Dicintai sepenuh hati oleh sang penghuni hati memang ampuh buatmu melayang. Lihat saja bagaimana dia memperlakukanmu dengan sopan tapi tetap hangat. Mulai dari hal sepele sampai hal-hal yang menyangkut masa depan, kamu seakan mendapat perlakuan kelas satu. Seakan seluruh cintanya dipusatkan kepadamu.

Diperlakukan seperti ini lantas buatmu merasa cepat puas. Meski baru pacaran, kamu yakin kalau dialah orang yang semesta kirimkan. Kepuasan dicintai dengan sepenuh hati juga buatmu bersikap tinggi hati. Kamu jadi ogah memikirkan takdir yang bisa membolak-balikkan kenyataan.

Advertisement

Dicintai sepenuhnya memang nyaman, tapi kamu jangan lantas berpuas diri. Toh masih ada hal-hal yang perlu kamu renungi baik-baik dalam hati.

1. Sepenuh hati dicintai buatmu haus perhatian dan sering meminta. Sementara kamu lupa meningkatkan kualitas yang kamu punya

Yang aku boleh minta… via www.logancoleblog.com

Diperlakukan bak putri raja memang buatmu selalu melayang di udara. Setiap sentuhan dan perilakunya kamu yakin betul bahwa ada cinta yang tulus di sana. Namun kebiasaan diperlakukan bak seorang putri buatmu jadi semakin haus akan perhatian. Alih-alih memberi, kamu justru sibuk memintanya untuk lebih banyak memberi. Kalau terus dibiarkan, hubunganmu ini bisa berat sebelah karena perhatian hanya datang dari satu sisi.

Kalau soal perhatian saja kamu lebih sibuk meminta, kualitas diri yang harusnya kamu tingkatkan untuk masa depan bersama jadinya bye-bye saja.

2. Dicintai dengan sepenuh hati jelas punya konsekuensi. Kamu dituntut melakukan hal yang sama pada pasanganmu ini

Ada konsekuensinya via www.logancoleblog.com

Advertisement

Segala sesuatu datang dengan konsekuensi. Seperti kalau kamu digaji tinggi, tentu perusahaan tempatmu bekerja akan meminta performa yang juara. Pun dengan dicintai sepenuh hati.

Kalau kamu diperlakukan seperti ini, secara tidak langsung kamu dituntut untuk melakukan hal yang sama. Sebab rasanya kok tidak manusiawi sekali ketika kamu berlaku seenaknya, sementara dia mati-matian mengais tenaganya untuk memberimu cinta.

3. Dia yang mencintaimu sepenuh hati berarti menitipkan seluruh harapannya. Kamu perlu hati-hati bersikap agar tak melukai perasannya

Dia menitipkan harapannya padamu via www.logancoleblog.com

Mencintai sepenuh hati adalah arti tak langsung dari menitipkan harapannya. Ibarat membangun sebuah usaha, pacarmu ini tengah berinvestasi dengan cinta. Sementara kamu selaku partner, harusnya bisa lebih hati-hati dalam menggunakan investasi tersebut. Sebab kalau kamu tak hati-hati, baik dalam bersikap atau menjalin pertemanan, apa yang kalian bangun justru bisa tumbang. Pun dia yang awalnya mencintaimu dengan sepenuh hati akan berbalik arah dan kecewa sejadi-jadinya.

Mengecewakan dia yang memberimu cinta sebanyak ini, bukankah hanya jadi bumerang di hidupmu kelak?

4. Perlahan, kamu mulai menganggap cinta sebagai barang yang bisa dibanggakan. Bukan lagi kata kerja yang buatmu hangat dan nyaman

Hati-hati, cinta bisa jadi tak lagi sebagai kata kerja nanti via www.logancoleblog.com

Terlalu merasa puas dengan apa yang kamu miliki sekarang adalah senjata makan tuan. Batinmu jelas akan dengan mudah dibutakan. Cinta yang seharusnya menjadi kata kerja, pelan-pelan berubah menjadi komoditi yang bisa dibanggakan. Makna dari menjalin hubungan jadi rancu. Peluk dan ucapan I Love You kini jadi tak sehangat dan semanis dulu. Semoga kamu bisa terhindar dari hal itu.

5. Kalau terus dibiarkan, rasa puas akan buatmu mendadak lupa bahwa cinta datang sepaket dengan sedih, terluka dan kecewa

Cinta datang sepaket dengan sedih dan kecewa via www.logancoleblog.com

Kepuasan buatmu jadi sosok peminta ulung. Karena sibuk meminta perhatian dan cintanya, kamu jadi menggantungkan kebahagiaanmu di sana. Kamu lupa bahwa yang namanya cinta itu datang satu paket dengan rasa sedih, kecewa dan terluka. Di saat ada hal-hal di luar kehendakmu terjadi, tak ayal kamu kaget dan tak siap menghadapi semua ini.

Dan yang hanya bisa kamu lakukan saat kehendakmu diluluhlantakkan, ya dengan menyalahkan keadaan. Pun berdampak pada caramu memperlakukan pacar.

6. Sebab dicintai dengan sepenuh hati bukanlah prestasi. Justru kamu punya tanggung jawab yang besar dari sini

Tanggung jawab lebih besar via www.logancoleblog.com

Kalau tahu sedang dicintai dengan sepenuh hati, seharusnya jadi momenmu untuk mawas diri. Bukan untuk dibanggakan apalagi dijadikan parameter prestasimu dalam menjalin hubungan dengan seseorang. Toh dengan menerima cintanya itu kamu punya tanggung jawab yang lebih besar untuk melakukan hal yang sama kepadanya.

Singkatnya, semakin kamu menerima cinta yang besar dan murni dari hati, semakin kamu punya banyak hal untuk direnungi. Mulai sekarang yuk jadi seseorang yang mau mencintai dan dicintai dengan lebih baik lagi. Nggak ada ruginya kan kalau kamu memberi apa yang orang beri sama besarnya. ~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya