Ada 4 Jenis Teman yang Harus Kamu Bedakan. Sahabatmu Sedikit Bukan Berarti Kamu Antisosial

Jenis-Jenis Teman

Pernah nggak sih kamu merasa temanmu sedikit banget? Jauhlah kalau dibandingin dengan temanmu si A, B, dan C. Kayaknya mereka sering banget hangout dengan orang-orang yang berbeda. Orang-orang yang muncul di instagramnya saja beda-beda. Wah, pasti seru banget ya, karena dia nggak pernah kesepian. Lalu kamu pun merenungi kehidupanmu sendiri. Rasanya sepi sekali, karena ternyata temanmu bisa dihitung dengan jari.

Advertisement

Wah, apa benar kamu antisosial dan gagal hidup bermasyarakat sebagai manusia? Nggak juga kok. Menurut Psychology Today, orang dewasa itu memang nggak butuh banyak-banyak teman dekat. Karena, ada banyak jenis teman yang wara-wiri di hidup seseorang. Khusus sahabat baik atau teman dekat, ternyata kamu hanya butuh tiga. Yup, kamu nggak salah baca. Sebelumnya, jenis-jenis teman ini kamu sudah tahu ‘kan?

1. Jenis teman yang sebatas “kenalan”, yaitu orang-orang yang kamu tahu sebatas nama dan kerja di mana misalnya

Sebatas kenalan (Photo by Elena Buzmakova(borisova)) via www.pexels.com

Jenis teman yang pertama ini adalah orang yang mungkin kamu follow di media sosial, dan akan kamu sapa serta ngobrol sebentar bila ketemu di jalan. Kamu tahu siapa dia, anak kampus mana, atau kerja di mana. Tapi hanya sebatas itu pengetahuanmu tentangnya, dan baik kamu atau dia nggak ada intensi untuk mengetahu lebih jauh satu sama lain. Intinya, kenal sekadar kenal saja. Kalaupun weekend nganggur, kamu nggak serta merta nge-chat dia dan ngajakin hangout atau jalan-jalan.

Advertisement

2. Ada juga jenis “teman kasual”, yang pertemanannya ditentukan oleh aktivitas keseharian. Teman kantor, misalnya

teman kasual (Photo by Brooke Cagle) via unsplash.com

Teman kasual adalah teman yang ditentukan dengan keterikatan aktivitas ataupun keseharian yang sama. Misalnya, teman-teman kantormu atau teman kampusmu. Bisa juga teman satu organisasi atau komunitas. Dengan teman kantor, kamu cukup akrab. Kalian selalu makan siang bareng, berbagi gosip tentang atasan bareng, dan kadang juga belanja bareng lewat online shop, atau ikut after office party di hari Jumat malam. Tapi di luar itu, kalian nggak pernah hangout sama-sama. Pertemanan kalian dibatasi oleh gedung kantor dan pekerjaan saja.

3. Selangkah lebih dekat, ada teman dekat nih. Definisinya jauh lebih dalam ketimbang list “close friend” di Instagram

Teman dekat (Photo by bruce mars) via www.pexels.com

Inilah yang disebut dengan teman baik atau sahabat. Teman dekat di sini tentu definisinya nggak sesempit list ‘close friend’ di Instagram. Teman dekat adalah orang tahu banyak tentang hidupmu, dan kamu tahu banyak tentang hidupnya. Dia adalah orang yang akan kamu cari saat kamu hilang arah dan butuh tempat untuk menangis dan sambat. Dia adalah orang yang kamu percayai atas banyak hal-hal rahasia dalam hidupmu. Bersama mereka, kamu bisa melakukan banyak hal berjam-jam tanpa rasa bosan. Mereka juga orang yang akan kamu ajak jalan saat akhir pekan, dan bikin kamu kangen kalau lama nggak ketemuan.

4. Terakhir, ada “intimate friends”. Definisi “teman” di sini sangatlah luas, sekaligus terbatas. Lah, gimana tuh?

Soul Sisters (Photo by Bahaa A. Shawqi) via www.pexels.com

Di titik paling paripurna dalam pertemanan, ada yang namanya intimate friend, yaitu teman dekat yang kedekatannya sudah beyond. Teman di sini bukan terbatas soal orang yang kamu ajak haha-hihi lho. Intimate friend adalah orang yang paling dekat denganmu, yang tahu soal rahasia-rahasia terbesar yang mungkin nggak pernah kamu share ke teman dekatmu juga. Intimate friends ini adalah soul sisters, bukan lagi sekadar best friend. Intimate friends ini bisa jadi pasanganmu, saudara, sahabat, mentor, atau apa pun yang koneksinya dan tingkat saling memahaminya sudah “nggak ngerti lagi”.

Dari penjelasan di atas, kamu bisa merujuk ke jenis teman dekat dan intimate friends sebagai sahabat terbaik. Dan penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa hanya butuh 3-5 teman dekat untuk bisa bahagia. Bahkan jika kamu punya satu saja orang yang menganggapmu teman dekatnya, level kebahagiaanmu relatif meningkat.

Jadi, jangan sedih kalau temanmu sedikit, karena kamu memang nggak butuh banyak. Mungkin yang temannya beda-beda itu bukan teman dekat, melainkan kenalan atau teman kasual. Kan lebih baik sedikit tapi bisa saling mengandalkan, daripada banyak tapi seringnya datang kalau ada keperluan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE