Sebenarnya apa yang membuat kamu pikir dua kali untuk menjalin hubungan dengan penikmat buku? Apakah takut mereka orang yang kaku? Jangan salah, pembaca buku adalah pemikir bebas dengan pengetahuan yang luas. Khawatir mereka gak bisa bersenang-senang? Belum tentu, bisa saja dia lebih tahu cara bersenang-senang daripada kamu.

Sama seperti orang lain, pecinta buku juga bisa kok mencintai orang lain. Selama kamu memahami perasaan mereka soal buku, hubungan kalian bisa berjalan lancar. Nah, sebelum menjalani hubungan dengan dia yang gemar membaca buku — hal-hal yang akan Hipwee paparkan ini wajib banget kamu tahu.

Advertisement


1. Berilah dia waktu untuk “tenggelam” di tengah buku-bukunya. Biarkan dia menggiati waktu sakralnya.

Waktu sakral

Waktu sakral via www.chatelaine.com

Kamu harus paham jika dia udah memasuki ‘zona-nya’ hal terakhir yang dia harapkan adalah SMS yang cuma berisi “Lagi ngapain?”. Di tengah kesibukan yang padat, meluangkan waktu untuk membaca akan dianggap sebagai waktu yang sakral bagi pecinta buku. Dia butuh ruang untuk membangun dunia berdasarkan kalimat yang ia baca.

Dia akan menciptakan sebuah persona dari karakter yang ia jumpai. Dia akan meninggalkan zona waktumu untuk berada di dalam masa dimana cerita tersebut dikisahkan. Jadi gak usah repot-repot buat sekedar menanyakannya kabar ketika dia bergelut dengan buku-bukunya.

Advertisement


2. Saat dia terhanyut dalam larik buku favoritnya, percayalah jika kamu tak pernah hilang dari ingatannya

Gak, kamu gak dicuekin kok...

Gak, kamu gak dicuekin kok… via www.picgz.com

Ketika kamu bicara dia mungkin akan merespon tanpa melihat langsung ke matamu, karena pandangannya terpaku ke buku yang ia pegang. Kadang-kadang kamu gak bisa menghubunginya seharian karena ponselnya selalu di-silent ketika dia lagi membaca. Kadang kamu merasa diabaikan tapi yakinlah bahwa itu hanya perasaanmu aja. Sebenarnya dia bukan lagi cuek apalagi marah.

Dia cuma sedang berdua saja bersama bukunya, dan ketika itu terjadi dia udah gak lagi berada di dunia yang kamu tempati. Dia sedang hidup di ruang dan waktu kisah itu diceritakan, bahkan jika dunia itu cuma fiksi.


3. Jadilah pendamping setia yang rela mendengarkan imajinasinya, hingga yang paling gila sekalipun

Kamu akan sering mendengarnya membicarakan buku yang ia baca lalu bercerita layaknya Middle-Earth beneran pernah ada. Bahkan ketika cerita tersebut bukan fiksi, dia akan menceritakan ulang apa yang ia baca layaknya dia sendiri yang mengalaminya. Sebab ketika dia udah dibaluti kisah romantis maupun kisah tragedi dari buku, semua itu terasa nyata baginya. Di satu sisi dia seakan merasakan kebahagian atau penderitaan yang dirasakan oleh karakter dalam buku, namun di sisi lain juga penonton yang mencoba mengarungi alur yang diciptakan penulis. Dia akan sangat senang jika kamu juga mau mengarungi alur yang sama, atau setidaknya menghargai apa yang ia lakukan.


4. Gemar membaca buku menjadikan dia “kaya makna” dan perasa. Maka, jangan lelah mencari arti di balik setiap perkataannya

Emosi yang dalam

Emosi yang dalam via www.theguardian.com

Penikmat buku, terutama cewek penikmat buku, adalah mahluk yang sangat perasa, mereka begitu sensitif terhadap makna dari tiap kata dan kalimat yang diceritakan penulis. Kosakata yang ia miliki untuk menggambarkan perasaannya jauh lebih tinggi daripada koleksi kata yang kamu miliki.

Itu semua berkat paparan pengetahuan dalam jumlah tinggi dari buku-buku yang ia baca. Ketika ia mengalami gejolak emosi seperti ini, ada baiknya kalau kamu mengambil catatan dan belajar karena intensitas bahagia yang dipancarkan oleh kata “bahagia” dan “girang” sesungguhnya berbeda.


5. Berilah dia waktu sendiri yang bebas dari distraksi

Me time

Me time via galleryhip.com

Tapi karena namanya “me time” jangan harap kamu kebagian jatah waktu untuk berduaan. Kamu tahu sendiri ‘kan betapa sulitnya meluangkan waktu untuk konsentrasi membaca buku favorit tanpa terdistraksi? Penikmat buku butuh waktu tenang sendirian untuk mencerna dan menghadirkan dirinya ke dalam cerita.

Terus kapan dong pacarannya? Tenang, beri saja ia waktu menyendiri, biarkan dia terinspirasi. Lalu dia akan selalu kembali untuk meluangkan waktu bersamamu.


6. Tempat kencan paling sempurna adalah ruang dimana dia bisa dengan tenang membaca

Date with me

Date with me via www.mrwallpaper.com

Atau toko buku antik juga boleh, karena toko buku di mall gak menawarkan kesenyapan dan ketenangan seperti di toko buku antik dan perpustakaan. Kalian berdua dikelilingi oleh buku-buku favoritnya. Kalian bersama disaksikan oleh nama-nama besar yang ia kagumi akan menjadi kencan yang sempurna bila kamu sendiri yang merencanakannya. Dia akan tahu kalau kamu menghargai hasratnya pada buku. Jika kalian berada di toko buku, perhatikan jika dia mengucapkan “aku udah lama nyari buku ini” karena kamu udah menemukan hadiah apa yang paling cocok buat dia nanti.


7. Bagi mereka, kepuasan adalah saat bisa memegang buku dan membalik halamannya. Terlihat kuno sih, tapi bikin bahagia!

fqef

Vintage tapi gak gaptek via cdn.phillymag.com

Pecinta buku menyukai cara lama untuk menikmati cerita, yakni dengan membuka halaman demi halaman kertas. Bukan nge-swipe layar iPad atau gawai pembaca e-book lainnya. Dia menyukai memegang fisik buku yang tebal dan berat dengan semerbak aroma kertas ketika mulai membaca. Kamu boleh menyebutnya vintage, asal jangan menyebutnya sebagai perilaku kuno. Dia hanya mengapresiasi cara lama dalam menikmati cerita.


8. Kalau kamu mau membaca buku yang ia rekomendasikan, pasanganmu pasti merasa sangat dihargai

Baca buku yang dia rekomen

Baca buku yang dia rekomen via www.zastavki.com

Ketika dia merekomendasikan sebuah judul buku padamu, sebaiknya kamu baca buku yang ia maksud. Apalagi kalau dia udah menyiapkan buku tersebut untukmu, bukan menyuruhmu mencari sendiri. Karena kelupaan membaca buku rekomendasi dari pecinta buku sama aja kayak kamu melupakan tanggal ulang tahunnya. Lupa baca buku rekomendasi is a big NO.


9. Pahamilah bahwa dia memang bisa jatuh cinta sedalam itu pada penulis kesukaannya

Aku lagi kencan

Aku lagi kencan via 02varvara.wordpress.com

  Kamu : Entar malam nonton Mockingjay yuk!

  Dia      : Aduh gak bisa, aku ada kencan sama Murakami. Lagipula aku udah tahu ending-nya.

Udah, jangan kaget jika dia bilang mau kencan sama orang yang namanya belum pernah kamu dengar sama sekali sepeti Tolkien, Rowling, Hemingway atau Allende.


10. Saat dia memilihmu, sebenarnya dia ingin mewujudkan impian cinta indahnya bersamamu

Ada cerita cinta

Ada cerita cinta via www.huffingtonpost.com

Karena sudah membaca beragam buka yang selalu dibumbui cinta, kemungkinan besar pecinta buka punya kisah romantis idamannya sendiri. Mereka paham cinta bisa jadi sangat indah namun juga bisa berujung tragedi. Mereka memang bisa membedakan buku dengan kehidupan dan fiksi dan kenyataan, tapi gak ada salahnya jika kamu memiliki keyakinan terhadap cinta sama seperti dirinya.


Jika kamu udah siap mencintai orang yang juga mencintai buku, lalu dia juga memberi level cinta yang sama, maka buat apa ragu-ragu untuk pacaran dengan mereka?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya