Istilah PHP atau Pemberi Harapan Palsu begitu sering kita dengar beberapa tahun terakhir. Istilah ini begitu sering dilontarkan oleh mereka-mereka yang hubungan cintanya tidak jelas ke mana. Dekat iya, pacaran bukan, lalu si pasangan tiba-tiba saja pergi meninggalkan sosok yang belakangan ini sudah lama didekatinya. Pihak yang merasa ditinggalkan merasa sedih tak karuan karena punya harapan cinta yang ternyata semu.

Tapi ini nggak sepenuhnya salah si sosok yang tiba-tiba meninggalkanmu begitu saja. Bisa jadi pikiranmu selama akrab dengannya sudah terlalu melambung jauh tinggi. Kamu sudah telanjur memikirkan yang indah-indah, padahal tak ada maksud darinya untuk memberi harapan palsu.

Advertisement

Sebelum kamu telanjur kecewa dan menganggapnya PHP, sebaiknya kamu waspada dan menghindari hal-hal berikut menggelayuti anganmu.

1. Karena sering berkomunikasi dengannya, nggak lantas dia berkirim chat hanya dengan kamu saja. Bayangkan betapa anehnya jika kamu tiba-tiba murka pada salah satu tingkahnya.

Kamu kok gitu sih?

Kamu kok gitu sih? via www.talkmen.com

“Ih, kamu kok pakai baju itu sih? Aku kan gak suka sama baju itu. Mana gak cocok sama outfit aku sekarang. Gak kompak ah!”

*bingung seribu bahasa* *berkata dalam hati: Hah? Kamu siapa ngatur-ngatur?*

Keadaan yang sedemikian rupa begitu sering terjadi pada hubungan di mana salah satu pihaknya sudah terlalu geer. Ketika si cowok berlaku biasa saja dengan cewek yang diakrabinya, ia akan bingung dan diam seribu bahasa pada tingkah laku sang cewek. Dalam pikirannya, “Apa yang salah dengan penampilanku? Perasaan aku biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh! Kenapa dia mengatur dan begitu marah?”

Advertisement

Jika wajahnya terbaca sedemikian rupa, kamu patut waspada. Jangan-jangan selama ini kamu sudah terlalu ke-geer-an dan merasa mencintainya secara berlebihan. Lantas kamu merasa berhak memarahi dan mengatur segala tingkah lakunya. Padahal mereka biasa saja dan punya haknya sendiri yang patut dipenuhi. Jika gejala ingin mengatur ini terjadi padamu, patutlah berwaspada. Itu artinya kamu sudah terlampau ingin memilikinya.

2. Ketika ia tiba-tiba mengajakmu pergi bersama, alangkah baiknya untuk tetap mengontrol perasaan. Belum tentu itu adalah kencan seperti yang kamu inginkan

Apa? Ga jadi ya?

Apa? Ga jadi ya? via 0.s3.envato.com

“Halo, besok jadi kan kita nonton The Avengers?”

“Hah? Iya ya? Aduh aku lupa nih! Dibatalin aja, ya? Aku sibuk nih. Banyak kerjaan kantor yang belum kelar.”

“Hah? Apa? So, kita ga jadi pergi ya? Hmmm…”

*nangis*

Pada suatu saat, orang yang sedang dekat denganmu mengajak pergi bersama pada akhir pekan atau malam minggu. Entah itu sekedar makan malam, menemani ke mall, atau nonton ke bioskop. Hipwee sarankan agar kamu tidak terlalu senang dan bisa mengontrol perasaanmu. Merasa senang karena ajakannya sih boleh-boleh saja. Tapi kamu harus bisa membatasi sampai level mana rasa senangmu itu terjadi.

Tidak jauh berbeda dengan rencana-rencana yang dibuat dengan teman sendiri, kadang janji itu bisa terlupakan dan hanya tinggal janji. Begitu pula dengan dia yang dekat denganmu. Mungkin saja ia sedang berbasa-basi, mengetes, atau bercanda denganmu. Kamu sudah telanjur membatalkan acara-acara dan janji-janji penting dengan kawan-kawan dan kolega. Kamu juga sudah total mempersiapkan acara yang kamu gadang-gadang sebagai kencan, seperti pakaian dan sepatu hak tinggi baru. Seketika semua itu musnah karena ia lupa dan sibuk dengan pekerjaannya. Kamu pun kecewa, marah, dan lantas menuduhnya sudah ingkar janji. Bila ini terjadi, mungkin saja kamu sudah terlalu buta karena cinta yang belum tentu pasti.

3. Kamu bukanlah peneror. Ketika ia tak membalas sms atau pesan di chat room, tak lantas kamu terus-menerus mengirim pesan hingga akhirnya dia membalasmu.

Lama banget sih balasnya

Lama banget sih balasnya via i.dailymail.co.uk

SMS 1:

“Selamat pagi…”

SMS 2:

“Halo! Kamu udah sarapan?”

SMS 3:

“Selamat kerja ya!”

SMS 4:

“Sudah siang! Kok SMS aku gak dibalas juga ya? Makan apa dan di mana siang ini?”

Balasan:

“Oh, maaf. Hari ini jadwalku padat. Besok aja ya kita SMS-an lagi?”

Seringkali cewek, bahkan juga cowok, yang sedang terlalu larut dalam cinta berniat mengirimkan perhatiannya lewat sapaan di SMS atau aplikasi chatting. Saking larutnya dalam cinta, kalian tidak sadar kalau kalian sedang melakukan perbuatan yang sebenarnya mengganggu. Alih-alih memberi perhatian, kalian malah meneror terus-terusan. Biasanya ini terjadi jika kamu menghubunginya namun tak kunjung juga mendapat balasan sesegera mungkin. Kamu mulai curiga atau panik. Apakah ia baik-baik saja atau jangan-jangan sesuatu yang buruk telah menimpanya. Atau mungkin, apakah ia sedang berselingkuh?

Jika yang terakhir memang terjadi, ia sedang berselingkuh dari siapa? Apakah benar bisa dikatakan ia berselingkuh darimu, padahal ia belum jelas dan pasti manyatakan cintanya? Berhentilah berpikir yang buruk-buruk tentangnya. Perhatianmu yang terlalu berlebihan tersebut bukan hanya mengganggu, melainkan juga menunjukkan bahwa kamu kurang dewasa dan bijaksana. Kecurigaanmu bisa saja tidak terbukti karena ia sedang sangat sibuk, kehabisan pulsa, atau keadaannya memang tidak memungkinkan ia untuk bermanja-manja denganmu.

4. Kamu jadi mudah curiga dengan siapa-siapa saja yang ada di Facebook-nya. Ayolah, kamu tak perlu seserius itu!

Ohh... Jadi ini yang kamu perbuat?

Ohh… Jadi ini yang kamu perbuat? via static.guim.co.uk

“Siapa sih cowok yang ini? Kok sering amat muncul dan komen di timeline facebook dia? Jangan-jangan dia suka sama cewekku ya? Atau jangan-jangan ada yang diam-diam sudah selingkuh?”

Nah, inilah yang perlu dihindari selagi kamu masih belum menjadi apa-apanya cowok yang dekat denganmu! Mudah curiga dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Perasaan curiga seperti ini mampu menimbulkan bara amarah dalam hatimu. Jika sudah sampai tersulut emosi karenanya, kamu harus sangat berhati-hati. Semakin mudah kamu curiga dan tersulut emosi, makin mudah kamu merasa kecewa dan punya asumsi di-PHP.

Kecurigaanmu pada orang-orang di timeline Facebook dia perlu kamu pendam dahulu. Sebab kamu tak punya bukti cukup kuat untuk mencurigai, memfitnah, hingga memarahinya. Kamu belum punya hak atau kuasa penuh untuk bersikap seperti itu padanya. Bila kecurigaanmu terasa sangat kuat dan didukung kesaksian nyata dari kawan-kawan di sekitarnya, mungkin kamu tinggal menunggu waktu hingga kecurigaanmu terbukti. Maka sudah jelaslah bahwa ia tak memendam sedikit rasa pun padamu.

5. Ketika ia tengah melontarkan candaan, kamu malah bersikap terlalu serius dan kadang turut tersinggung. Jangan heran kalau selanjutnya, ia takut berkomunikasi padamu.

Jangan serius amat sih...

Jangan serius amat sih… via www.thefuzemagazine.com

“Ih, kamu kok tambah gendut ya sekarang?”

“Sialan. Aku gak mau ke bioskop sama kamu ah malam ini, aku ngambek!”

Ketika kamu sedang dekat dengan seseorang namun tanpa status, memang kamu dituntut untuk dapat mengurangi tingkat keseriusanmu. Toh kalian sedang tidak berhubungan sebagai rekan kerja di kantor. Termasuk pula di saat ia sedang melontarkan candanya padamu. Jika ia melontarkan candaan yang sifatnya mengejek atau membicarakan kelemahan fisikmu, jangan buru-buru tersinggung. Semua yang perlu kamu lakukan hanyalah rileks dan melepas senyum serta tawa. Jika perlu, balaslah perbuatannya pula dengan maksud canda. Ini mampu mencairkan hubungan kalian.

Jika kamu saja mudah berpikir serius, bagaimana mungkin ia tidak mundur? Ia pasti akan pikir-pikir lagi bila kamu terkesan serius, marah, atau jutek ketika diajak berkomunikasi. Dia akan bingung, komunikasi seperti apa yang kiranya mampu melunturkan hatimu. Bukan mustahil juga bila kamu dianggapnya jual mahal. Dia yang tadinya sudah bersemangat untuk mengejarmu, akan berpikir ulang dan memilih mundur karena kepribadianmu yang kaku. Sedangkan kamu yang tadinya mungkin hanya memancing supaya dapat dibujuk-bujuk, justru menyesal karena sikapmu. Tapi jika kamu tidak menyadari kesalahan ini, bisa jadi kamu malah menganggapnya PHP.

6. Kamu bahkan sudah membayangkan bagaimana kalian berumah tangga dan memiliki bayi. Padahal tahap seperti ini masih sangat panjang dan lama lagi.

Kamu bahkan sudah berpikir sejauh ini

Kamu bahkan sudah berpikir sejauh ini via www.firstlight.com

Kebanyakan perasaan PHP diakibatkan oleh harapan-harapan yang terlalu tinggi. Saking manisnya perlakuan yang kamu dapat, kamu bahkan memimpikan masa depanmu yang masih jauh dengannya. Misalnya saat kamu menikahinya dan duduk di pelaminan berdua, memiliki rumah sendiri dan membeli perabotnya, hingga mempunyai anak dengan versi mini darinya atau versi mini dari dirimu sendiri.

Tetaplah gunakan logikamu. Jika cinta dia memang belum pasti sejati, untuk apa dimimpi? Kamu bahkan baru saja seminggu atau sebulan akrab dengannya, tapi sudah etiskah berpikir sejauh itu? Kamu tak pernah tahu takdirmu sendiri, selain Tuhan yang jadi pengaturnya. Bisa saja sekarang kamu bahagia dengan sosok yang sekarang, kemudian besok kamu ternyata ditakdirkan bahagia lagi dengan cowok atau cewek yang berbeda lagi. Jodoh itu misterius.

7. Dia menjelaskan kepadamu, apa yang sesungguhnya tengah terjadi di antara kalian berdua. Dengarlah karena ia tak akan berpura-pura.

Dengarkan dia dengan sungguh-sungguh

Dengarkan dia dengan sungguh-sungguh via jaarverslag.koraalgroep.nl

Setelah sekian lama kamu dekat dengannya, kamu dan dia bisa sama-sama menilai karakter dan tingkat kecocokan masing-masing. Inilah saat yang tepat bagimu dan dia untuk mengutarakan perasaan masing-masing atau hanya sekedar mengevaluasi silaturahmi yang telah dijaga. Dengarkanlah ia baik-baik. Dengarkan bagaimana ia menilaimu selama masa pendekatan.

Bersyukurlah jika kamu memang sosok yang dicari selama hidupnya. Maka kamu dibolehkan melanjutkan imajinasi-imajinasi tentang masa depanmu dengannya. Kamu pun bisa dianggap sah untuk mulai mengatur dan memberikan banyak saran untuknya. Tapi jika tidak demikian yang terjadi, kemungkinan besar itu bukanlah mimpi. Karena pada dasarnya, cowok akan berbicara yang sesungguhnya sekali saja dan tidak bisa diulang lagi. Ia punya pegangan yang kuat pada omongannya.

Jika selanjutnya hubungan kasih antara kamu dan dia memang tak bisa berlanjut lagi, untuk apa bersedih? Hidup terus berjalan. Kamu dan dia punya jalannya masing-masing. Untuk apa pula terus-terus menunggu cinta yang tak pasti jika memang kalian tak ditakdirkan bersama? Jika kamu legawa, bayang-bayang PHP itu akan menjauh dari dirimu.

Percayalah cinta yang baru dan lebih layak banyak menantimu di luar sana!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya