Fenomena Offline Generation, Ini Alasan Gen Z & Alpha Mulai Kurangi Screen Time

Sekarang, ada fenomena menarik yang banyak dilakuin sama Gen Z dan Gen Alpha, lho. Yuk, cari tahu lebih banyak

Banyak orang mengira Gen Z dan Alpha bakal menghabiskan sebagian besar waktunya di depan gadget. Namun belakangan ini, justru makin banyak dari mereka yang sengaja mengurangi screen time dan memilih kembali mencari ruang ketiga untuk berkumpul di dunia nyata.

Ternyata, perubahan perilaku tersebut juga terlihat dalam sejumlah laporan dari Global Web Index (GWI) dan eMarketer, lho. Data mereka menunjukkan adanya lonjakan minat anak muda pada aktivitas fisik, seperti kumpul bareng teman di ruang publik, nonton bioskop, sampai aktif di kegiatan komunitas.

Advertisements

Di Indonesia sendiri, pakar pemasaran mengamati pergeseran ini sebagai fenomena offline generation yang makin marak di kota-kota besar. Biar tahu seberapa besar dampaknya, yuk kita bahas tentang keputusan mereka kembali meramaikan ruang fisik!

Bukti nyata Gen Z dan Alpha mulai kembali ke ruang fisik

hipwee-tren offline generation yang mulai kembali eksis di kalangan Gen Z

Tren offline generation yang mulai kembali eksis di kalangan Gen Z dan Gen Alpha | Foto via @Gabriella Csapo & mommiesdaily.com

Anggapan bahwa generasi muda bakal menghabiskan seluruh hidupnya di dunia maya perlahan patah oleh data. Laporan terbaru Mastercard dari Global Web Index (GWI) mencatat sekitar 40% remaja usia 12 hingga 15 tahun kini secara sadar mengambil jeda dari screen time!

Advertisements

Menariknya, pilihan itu diambil bukan karena dipaksa orang tua, melainkan bentuk digital self-care karena mulai merasa jenuh dengan rutinitas di depan layar. Langkah menepi dari gadget tersebut juga diimbangi dengan lonjakan aktivitas luring yang cukup signifikan. Keren, ya?

Data dari sumber yang sama memperlihatkan adanya kenaikan minat pada kegiatan fisik, mulai dari kumpul akhir pekan bareng teman (+15%), liburan jalan kaki atau trekking (+13%), hingga bermain board game (+8%). Bahkan, 28% Gen Alpha memilih bioskop sebagai lokasi favorit buat menonton film demi menikmati pengalaman yang lebih nyata dan imersif.

Laporan eMarketer ikut menguatkan pergeseran perilaku ini. Anak muda zaman sekarang perlahan mulai meninggalkan kebiasaan scrolling pasif dan beralih mencari keterlibatan aktif di dunia nyata. Alhasil, sudut kota, taman publik, hingga tempat nongkrong anak muda yang menawarkan ruang interaksi sosial kini mendadak kembali ramai diminati.

Bosan main HP, ini alasan anak muda Indonesia berburu ruang nyata

hipwee-alasan anak muda Indonesia berburu ruang nyata
Advertisements

Festival Generasi Happy Surabaya yang diramaikan oleh Gen Z | Foto via Harian Disway – Putra

Apa kamu juga pernah atau memang lagi ngalamin merasa capek sendiri gara-gara seharian cuma main HP? Nah, perasaan jenuh ini ternyata dialami banyak anak muda. Survei dari Harris Poll mencatat fenomena digital fatigue Gen Z memang makin nyata, sampai-sampai mayoritas dari mereka pengin banget bisa matiin HP sebentar buat istirahat.

Menariknya, fenomena offline generation juga disampaikan pakar pemasaran Yuswohady kepada ANTARA. Beliau melihat kalau anak muda kita sebenarnya butuh ruang buat melepaskan diri dari penatnya dunia digital.

Mereka nggak cuma butuh tempat duduk, tapi juga mengincar tempat yang bikin mereka bisa merasakan interaksi langsung Gen Z Alpha secara autentik tanpa sekat layar.

Makanya, jangan kaget kalau pilihan aktivitas luring mereka sekarang makin bervariasi. Nggak cuma sekadar duduk ngopi, anak muda makin rajin datang ke event pasar kreatif, kumpul di community hub, sampai ikut walking tour keliling kota.

Intinya, asal bisa terhubung langsung sama orang lain dan suasana sekitarnya, pasti bakal ramai diserbu!

Advertisements

Fenomena offline generation, ada hal unik yang dicari anak muda di dunia nyata

hipwee-Fenomena offline generation, ada hal unik yang dicari anak muda di dunia nyata

Event Gen Z Fun Run 2024 yang digelar di Bekasi | Foto via liputan6

Kalau memperhatikan pergeseran ini lebih jeli, ada temuan menarik yang cukup mengejutkan. Banyak yang mengira Gen Alpha bakal jadi kelompok yang paling susah lepas dari layar. Nyatanya, riset menunjukkan mereka justru sangat antusias berburu pengalaman luring yang melatih indra dan emosi secara nyata, seperti rajin ke bioskop, pameran interaktif, hingga main di arcade game.

Sementara di kalangan Gen Z, fenomena ini direspons cepat oleh industri dan pemilik brand. Perusahaan yang tadinya cuma jor-joran promosi di medsos, kini gencar bikin aktivitas fisik tatap muka. Contoh paling kelihatan ya maraknya running event, sports club, sampai pop-up booth interaktif yang sengaja dibuat demi menciptakan koneksi nyata bareng anak muda.

Anak muda zaman sekarang bukan berarti anti-teknologi, kok. Mereka cuma makin bijak memanfaatkan gadget buat hal praktis, sementara mencari pengalaman dan interaksi sosial yang utuh tetap dilakukan di dunia nyata.

Jadi, kapan terakhir kali kamu matiin HP dan keluar rumah?

hipwee-Jadi, kapan terakhir kali kamu matiin HP dan keluar rumah

Rama-ramai matikan hp dan pergi berkegiatan di luar rumah | Foto via Canva @Ton Photographer

Kembalinya anak muda ke ruang fisik jelas jadi angin segar buat kita semua. Fenomena offline generation membuktikan kalau secanggih apa pun teknologi dan media sosial, kehadiran fisik serta tatap muka langsung tetap punya nilai yang nggak bisa digantikan oleh gadget.

Buat para pemilik usaha maupun pencipta konten, pergeseran perilaku tadi jelas jadi peluang besar. Ini waktunya buat mulai menghadirkan ruang, acara, atau pengalaman nyata yang bener-bener bikin anak muda merasa nyaman untuk terhubung dan berinteraksi secara langsung.

Nah, kalau kamu sendiri gimana, nih? Apakah akhir-akhir ini juga makin sering mematikan HP dan milih keluar buat nyari suasana baru bareng teman-teman? Yuk, cari kegiatan seru yang bisa dilakukan tanpa terus-terusan menatap layar!

FAQ

Apa itu offline generation?

Fenomena offline generation adalah tren ketika Gen Z dan Gen Alpha sengaja mengurangi screen time untuk kembali mencari interaksi sosial, aktivitas fisik, dan pengalaman langsung di dunia nyata.

Kenapa Gen Z dan Alpha mulai mengurangi screen time?

Alasan utamanya adalah kelelahan digital (digital fatigue). Banyak anak muda merasa jenuh dengan rutinitas di dunia maya dan ingin mencari jeda sebagai bentuk digital self-care.

Apa contoh aktivitas offline generation?

Aktivitasnya sangat beragam, mulai dari nongkrong di taman kota, nonton bioskop, main board game, datang ke pasar kreatif, hingga ikut running club dan walking tour.

Advertisements

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Part time - Content Writer, Copywriter, Editor Buku, dan Penulis. Full time - menghabiskan waktu dengan para kucing, nonton drama maupun film.

Editor

Seorang SEO Specialist dan Editor dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam optimasi website, pengelolaan konten, dan peningkatan performa SEO secara organik.