Punya pasangan yang sudah memiliki kemapanan memang membanggakan sekaligus menyenangkan. Apalagi kita dituntut untuk nggak percaya begitu saja dengan kata-kata cinta darinya dan mulai hidup realistis. Tapi perlu dipahami juga, bahwa punya pasangan yang sudah mapan itu tidak menjamin bahwa selamanya bisa membuat kita merasa bahagia.

Selain soal kemapanan, memang harus ada hal lain yang membuat kita bertahan bersamanya. Di balik kemapanan yang kini diraihnya, kadang ada hal-hal yang malah membuat hubungan semakin tidak berkembang. Mungkin kamu perlu kembali memikirkan 5 alasan ini. Agar keputusanmu untuk tetap bertahan atau tidak bisa diambil dengan bijak.

1. Dia mulai sibuk dengan dunianya sendiri, seolah kamu selalu bisa mengerti dan mau memaklumi

dia mul;ai sibuk dengan dunianya sendiri via www.logancoleblog.com

Hidup mapan memang dambaan, apalagi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan mudahnya. Namun pasanganmu mulai disibukkan dengan segala pekerjaannya, seperti mesti kerja lembur.

Pada awalnya kamu memang tidak keberatan karena memang dia bekerja keras pun untuk hidup kalian berdua nantinya. Kamu selalu bersedia menunggu lebih lama untuk sekadar bertemu. Padahal ketika dia membutuhkanmu, kamu tak pernah keberatan untuk langsung menemuinya.

Advertisement

Semenjak karir dan kehidupannya membaik, kamu makin jarang mendapatkan sebuah pertemuan yang berkualitas. Dia mulai terbiasa dengan keterlambatannya atau membatalkan di detik-detik pertemuan kalian. Dia mengucapkan kata maaf, namun tak terasa ada penyesalan disana. Kamu dianggap seolah bisa selalu memaklumi.

2. Mengumpulkan pundi rupiah memang perlu. Tapi coba pikir ulang apa masih tetap mau bertahan ketika kamu bukan lagi prioritasnya

Kamu bukan lagi prioritasnya via www.helenaandlaurent.com

Saat kamu dan dia berumah tangga nanti, kata cinta hanya akan menjadi bumbu. Selebihnya, akan ada banyak obrolan tentang rencana dimana akan tinggal, bagaimana untuk mengisi kebutuhan rumah, hingga berapa budget yang harus disiapkan untuk pengeluaran setiap bulannya. Setiap hubungan yang realistis dan dewasa, selalu mengantarkanmu pada percakapan-percakapan semacam ini.

Untuk itu, upayanya untuk mengumpulkan tabungan demi masa depan kamu dan dia adalah usaha yang sangat sepadan. Tapi kamu layak untuk tetap berpikir ulang. Jika selama upaya yang dia lakukan malah semakin membuatnya jauh dengan rencana yang kalian rancang berdua, bukankah kamu pantas menanyakan ulang? Mengejar sesuatu yang lain memang perlu dia lakukan, tapi ketika kamu tak lagi menjadi prioritasnya, lebih baik kamu memilih pergi perlahan.

3. Sifatnya tak pernah sama lagi. Dia kini jauh lebih egois dan mementingkan diri sendiri

Dia jadi orang asing bagimu via www.logancoleblog.com

Pasanganmu sudah memiliki penghasilannya sendiri tentu melegakan, bukan? Apalagi kamu sudah menemaninya jatuh bangun saat memulai perjuangannya. Kamu pun sudah mulai khatam baik dan buruknya.

Tapi setiap orang pasti berubah, apalagi ketika dia mengalami sebuah perubahan yang cukup besar dalam hidupnya. Seperti pasanganmu yang kini hampir semua sifatnya tak kamu kenali lagi. Keegoisan dia kadang terlihat dari keengganan dia mendengar ceritamu. Dan kamu yang kini harus mengikuti semua kemauannya.

4. Dia memang bisa menuruti segala keinginanmu. Namun saat itu juga, dia tak lagi bisa menghargaimu sebaik dulu

Tak lagi bisa menghargaimu seperti dulu via nouba.com.au

Memperjuangkan masa depan memang perlu. Karena memang cinta saja tidak bisa membuat perut kenyang. Namun sayangnya dalam kasusmu dan dia, kamu harus menerima kenyataan bahwa ada perubahan besar dalam dirinya.

Kamu mulai merindukan sosoknya yang dulu. Kemapanannya memang tak lagi membuatmu ragu, terlihat dari anggukan yang selalu ia berikan ketika kamu meminta sesuatu. Tapi sayangnya, penghargaannya pada dirimu tak lagi setinggi dulu. Selama kebutuhan untukmu bisa tercukupi, bagi dia tugasnya selesai. Selebihnya, termasuk soal perasaanmu tak lagi dia pikirkan.

5. Obrolan selalu saja tentang dia. Tak lagi tentang rencana indah masa depan yang dulu pernah dirancang sedemikian rupa

apapun selalu tentang dia dan dunianya via www.logancoleblog.com

Melihatnya mapan lengkap dengan pekerjaan yang baik tentu menjadikan kebahagiaan tersendiri untukmu sebagai kekasihnya. Rasa memar karena pernah ikut terjatuh dan terpuruk tak lagi kamu rasakan karena sudah terbayarkan dengan melihat kesuksesan yang telah diraihnya.

Tapi perlahan, dia menorehkan luka baru untukmu. Awalnya begitu kecil dan tak terlihat, tapi begitu kamu sadari lukanya kian membesar. Ketika setiap obrolan kini selalu tentang kehidupannya, tentang pekerjaannya, dan tentang kebangaannya meraih segala pencapaiannya.

Tidak ada lagi obrolan remeh tentang masa depan yang dulunya mewarnai kisah kalian. Semakin jarang ada obrolan tentang bagaimana kehidupan kalian nanti akan dibangun. Dia seolah lupa kalau ada kamu yang hingga kini menuggu kepastian dan kejelasan hubungan kalian.

Tak ada lagi perhatiannya kepadamu, hanya sekadar untuk menanyakan bagaimana kamu melewati hari. Semua berubah menjadi hanya tentang dia.

Bahwa yang terpenting dalam kisah cinta ini bukan berapa banyak pendapatan yang dia peroleh tiap bulannya, atau seberapa mahal hadiah-hadiah yang kini kerap diberikannya. Pada dasarnya, setiap hubungan tetap butuh pondasi kuat bernama cinta. Semapan apa kamu dan dia nantinya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya