada dunia. Jika kamu masih terluka, tunjukkan saja apa adanya. Asal jangan sampai orang-orang terganggu dengan segala dengunganmu tentangnya yang tak kunjung usai. Tidak perlulah kamu terlalu menolak segala sesuatu tentangnya, toh memang dia pernah menjadi bagian dari hidupmu, bukan?

Membantah realita dan menganggapnya tak pernah ada bukan solusi. Ini hanya akan membuatmu melakukan kesalahan sama di kemudian hari

Kamu akan mengulang membaca halaman yang sama via www.stocksy.com

Penolakan demi penolakan yang kamu lontarkan kepada teman-teman mungkin bisa sedikit melegakan. Namun jika sudah terlalu berlebihan sebaiknya kamu mulai mencoba untuk menerima kenyataan bahwa kalian memang sudah tak lagi bersama. Tak ada gunanya lagi kamu bersikeras untuk menolak segala fakta, karena semua sudah tahu kejadian yang sebenarnya. Kamu dan dia tak lagi berdua.

Agar kamu tidak terus-terusan membebani dirimu sendiri dengan perasaan yang sama, kamu perlu untuk belajar melepaskan meskipun menyakitkan. Mungkin kamu tak akan pernah bisa melepaskan sepenuhnya karena memang beberapa orang tinggal di dalam pikiran selamanya, namun jika kamu terjebak dalam kesalahan yang sama, kamu tak akan pernah bisa untuk melangkah.

Momen paling menyakitkan di hidup kita bukanlah untuk dilupakan, namun untuk diikhlaskan dan ditinggalkan.

Menggunakan hal-hal lain sebagai pelarian pun tak akan membantumu melupakan. Kamu pasti akan kembali mengingat luka sepanjang ia masih menganga.

Melarikan diri nggak akan menyelesaikan masalah via weheartit.com

Mencari sebuah pelarian ketika kamu berpisah dengan seseorang untuk mengalihkan perhatian memang memiliki keuntungan tersendiri. Namun tak akan selamanya keuntungan itu kamu dapati meskipun pelarian memang memberimu waktu untuk bernafas sedikit lebih lega karena memang itulah yang kamu butuhkan.

Menggunakan hal lain sebagai pelarian misal dengan pergi traveling ke suatu tempat mungkin mampu membawa pikiranmu ikut berkelana jauh, namun faktanya pelarian ini akan berlangsung sementara dan hanya akan menguntungkan di awal-awal saja. Karena ketika kamu kembali ke aktifitas sehari-hari, cepat atau lambat kamu akan kembali menghadapi situasi yang membuatmu lari.

Beberapa orang memang tak akan bisa kamu lupakan. Mereka justru layak kamu kenang, karena merekalah yang telah mengubahmu jadi sedemikian indah

Memories stay, people don’t… via weheartit.com

Mungkin beberapa orang meninggalkan bekas luka yang begitu dalam sehingga mau tak mau kamu akan selalu mengingat orang tersebut. Namun jika kamu berpikir lebih dalam lagi, kamu berhasil melewati pedihnya perpisahan dengannya, tak menutup kemungkinan bahwa kamu juga akan berhasil untuk belajar bahwa setiap orang memang tak akan pernah bisa kamu lupakan.

Bayangkan jika dia tak pernah membuatmu tersakiti, apakah kamu akan belajar arti dari memiliki?

Beberapa orang memang tidak bisa dilupakan, karena mereka memang diturunkan Tuhan untuk mengajarimu makna sebuah pertemuan.

Hadapi ini dan jangan bersembunyi. Pahami, lalu pelajari.

Let it go… via favim.com

Pada akhirnya ketika memang perpisahan yang harus diutamakan, perlahan-lahan kamu akan mengerti bahwa tidak semua orang harus saling memiliki. Dan dengan belajar mengikhlaskan, kamu akan semakin paham bahwa berpura-pura tidak peduli tidak akan menyelesaikan permasalahan yang kamu hadapi. Cukup duduk tenang dan nikmati segala proses yang akan terjadi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya