Hai kamu yang pernah datang ke hidupku dan sempat membuatku berpikir bahwa kamu memang tercipta untukku.

Apa kabar?

Advertisement

Bagaimana kehidupanmu sekarang? Setelah kepergian mendadakmu, kurasa keadaanku tak akan pernah sama baiknya. Iya, aku tahu kamu sering berkata padaku bahwa setiap orang datang ke hidupmu pasti untuk suatu alasan tertentu. Entah itu untuk memberimu sebuah pelajaran berharga atau untuk menunjukkan bahwa hidup harus tetap berjalan. Segala yang kamu katakan memang membuat diriku terpana. Sama seperti halnya ketika kamu meninggalkanku dengan sejuta tanya dan duga.

Kita memang memiliki kontrol atas banyak hal dalam hidup ini. Namun kontrol itu tak termasuk soal memilih siapa yang datang dan pergi

Pada akhirnya aku harus melihatmu berlalu… via www.pinterest.com

Tentu saja kita selalu mampu untuk memberi kuasa pada hati tentang siapa saja yang bisa memasuki. Namun ketika kita mengenal satu sama lain dan siapa diri kita pada saat itu bukanlah sesuatu yang dapat kita sadari di satu waktu. Jika saja aku tahu bagaimana semuanya akan berlalu, tentu aku tak akan mau menghabiskan waktuku bersamamu yang entah kini dimana sedang berlabuh. Dan sepertinya Tuhan tak akan mengizinkanku untuk satu langkah lebih depan dari apa yang telah Ia rencanakan.

Perpisahan pasti meninggalkan bekas luka. Kuharap kau melihat bagaimana bahagianya aku sebelum kau datang dan pergi sesukanya

Sebelum bertemu denganmu, hidupku bahagia… via tumblr.com

Jika saja semua ini terjadi di waktu yang berbeda mungkin semuanya akan terasa biasa saja. Alih-alih melihatku sedemikian terpuruk, kamu akan melihat semua keceriaanku yang memang tak semua orang bisa tahu.

Advertisement

Dan jika saja pertemuan kita tak terjadi dengan begitu indahnya, mungkin aku tak akan pernah tahu bahwa sebenarnya ada seseorang sepertimu yang mampu membuatku terpaku dan terpukau membisu. Aku tak akan melihatmu sebagai sebuah kesempatan, namun aku akan melihatmu sebagai seseorang yang memang menjadi jawaban atas segala doa yang aku panjatkan.

“People come into our lives for a reason.” Namun jika kamulah alasannya, seharusnya kamu menunjukkan padaku bagaimana itu bahagia, bukan meninggalkanku dengan lubang menganga

People come to our lives for a reason… via blog.freepeople.com

Aku sudah jengah mendengar ratusan pepatah bijak mengenai arti sebuah pertemuan yang memang harus terjadi karena sebuah alasan.

Dan kali ini biarkan aku berbicara, jika memang kamulah alasan mengapa semua ini harus terjadi, kuharap karena memang semesta ingin aku belajar untuk menghargai makna sebuah perpisahan. Kamu mungkin sedikit memberi lara, namun kamu tetap saja memberikan pencerahan ketika aku berada dalam kegelapan, dan memberikan sebuah pelukan ketika aku berada dalam kedukaan. Alasan-alasan tak masuk akal selalu saja datang dan pergi sesuka hati, namun tetap saja kumpulan alasan itu mampu membuatku untuk terus melaju tanpamu.

Tidak peduli seberapa keras aku ingin agar waktu berputar kembali, kurasa memang inilah yang terbaik. Aku dan kamu berjalan di arah yang tak membuat segalanya menjadi pelik.

Mungkin kamu memang hanya untuk sementara… via imgsoup.com

Hei,

Kuharap kamu tahu, saat ini aku memiliki ratusan pengandaian yang mungkin hanya akan tergadaikan.

Mungkin jika kamu masih bersamaku saat ini, aku tak akan pernah menemukan dia yang sebenar-benarnya mencintai. Atau jika saja kamu masih tetap bersamaku, maka segala pelajaran berharga ini tak akan mungkin aku dapatkan. Kuharap Tuhan mengutusmu untuk datang ke hidupku hanya sementara, untuk mengajariku ini-itu dan kemudian berlalu.

Kita tidak berhak menyalahkan waktu. Hanya saja, tetap ada hal yang tertinggal darimu. Tak ada yang kusesali untuk itu

Kuharap kau sekarang sama bahagianya denganku… via imgkid.com

Orang yang kita temui di waktu yang salah sebenarnya hanyalah orang yang memang belum tepat untuk kita. Karena ketika seseorang memang tercipta untuk bersama kita selamanya, kita akan berusaha bagaimanapun caranya dia akan terus bersama dengan kita.

Dan dengan kepergianmu dan entah sekarang bagaimana kabarmu, aku telah belajar bahwa ini adalah sebuah kenyataan yang harus kuterima begitu adanya. Karena aku tahu pertemuan kita memang hanya untuk sementara bukan untuk selamanya.

Hei kamu,

Masihkah kamu membaca suratku? Surat yang entah kapan akan mengubah pikiranmu. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa sekarang aku sudah benar-benar ikhlas dan mengerti mengapa pertemuan kita tak mampu bertahan selama yang kita berdua yakini. Meskipun kita bertemu di waktu yang salah, namun aku bisa menerima bahwa kedatanganmu di hidupku kini tak lagi sia-sia. Dan karenamu pula kini aku telah menemukan ia yang benar-benar mencinta.

Terima kasih.

Dari,

Aku yang dulu menyesalimu

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya