Sekadar berbagi perasaan dengan mengucap kata cinta pada pasangan memang wajar dilakukan. Mengucap “aku mencintaimu” dalam hubungan juga bisa menjadi bukti bahwa kamu ingin menunjukkan rasa cintamu pada pasangan. Tak ada yang salah memang. Toh namanya juga orang sedang jatuh cinta. Hanya saja, ketika ada orang yang enggan bilang cinta meski sudah menjalin ikatan asmara juga harusnya tak bisa disalahkan juga, kan?

Ada masa dimana kata cinta tak lagi penting untuk diucapkan terus-terusan. Semakin dewasa sebuah hubungan, tindakan nyatalah yang makin dibutuhkan. Bukan hanya kata cinta.

Mungkin sesekali mengucap cinta pada pasangan itu perlu dilakukan. Namun bukan berarti kata cinta juga perlu diucap setiap waktu

Bukan berarti harus setiap waktu bilang cinta, kan? via www.huffingtonpost.com

Sesekali, kamu dan pasanganmu memang perlu untuk saling bertukar cinta agar tak ada kecurigaan dalam hubungan kalian. Hanya saja, terkadang diantara kamu dan dia ada sedikit rasa yang berlebihan dalam menuntut ucapan cinta dari pasangan. Ada tuntutan bahwa kata cinta haruslah diucap setiap hari demi menjaga kepercayaan pasangan. Tapi toh nyatanya hal itu tak efektif juga. Terlalu sering mengucap cinta justru menjadi boomerang yang membuat hubungan kalian kehilangan sukmanya.

Mengucap cinta atau tidak itu hak masing-masing individu. Selama kamu tau dia mencintaimu, tak perlu lah memaksanya bilang “aku cinta kamu”

Selama kamu tau dia mencintamu harusnya tak apa, kan? via www.boomsbeat.com

Advertisement

Memang sih kalian sedang berada dalam satu ikatan cinta. Kamu dan dia sudah saling mengungkapkan perasaan dan membalutnya dalam ikatan hubungan. Namun kadang kamu jadi tak tau diri dan menganggap dia yang sudah menjadi pasanganmu itu harus menuruti maumu. Menuntutnya selalu ingat dan mengucap kata cinta jadi hal yang kamu lakukan setiap waktu.

Harusnya kamu sadar, meski berada dalam satu ikatan hubungan, tapi masing-masing kalian bukan budak. Dia masih punya haknya untuk bilang cinta atau bahkan menolak. Selama kamu tau dia cinta kamu, kenapa pula harus memaksanya bilang cinta demi puasnya egomu?

Ketika hubunganmu terlalu sering dihujani kata cinta, kamu bisa bosan dibuatnya. Sudah tak ada lagi perasaan istimewa jika terlalu sering bilang cinta

Jadinya gak istimewa, kan… via www.techtimes.com

Cinta memang menggiurkan. Namun dari situ kita kadang jadi terlena. Setiap malam menuliskan kata “aku cinta kamu” dan mengirimnya pada pasangan ditujukan agar pasanganmu juga membalasnya dengan “aku juga cinta kamu” jadi tujuan utamanya.

“Biar batinku tenang”, katamu.

Tapi tidakkah kamu sadar bahwa semakin sering kata cinta diucap akan semakin membahagiakan hubungan kalian? Kata cinta tersebut akan terasa hambar ketika sudah sering kamu dengar. Tak ada lagi istimewanya yang membuat hatimu berbunga saat mendengar dia bilang cinta. Alih-alih bahagia, hal itu justru akan jadi penyiksa persaanmu!

Cinta itu sejatinya tak butuh diucapkan, namun dibuktikan dengan perbuatan. Selama ia mau berusaha, bilang cinta sejatinya tak perlu jadi keharusan

Selama dia mau membuktikan, harusnya tak ada masalah, kan? via www.huffingtonpost.com

Ucapan cinta memang menggiurkan. Kata-kata berirama cinta pasti akan mampu membius kamu yang tengah dimabuk asmara. Kata orang cinta itu candu yang bisa membuatmu melayang kala mendengarnya terucap dari mulut pasanganmu.

Namun kamu juga sejatinya perlu melihat realitanya. Cinta sejati bukan yang berasal dari ucapan. Cinta sejati tak butuh diucap dengan diksi pilihan disertai nada yang indah. Cinta itu dibuktikan dengan perbuatan. Selama pasanganmu mau dan mampu membuktikan cintanya lewat tindakan dan perhatiannya, mengucap kata cinta tak perlu jadi keharusan.
Serius tidaknya pasanganmu dalam cintanya tak harus selalu dibuktikan dengan ucapan manja “aku cinta kamu”. Mulailah buka pandanganmu terhadap cinta. Yakinlah bahwa dia tetap cinta meski sudah jarang mengucapnya. Selama dia mau berusaha membuktikan, kamu harusnya percaya pada keseriusan cintanya.