Ngomongin soal mantan memang nggak ada habisnya. Soalnya bagian dari masa lalumu itu akan terus ada, bahkan sampai kamu udah membuka hati atau baru mau mencari penggantinya. Salah satu hal yang bikin kenapa nama mantan susah hilang dari ingatan adalah dia justru makin intens menghubungimu selepas putus. Apalagi kalau kalimat ini sampai ada…

Hai lagi ngapain?

Advertisement

Wah, bisa-bisa hati yang sudah mau move on, runtuh kembali akibat rasa berharap tumbuh subur dari sana. Nah sebelum berharap lebih jauh lagi, ada baiknya kamu tahu alasan di balik mantan yang masih sering menghubungi di bawah ini. Buat jaga-jaga saja, siapa tahu maksud di balik “hai apa kabar” darinya punya maksud selain ngajak balikan.

1. Masih ada barang berharganya yang kamu simpan, tapi dia terlalu sopan untuk langsung bilang

Mau minta laptop sih sebenernya hehe via unsplash.com

Sebelum terus memupuk harapanmu untuk diajak balikan, ada baiknya kamu perhatikan baik-baik sifat dasar pacarmu itu. Sebab bisa jadi bukannya ngajak balikan, tapi ada maksud lain di balik tiap pesan dan chat Whatsapp yang tiap malam dia kirimkan. Cek dulu tiap sudut kamarmu, apakah masih ada barang berharga milik mantan yang belum kamu kembalikan. Kalau masih ada, bisa jadi sih mantanmu terus menghubungi supaya kamu sadar dan lekas mengembalikan barang itu. Dia hanya terlalu sopan untuk langsung bilang.

2. Bisa jadi dia mau mendekati seseorang yang ada di lingkungan pertemananmu. Makanya dia gencar menghubungi untuk mencari tahu

Dia nginser salah satu temanmu – Photo by Devin Avery on Unsplash via unsplash.com

Pagi nanyain kamu lagi ngapain. Siang tanya kamu lagi sama siapa. Malamnya nggak lupa bertanya kamu di rumah atau jalan. Siklusnya begitu terus bahkan sampai beberapa bulan lamanya. Kamu pasti mikirnya dia masih ada ‘rasa’, tapi yang dia rasakan justru sebaliknya. Dia malah ada rasa pada seseorang yang ada di lingkungan pertemananmu. Makanya dia semakin sering menghubungimu. Bahkan jauh lebih sering daripada saat kalian masih pacaran dulu.

Advertisement

Kalau begini kan sia-sia kamu berharap lagi sama dia. Toh dia sudah punya rasa sama satu orang di sekitarmu~

3. Dia merasa bersalah karena sudah mutusin kamu. Makanya dia masih menghubungi sebagai usahanya untuk minta maaf ke kamu

Dia merasa bersalah banget udah mutusin kamu via unsplash.com

Diputusin itu rasanya seperti dihujam belati. Apalagi kalau kamu diputusin satu pihak dan pas di puncak rasa sayang. Udah bukan sakit sih yang dirasakan, tapi lebih ke kecewa! Nah kalau intensitasnya menghubungi makin giat akhir-akhir ini tandanya dia merasa bersalah sekali. Dia merasa bersalah karena udah melepaskanmu, tapi kalau diteruskan juga nggak mungkin. Jadi ya ngapain kamu ikutan baper kalau hanya rasa kasihan? Bukankah hal itu sama halnya dengan membohongi diri sendiri atau malah menciptakan kenyamanan yang fana?

4. Ini nih yang sering terjadi, dia nggak ada seseorang untuk dihubungi. Makanya kamu jadi “pelarian” sementara sebelum menemukan gebetan baru

Ibaratnya kamu cuma halte buat neduh doang~ via unsplash.com

Dijadikan pelarian memang nggak enak. Ibarat halte bus, kamu hanya tempat sementara untuknya bertahan. Kalau sudah ada seseorang yang bersedia menjemputnya, kamu jelas akan ditinggalkan. Nah ini nih yang seringnya nggak disadari setiap orang. Apalagi kalau mantan menjadikanmu tempat pelarian hanya karena nggak ada orang lagi yang bisa dia hubungi. Duh, rasanya kok sayang sekali hidupmu kalau berharap sama orang yang seperti ini.

Sebenarnya mantan yang hanya menjadikanmu tempat pelarian ini mudah sekali ditebak. Cirinya ia hanya menghubungimu di saat dia ada masalah atau nggak tiap hari tapi di waktu-waktu tertentu. Giliran sudah nemu gebetan baru, baru deh dia menghilang tanpa kabar.

5. Atau bisa saja dia menghubungimu pas lagi bosan dan nggak ada kerjaan. Kalau ini sih karena lagi iseng saja ~

Iseng ah ngechat mantan – Photo by Ali Yahya via unsplash.com

Kalau alasan yang satu ini sih berarti mantanmu memang perlu disikapi dengan tegas. Soalnya dia jelas memanfaatkan kelemahanmu yang nggak bisa membiarkan pesan tanpa dibalas. Untuk itu, kamu harus bisa membedakan mana yang benar-benar ingin menjalin komunikasi atau hanya sekadar iseng dan mengisi kebosanan. Salah satu ciri yang paling kentara sih kalau dia balasnya lama dan singkat-singkat. Namun kalau nggak kamu balas, dia yang justru marah tanpa alasan.

6. Namun ada kemungkinan dia masih nyaman sama kamu. Hanya saja nyaman sebagai teman bicara, bukan untuk hal lainnya

Nyaman sebagai teman ngobrol sih tepatnya~ – Pict by Zach Rowlandson via unsplash.com

Alasan yang satu ini merupakan pungkasnya seorang mantan semakin gencar menghubungimu setelah bubaran. Dia masih saja menghubungimu karena masih ada rasa nyaman dan nggak mau putus kontak begitu saja. Namun ada satu hal yang perlu kamu garis bawahi. Dia nggak ingin balikan. Hanya saja dia ingin mempertahankanmu sebagai teman ngobrol doang.

Kalau kamu tahan iman dan nggak baperan sih nggak apa-apa. Namun kalau kamu masih rentan dan terjebak nostalgia lebih baik dibatasi aja ya. Demi kesembuhan hatimu juga soalnya.

Kembali dihubungi mantan memang rasanya seru-seru menantang. Soalnya selain membangkitkan kenangan, di hati bakal ada sisipan rasa deg-degan. Namun kamu jangan keburu gede rasa dulu. Soalnya belum tentu di balik setiap pesan dan missed call-nya tengah malam itu ada maksud ngajak balikan. Bisa jadi kan maksudnya justru salah satu di antara alasan ini. Makanya kamu harus punya pendirian dan kuat iman. Toh hatimu berhak mendapatkan perhatian dari dia yang benar-benar cinta, bukan dia yang hanya datang kalau ada maunya. ~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya