Berbicara soal melanjutkan ke jenjang yang lebih serius dalam sebuah hubungan memang bukan hal sepele. Semuanya perlu dipikirkan matang-matang. Sebab, pernikahan bukan hanya momen sakralnya saja, tapi juga kehidupan baru yang mesti dijalani setelahnya.

Sebelum menyamakan banyaknya perbedaan, kamu dan pasanganmu tentu perlu mendiskusikan dua mata tentang keseriusan kalian berdua. Demi menjaga hubungan setelah menikah, ada baiknya kamu melakukan percakapan serius dengan pasanganmu mengenai 8 hal esensial ini.

1. Bukannya menuhankan, tapi kamu perlu merangkai rencana disiplin untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam rumah tanggamu. Dengan apa lagi kalau tidak soal uang?

Semua sepakat kalau masalah keuangan jadi satu hal yang vital untuk menghadapi pernikahan. Rasanya munafik seandainya ada orang yang hidup di zaman seperti berkata nggak butuh uang. Kecuali kamu hidup di zaman pra-sejarah, barulah bisa dipercaya. Bukan maksud menuhankan uang, tapi hampir segalanya memang membutuhkan uang. Dengan apa lagi kamu bisa memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersiermu, kalau nggak pakai uang?

Bukan maksud menggurui, tapi ingatlah bahwa hidup rumah tanggamu tak hanya soal tujuan jangka pendek, tapi juga buat jangka panjang. Bayangkan kamu menikah, kemudian punya anak. Kamu dan pasanganmu jelas perlu rencana yang disiplin, di mana di dalamnya pasti berisi masalah keuangan.

2. Di mana kalian akan tinggal adalah hal yang esensial. Untuk membina kerajaan kecil yang kita sebut keluarga, sepasang raja dan ratu jelas butuh istananya sendiri

Sebelum menikah, kamu mesti membicarakan salah satu rencana kehidupanmu setelah ijab kabul. Misalnya, tempat tinggal. Ketika memilih menikah, artinya kamu dan dia harus berani hidup mandiri. Termasuk hidup terpisah dari orangtua.

Advertisement

Tempat tinggal kalian nanti inilah yang akan menjadi saksi perjalanan hidup kamu dan dia. Baik suka maupun duka. Sesederhana apapun tempat tinggal kalian, namun jika kamu dan dia membangun rumah tangga yang hangat, tempat tersebut akan menjadi istana bagi kalian.

3. Anak memang titipan Tuhan, namun kamu dan pasanganmu bisa menyepakati dan berusaha untuk mendapatkannya

Memiliki anak adalah impian dari setiap pasangan. Anak merupakan anugerah luar biasa yang diberikan oleh Tuhan. Tujuannya tak hanya untuk membuat kamu dan pasanganmu semakin bersatu, tapi juga untuk meneruskan garis keturunan.

Pada awalnya, kamu mungkin takkan terlalu peduli. Soalnya kamu ingin merasakan masa-masa ‘intim’ di awal pernikahan dengan pasanganmu. Namun lama-lama kamu pasti sadar pentingnya memiliki anak. Mestinya ada kesepakatan antara kamu dan dia.

Jangan lupa juga, banyaknya anak bakal memengaruhi perekonomian kalian sebagai keluarga. Rencanakan dengan sebaik mungkin. Buatlah semua menjadi lebih ideal selaras dengan keadaan keluarga.

4. Sebab hidupmu bukan hanya kamu semata, maka kamu perlu membincangkan penentuan batas-batas. Kadang kebebasan pribadi perlu dikorbankan

Hidupmu pada dasarnya berubah. Kamu bukan hanya kamu lagi. Begitulah kenyataan yang bakal kamu hadapi setelah menikah. Hal ini berarti kamu harus mengubah cara dalam menjalani hidupmu. Kamu akan merasakan bahwa pasanganmu tak hanya teman satu kamarmu. Kamu harus mengorbankan kebebasan pribadi untuk sebuah pernikahan.

Setiap perkawinan yang sehat memiliki batas-batas. Apakah itu yang disepakati, atau pun yang sudah menjadi kesepakatan norma sosial yang berlaku di sekitar lingkungannya. Pertanyaan mungkin akan muncul ke permukaan: bagaimana kami meletakkan batas-batas? Sekali lagi, itu semua tergantung kesepakatanmu dan pasanganmu. Sebab, setiap orang jelas punya pandangan sendiri tentang batas-batas yang harus terdapat dalam sebuah lingkaran pernikahan. Tujuannya, supaya tak ada satu pihak yang keluar dari batas.

Jika kamu dan pasanganmu ingin hidup bersama sampai ajal memisahkan, kamu perlu serempak menghadapi aspek-aspek yang paling penting dalam kehidupan.

5. Sepakati dengan baik bagaimana peran dan tugas sendiri dalam lakon bernama pernikahan. Pasti punya porsi masing-masing

Soal peran atau tugas cowok dan cewek, cara pandang setiap orang pasti berbeda-beda. Latar belakang seseorang bahkan sangat mungkin membuat cara pandang berbeda. Maka dari itu, penting sekali untuk kamu dan pasanganmu untuk memutuskan dalam sebuah percakapan jauh hari sebelum menikah. Kelak, statusmu bukan sepasang kekasih, tapi juga sepasang suami-istri. Bahkan kalau punya anak, statusnya jadi ayah dan ibu. Setiap peran pasti punya tugasnya masing-masing.

6. Karier selalu jadi pembicaraan vital jelang memutuskan untuk menikah. Mulai sekarang putuskan dengan bijak

Karier atau keluarga?

Begitulah biasanya yang menjadi perbincangan alot sebelum pernikahan. Obrolan soal karier biasanya muncul jika calon istri punya pekerjaan. Di Indonesia, sudah lumrah kalau kaum hawa yang harus berkorban soal kariernya demi fokus mengurus persoalan rumah tangga. Dan cowoklah yang harus tetap bertugas untuk menafkahi keluarga secara materi maupun immateri.

Andai kasusnya, pasangan tak mempermasalahkan dan memberikan kebebasan istrinya meniti karier, mungkin jadi sebuah keuntungan tersendiri untuk ikut mengurangi beban biaya hidup bersama. Namun di sisi lain, ada banyak hal rumah tangga yang sulit lepas dari peran seorang istri sekaligus ibu. Makanya, penting sekali bagimu untuk berdiskusi dalam rangka memahami satu sama lain soal karier.

7. Bukan cuma dua kepala, tapi juga dua keluarga. Kamu dan dia harus bisa luwes untuk masuk ke keduanya

Dua keluarga via static1.squarespace.com

Ketika hubunganmu hendak melanggeng ke tahap berikutnya, maka obrolan tentang keluarga harus tetap dilibatkan. Perkara menikah ternyata tak hanya menyatukan dua kepala, melainkan dua keluarga. Bangun komunikasi yang baik dengan keluarga satu sama lain. Andai tidak, masalah keluarga malah bisa jadi penghalang tersendiri bagi kelangsungan kehidupan pernikahanmu ke depannya.

Percakapan, atau lebih tepatnya diskusi, dilakukan tentu untuk membuat kamu dan pasanganmu saling tahu tentang apa yang diharapkan. Jangan pernah main-main dengan pernikahan. Ia adalah komitmen yang sangat perlu diseriusi. Oleh karena itu, diskusi dengan calon pasangan adalah sebuah tindakan bijaksana yang wajib dilaksanakan setiap calon suami-istri. Kemungkinan untuk mengalami banyak kesulitan, sedikit banyak, bisa kamu atasi.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me