Berteman memang tak seharusnya dibatasi. Siapapun kamu, kamu berhak berteman dengan siapa saja. Masih lekat di memori kamu saat masa sekolah dulu, punya banyak teman adalah salah satu hal yang bisa kamu banggakan. Dan itu berlanjut ketika kamu masuk ke dunia kampus.

Tapi ketika waktu bergulir lebih jauh, dan kamu mulai masuk dalam dunia kerja. Dimana kamu mulai sibuk mengejar passion, waktumu pun banyak tersita. Waktu untuk sekedar beristirahat saja kadang kamu tak punya, apalagi untuk berkumpul bersama teman-teman lama. Akhirnya lingkungan pertemananmu terbatas dalam lingkungan yang itu-itu saja. Namun di titik ini, sebenarnya tak ada yang perlu kamu khawatirkan jika teman berkurang seiring bertambahnya usia.

1. Kamu harus mulai paham bahwa kehilangan pertemanan adalah sesuatu yang wajar. Tidak semua pertemanan bisa berlangsung selamanya

Nggak masalah sendirian via www.logancoleblog.com

Kehilangan pertemanan merupakan sebuah hal yang wajar dalam perjalanan hidup. Sadari saja, jika tidak semua ikatan pertemanan bisa bertahan selamanya. Hidupmu bukan sebuah lapangan bola yang bisa menampung ratusan orang di saat bersamaan.

Berdamailah dengan dirimu sendiri dulu, dan ikhlaskan kawan-kawanmu yang pergi bergantian itu. Caranya? Dengan berusaha untuk tidak keberatan saat harus melakukan berbagai hal sendirian. Jangan lagi terusik omongan orang saat harus makan atau nonton bioskop sendirian. Biasakan dirimu “nyaman” tanpa pendampingan.

2. Secara tak sadar, dirimu sudah selektif. Membiarkan beberapa pergi, untuk kemudian kamu tahu siapa kawanmu yang sejati

Advertisement

Teman sejati tak pernah pergi via www.logancoleblog.com

Terkadang, beberapa orang memang harus pergi agar tahu kawan-kawan sejati yang bertahan dalam hidupmu yang makin sempit ini

Tak apa temanmu sekarang tak banyak, asalkan teman yang ada sekarang adalah mereka yang benar-benar mengerti. Yakni mereka yang menerimamu apa adanya, tak hanya hadir saat suka saja, saat duka pun ada. Mereka yang tidak meninggalkanmu di momen tergelap dalam hidup, mereka yang dengan gigih mendukungmu setiap dihadang masalah. Perlahan tapi pasti, kamu akan ada di lingkaran kecil orang-orang seperti ini.

Kawan-kawan semacam ini kan yang layak dipertahankan seumur hidup? Usia 20-an akhir, atau jelang 30 ialah saat paling tepat untuk menumbuhkan dan menjaga perkawanan sejati, sebelum kalian makin sibuk dengan urusan sendiri. Biarkanlah mereka yang pergi, apalagi yang tak pernah sevisi.

3. Karena yang penting bukan lagi kuantitas, tapi kualitas. Bukan masanya mencari teman sebanyak-banyaknya, tapi waktunya mempertahankan yang memang pantas

Mempertahankan yang memang pantas via www.logancoleblog.com

Dulu, kamu begitu sibuknya gabung dengan beragam komunitas, dengan tujuan mencari kawan sebanyak-banyaknya. Sibuk travelling untuk mencari kawan beragam latar belakang budaya, semata agar wawasanmu kaya. Sekarang? Waktumu tak lagi banyak.

Namun tak ada yang salah dengan kondisi ini. Sebab, pada akhirnya kualitaslah yang jadi penentunya. Kadar pertemanan juga tak bisa diukur dari seberapa sering kalian bertemu, tapi seberapa sering kalian terhubung pada setiap waktu. Kalian memang tak lagi bisa bertemu sesering dulu sebab kesibukan dan tanggung jawab sebagai orang dewasa mengakuisisi hari-harimu.

4. Agar melepas mereka yang pergi lebih mudah, ibaratkan saja hal ini sebagai proses seleksi alam yang mau tak mau harus dijalani

Jalani saja via www.logancoleblog.com

Layaknya proses seleksi alam, hanya akan tersisa beberapa sahabat yang dapat dihitung dengan jari yang akan tinggal di sisi. Memahami adanya proses dan keadaan ini, justru kamu perlu mensyukurinya. Tak ada yang patut ditakuti hanya karena temanmu tak sebanyak dulu. Mereka yang hingga detik ini masih ada di sisimu adalah manusia-manusia terpilih yang memang kadar persahabatannya tak perlu diragukan lagi.

Mereka selalu ada di saat jatuh bangun kehidupanmu. Mereka lah yang tetap akan meluangkan waktu untuk selalu hadir dan setia. Sungguh, di usia inilah kamu harus merapal syukur, karena dikelilingi oleh mereka yang menyayangimu dengan sebenar-benarnya. Bukan malah mengeluh dan menyalahkan keadaan.

5. Bagaimanapun hidupmu akan terus berjalan. Dengan banyak atau sedikitnya teman

Hidup harus terus berjalan via www.logancoleblog.com

Toh bagaimanapun hidupmu sekarang dan seberapa banyak temenmu sekarang, itu tak membuat hidupmu terhenti. Kamu harus tetap menjalani kehidupanmu. Karena dengan teman-teman terbaik yang bertahan, kamu akan baik-baik saja.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!