Jangan Pernah Ucapkan 6 Kalimat Ini Ke Orangtua. Sedih, Hati Mereka Jadi Tersakiti

Menyakiti Orangtua

Mungkin banyak hal di dunia ini yang dilakukan tanpa sadar dan membuat orang-orang yang kita sayangi jadi terluka. Semisal perkataan yang kerap kita lontarkan kepada orangtua, tanpa sadar menyakiti mereka. Cara kita yang mungkin salah dalam ungkapkan perasaan, ternyata malah membuat mereka sedih berkepanjangan.

Advertisement

Karena itu, coba dari sekarang ketahui kalimat-kalimat apa saja yang harus dihindari untuk menjaga hati orangtua. Bagaimanapun, orangtua telah banyak berjasa bagi kehidupan seorang anak. Meski mereka tak luput dari kesalahan, ada baiknya jangan lagi ucapkan kata-kata berikut ini kepadanya.

1. “Apaan sih bapak dan ibu ini, kok lebay banget? Beda sama orangtua temen-temen aku!”

jangan membandingkan via www.youtube.com

Jujur saja kita pasti merasa tak nyaman dan sedih saat dibanding-bandingkan dengan seseorang. Toh, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Demikian juga orangtua, pasti tidak akan merasa nyaman dibanding-bandingkan dengan orangtua lainnya. Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak, semampu yang bisa dilakukan. Karena itu, jangan diucapkan kepada mereka ya! Selain itu, belum tentu sikap orangtua yang kita pengen sebenarnya baik untuk kita ke depannya lo.

2. “Bosen tau diomelin terus. Nggak ada cara lain buat beri tahu aku tanpa harus ngomel-ngomel?”

berkata tidak sopan karena sering diomelin via mysticalraven.com

Siapa sih yang senang dimarahi? Sekalipun kita memang tidak salah, sebisa mungkin jangan keluarkan kata-kata kasar kepada orangtua. Jika ingin mengungkapkan kekesalan karena sering dimarahi, kita bisa lakukan lewat cara lain. Misalnya memprotes secara baik-baik tanpa harus membentak, apalagi menggunakan kata-kata yang tidak sopan.

Advertisement

3. “Jangan bikin aku malu dong dengan cara Bapak dan Ibu pakai baju kayak gitu. Aku bisa malu di depan temen-temen nanti!”

orangtua akan sedih via yourteenmag.com

Sadarlah bawah orangtua selalu hadir bersamamu dalam keadaan apa pun. Karena itu, sangat menyakitkan ketika kamu tidak menerima ornagtua dengan penampilannya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginanmu. Baju lusuh atau dandanan cueknya adalah kepribadiannya. Jika memang harus mengenakan pakaian rapi, kamu kan bisa memberi saran dengan kata-kata yang lembut, dan tidak menyinggungnya. Toh, kamu sendiri saat dinilai soal penampilan pasti jadi lebih sensitif kan?

4. “Kok makanannya ini lagi? Aku nanti makin disebut kurang gizi!”

seperti apa rasanya jika kamu berada diposisi mereka? via nbclatino.com

Seperti apa rasanya sudah menyiapkan sarapan dari pagi-pagi buta, lalu dinilai menu makanannya tidak bervariasi? Padahal kamu tahu sendiri bagaimana perjuangan Ibumu untuk membagi waktu agar kamu tetap bisa sarapan. Mungkin itu bisa sebagai masukan, namun cara penyampaian yang sambil marah-marah tentu sangat buruk. Coba saja jika kamu yang berada diposisi orangtua, bagaimana? Kamu seharusnya bersyukur masih diperhatikan, terutama kalau kamu jarang membantu orangtua di rumah.

5. “Bapak dan Ibu bisa diem nggak? Aku pusing dinasehatin terus daritadi!”

bicara pelan-pelan via www.wcbe.org

Hubungan antara orangtua dan anak memang susah-susah gampang. Kadang orangtua maunya begini, kamu maunya begitu. Nggak heran kalau sering terjadi miskomunikasi, sehingga muncul pertengkaran maupun salah satu pihak merasa lelah dinasihati terus. Lagi-lagi, kamu bisa gunakan cara lain. Dengarkan dulu jika nasihatnya memang baik untukmu. Ingat, kamu akan merindukan momen-momen ini jika sedang berjauhan dengan orangtua.

Advertisement

6. “Nggak usah ngurusin hidup aku, aku bisa ngurusin hidupku sendiri!”

hindari perkataan yang menyakiti via scroll.in

Namanya juga orangtua, pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Namun, kita sebagai anak kerap merasa terlalu diurusi oleh orangtua. Bahkan saat sudah mulai beranjak dewasa, setiap hal-hal yang kita lakukan tidak terlepas dari pendapat mereka yang harus diikuti. Tapi jangan sampai mengeluarkan kata-kata “Nggak usah ngurusin hidup aku, aku bisa ngurusin hidupku sendiri!” ya. Hati mereka jelas akan terluka.

Anak adalah segalanya bagi orangtua. Segala perhatian, nasihat, dan omelan mereka akan kita mengerti saat kita sudah kehilangan maupun berjauhan dengan orangtua. Mungkin saat sudah menjadi orangtua nanti, kamu akan menyadari bagaimana sulitnya mereka berusaha menjadi orangtua yang sempurna untuk anaknya. Semoga, pelan-pelan bisa mempertimbangkan dengan bijak tiap ucapan yang akan kita utarakan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE