Mencintai adalah sebuah hal indah yang dirasakan oleh dua orang. Sebuah perasaan berharga yang bisa didapat dengan cara saling memberi, menerima, dan juga membahagiakan kedua belah pihak. Namun, mencintai secara sepihak tanpa mendapat balasan dari sosok yang dikagumi juga sering terjadi. Menyakitkan memang, saat kamu menyerahkan hatimu padanya seutuhnya, tapi kenyataannya dia tidak melakukan hal yang sama untukmu. Bukan salahmu jika pada akhirnya pedihlah yang kamu dapat.

Bersedihlah secukupnya, karena tidak selamanya hal ini bisa membuatmu murung. Di balik dari cinta sepihak ini, ada beberapa hikmah positif tersirat yang bisa memotivasimu. Hikmah positif yang akan memberimu motivasi untuk jadi lebih baik lagi..

Cinta sepihak jelas mengajarkanmu kesabaran. Tidak ada perasaan yang bisa dipaksakan.

Tidak sedikit orang yang akan mencintai untuk mendapat balasan yang sama. Di sisi lain, banyak pula yang masih belum berhasil mendapatkan balasan indah tersebut. Tidak jarang cinta sepihakmu itu berawal dari perasaan yang dipendam terlalu lama. Terlalu lama berbelit-belit dan tidak menunjukkan bahwa kamu memang punya perasaan spesial pada dia.

Dari hal ini, tidak diragukan lagi bahwa kamu punya kesabaran yang lebih daripada orang-orang kebanyakan. Selain itu, kamu pun akan belajar untuk berbesar hati menerima kenyataan. Walau menyakitkan, ada satu hal yang harus kamu tau. Bahwa perasaan tidak ada yang bisa dipaksakan. Sebanyak apa pun usaha yang kamu lakukan, kalau memang tidak bisa, alangkah baiknya untuk tidak dipaksakan.

Kamu belajar menghargai diri sendiri. Harga dirimu tidak ditentukan oleh siapa yang mencintai.

Advertisement
Sayangi dirimu

Sayangi dirimu via captain-d-o.tumblr.com

Menghadapi kenyataan bahwa dia tidak mencintaimu balik memang sulit. Jangan buat dirimu merasa seperti…..

Aku tidak layak untuk dicintai.

Aku masih harus memantaskan diri untuk bersanding dengannya…

Apa aku nggak seberharga itu?

Buang jauh-jauh pemikiran yang inferior tersebut. Lebih baik kamu isi pikiranmu dengan hal-hal yang lebih positif dan memotivasimu. Ingat, harga dirimu tidak ditentukan oleh siapa yang mencintaimu. Seberapa besar pengorbanan yang kamu berikanlah yang terpenting. Mungkin Tuhan sudah merencanakan untuk memberikan seseorang yang bisa mengisimu untuk saling mencintai. Bukan mencintai secara sepihak lagi.

Dari cinta ini kamu belajar merelakan. Tidak semua cinta harus berakhir sebagai pasangan.

Tidak selamanya bersama

Tidak selalu harus menjadi pasangan via www.melty.de

Rela untuk melepaskan sesuatu yang sudah ingin kamu miliki sejak lama, membutuhkan waktu dan proses yang cukup panjang. Sebanyak apa pun kamu mengumpat dan bersedih, tanpa ada usaha dari dirimu untuk mengikhlaskannya, sia-sia saja usahamu.

Pelan-pelan, belajarlah untuk merelakannya. Seperti perasaan yang tidak bisa dipaksakan, ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu. Tidak semua cinta harus berakhir sebagai pasangan. Hanya dongeng yang memiliki akhir dari kisahnya dengan happily ever after. Sedangkan cinta yang berdasar pada realita, harus siap menerima segala kemungkinan.

Jadi orang yang pernah mencintai lebih dalam, membuatmu tahu bagaimana harus menjaga perasaan.

Jaga perasaan

Jaga perasaan via reveiling.tumblr.com

Mencintai secara sepihak memang tidak seimbang. Kamu, sebagai pihak yang banyak memberi perhatian dan pengorbanan. Dia, sebagai pihak yang menerima perhatian dan pengorbananmu, tapi tidak memiliki kemauan untuk memberi timbal balik.

Hal ini menandakan bahwa kamulah yang memiliki kadar cinta yang lebih. Pelajaran yang bisa kamu ambil adalah, kamu akan menjadi seseorang lebih peka dan menghargai perasaan orang lain di sekitarnya. Karena kamu sudah tahu rasanya mencintai lebih dalam tanpa timbal balik yang setimpal.

Terpuruk dan merasa tidak layak dicintai, kamu belajar bergantung pada diri sendiri.

Andalkan diri sendiri

Andalkan diri sendiri via drprem.com

Menghadapi realita bahwa kamu bukanlah apa-apa di matanya, bisa membuatmu terpuruk dan merasakan sedih tak berujung. Tapi, siapa yang bisa membuatmu bangkit dari kesedihan itu? Siapa yang akan memberikan semangat untuk bangkit dan menjadi sosok yang lebih baik? Tidak lain adalah dirimu sendiri.

Karena tidak ada orang lain yang mengerti seluk beluk perasaan dan tau segalanya tentangmu selain kamu sendiri. Kamu pun akan belajar bergantung pada diri sendirimu tanpa kamu sadari. Yakinkan bahwa kamu bisa bangkit dari rasa tidak menyenangkan ini.

Kamu pun menyadari, ternyata kamu bisa menyelesaikan perasaan rumit ini. Sebenarnya, tidak ada sulit bagimu.

I can get through this

I can get through this via depplus.vn

Dengan percaya pada dirimu sendiri untuk bisa bangkit, kamu pun sadar bahwa ternyata kamu memang mampu. Semua kesulitan yang kamu hadapi dalam memperbaiki perasaan, merelakan, dan ikhlas bisa kamu lewati. Sebenarnya, kamu memang sudah terlatih untuk jadi pribadi yang kuat sejak lama. Bahkan, kamu pun nggak sadar kalau kamu mampu melewati masa sulit menyakitkan ini.

Cinta sepihak mengajarkanmu cara menjaga hati. Ada perasaan yang lebih baik disimpan lalu dilupakan — daripada dipaksakan.

Tanpa dipaksakan dan lupakan.

Tanpa dipaksakan dan lupakan. via askanything.me

Pada akhirnya, kamu pun menyadari sebuah hal yang penting. Menghargai perasaanmu sendiri adalah yang terpenting. Jangan sekali-kali paksakan hal yang masih terlihat mustahil untuk kamu dapat walau berbagai perjuangan telah kamu lewati. Mungkin, perasaan sepihakmu padanya memang lebih baik disimpan sesaat di memori untuk diambil pelajat positifnya.

Lalu, jangan segan untuk melupakan memori pahit itu. Agar perasaanmu bisa tentram kembali dan siap untuk mendapatkan cinta lainnya yang lebih baik dan tidak lagi sepihak.

Akan ada hikmah positif yang bisa kita dapat dari sebuah peristiwa. Bukan rasa sakitnya yang harus diingat sampai mati, tapi pelajaran yang bisa memotivasi kita agar tidak mengalami cinta sepihak yang lainnya. Dan tentunya, menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Kredit Featured Image: http://captain-d-o.tumblr.com/