Dalam suatu hubungan, kesalahpahaman kerap terjadi dan menyebabkan pertengkaran. Namun itu hal yang wajar terjadi sebab bagaimanapun juga menyatukan pandangan dari dua kepala yang berbeda tentu bukan hal yang mudah. Jangankan hubungan kita yang baru seumur jagung, para orangtua kita yang sudah menjalin belasan tahun masih sering bertengkar.

Selama ini barangkali ceweklah yang lebih sering marah dibanding cowok. Meskipun begitu bukan berarti cowok nggak pernah marah, Cowok pernah marah, tapi hanya nggak sesering cewek. Bedanya kalau cowok sudah marah, sikapnya jauh lebih menakutkan dibanding cewek. Namun kamu nggak perlu khawatir saat mendapati cowokmu marah sebab Hipwee punya cara yang efektif untuk menyikapinya.

1. Kemarahan cowok nggak mungkin tanpa sebab. Jadi, sebelum ambil sikap, ingat-ingat lagi kesalahanmu. Toh kalau cuma salah paham, kamu hanya perlu menjelaskan

Cari tahu masalahnya via relationshipsunscripted.com

Advertisement

Ada asap pasti ada api, kemarahan cowokmu nggak mungkin terjadi tanpa ada pemicunya. Maka dari itu apabila cowokmu tiba-tiba marah tanpa kamu tahu penyebabnya, coba diingat-ingat lagi adakah salah sikap, atau salah ngomong dalam dirimu. Kalau ada celah untuk bertanya alangkah baiknya kamu tanyakan langsung mengapa ia marah atau diam semacam itu. Kalau memang benar kamu yang salah nggak perlu menunggu untuk meminta maaf. Tapi kalau kamu nggak merasa bersalah, jangan takut untuk menjelaskan semuanya bahwa itu hanya salah paham.

2. Saat ia sudah nggak terkontrol, kamu harus tetap tenang. Menyela atau balik marah justru menambah masalah

Jangan ikutan emosi via livingshe.com

Satu hal yang perlu kamu perhatikan saat menghadapi kemarahan cowokmu, jangan membalasnya dengan kemarahan. Sebab ikutan emosi justru bisa membuatnya tambah marah, sebelum semuanya memburuk maka lebih baik jika kamu luangkan waktu untuk mendengar dan berusaha mengikuti jalan pikirannya. Barulah saat ia telah lelah dengan kemarahannya jelaskan pendapatmu ke dia.

3. Selain usapan di punggungnya, barangkali kenyamanan sebuah pelukan bisa sedikit melenakan emosinya

Kasih pelukan via www.pexels.com

Saat semua sudah kamu jelaskan namun ia masih belum begitu tenang, cobalah untuk memeluknya barangkali bahasa tubuh bisa lebih menjelaskan dibanding bahasa verbal. Sebuah pelukan hangat mungkin tidak seketika membuatnya memaafkanmu tapi setidaknya bisa membuatnya merasa nyaman dan tahu bahwa kamu nggak ingin dia marah seperti itu lagi. Pelukan pun bisa jadi sebuah pesan, bahwa kamu nggak ingin kehilangan dia. Jangan lupa membisikan ‘maaf’ atau ‘sabar ya’ ke telinganya dengan lembut.

4. Sama seperti sikapnya kepadamu saat kamu sedang marah, dengan menggoda dan mengajaknya bercanda mungkin bisa sedikit meredakan amarahnya

Tiru trik cowok via www.unsplash.com

Advertisement

Meski semua sudah dijelaskan dan sudah ketemu akar permasalahannya, ketegangan suasana nggak lantas kembali seperti sedia kala. Selain meminta maaf, kamu butuh treatment untuk mencairkan suasana untuk bisa kembali sepeti semula. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan merayu dan mengajaknya bercanda sebagaimana yang biasa cowokmu lakukan kepadamu saat sedang marah. Namun kamu mesti selektif memilih candaan dan jangan berlebihan juga, salah-salah nanti cowokmu bisa marah lagi.

5. Beri ia waktu untuk sendiri sampai emosinya stabil dan bisa diajak berbicara dengan baik-baik lagi

Kasih waktu via www.unsplash.com

Sekiranya segala cara sudah dicoba namun belum bisa meredakan kemarahannya juga, langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah memberi dia waktu untuk sendiri. Memberinya waktu untuk sendiri sama halnya memberikannya ruang untuk berkontemplasi. Ya, namanya juga manusia kadang kalau di hadapan orang lain suka gengsi untuk memaafkan atau mengakui kesalahan.

6. Meski nggak ada kabar, perhatian untuknya nggak boleh putus. Sekadar menanyakan kabar atau mengajaknya makan bisa jadi pencair ketegangan

Jangan lama dibiarkan via www.unsplash.com

Pertengkaran yang hebat nggak cukup cuma sehari atau dua hari suasana langsung mereda, seringkali butuh waktu yang lebih. Namun jeda pertemuan itu jangan sekali-kali kamu biarkan begitu saja. Kamu harus tetap memberikan perhatianmu meskipun hanya sekadar menanyakan kabar atau mengajak makan bareng. Memberikan jeda tanpa kontak komunikasi sama saja membiarkan hubunganmu memburuk. Salah-salah nanti malah perasaannya hilang kepadamu.

Itulah beberapa cara efektif untuk menyikapi cowokmu saat sedang marah. Nggak mudah memang menghadapi cowok kalau emosinya sedang meledak-ledak, tapi yakinlah bahwa kamu bisa menghadapinya. Dengan kelembutan dan ketulusan hatimu ia pasti akan luluh dengan mengajaknya mengobrol secara baik-baik. Dan yang perlu kamu ingat adalah beribu maaf pun akan percuma kalau kamu nggak memperbaiki kesalahan, nggak memberikan bukti perubahan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya