Ternyata kita sudah berteman cukup lama. Tak kusangka pertemanan kita masih bertahan hingga sekarang. Susah senang telah dilalui bersama. Keakraban ini tanpa disangka membawa kita pada rasa nyaman untuk terbuka satu sama lain, terutama soal percintaan seperti anak muda kebanyakan.

Sebagai teman, kamu dan aku pun bertukar cerita. Meski ceritamu belum tentu aku mengerti, tapi diri ini selalu berusaha mendengar dengan baik apa yang kamu ucapkan. Kadang, aku pun memberikan saran dan nasihat dari ceritamu itu. Ya, saran dan nasihat yang sewajarnya sebagai seorang teman.

Advertisement

Dari ceritamu, sebenarnya aku sempat bertanya-tanya mengapa kisah asmara kita sepertinya sama (?).

Awalnya aku pikir ini hanyalah kebetulan saja, tapi sepertinya tidak.

Dan benar adanya. Setelah banyak mendengar ceritamu, aku telaah dengan baik-baik dan menemukan sebuah kenyataan. Kenyataan bahwa pujaan hatimu selama ini adalah orang yang berhasil membuat hari-hariku indah setiap saat. Mungkin kamu tak pernah tahu seperti apa rasanya menjadi diriku. Mempunyai perasaan terhadap seseorang yang juga disukai olehmu. Tulisan ini mungkin dapat mewakilkanku, mewakilkan perasaan ini…

Hubungan pertemanan ini sudah terjalin cukup lama. Canda dan tawa pun selalu mengisi hari-hari kita.

kita akrab sudah cukup lama

kita akrab sudah cukup lama via www.instyle.com

Advertisement

Pertemanan kita sungguh indah, seperti tak ada yang bisa merusaknya.

Pertemuan kita pertama kali mungkin cukup awkward, tapi justru itu yang membuat pertemanan ini bisa berjalan hingga sekarang. Momen pertemuan tersebut sulit untuk dilupakan begitu saja dan kita memilih untuk mengingatnya sebagai salah satu kejadian yang menyenangkan. Saat sedang bersama, kita dapat saling bercanda dan tertawa lepas sesuka hati, tanpa ada yang melarang maupun membatasi. Hari demi hari terlewati, dan pertemanan ini ternyata kian dekat.

Tak hanya senda gurau semata, namun keakraban juga diselingi dengan beragam cerita yang tak selalu bahagia.

kisah pilu juga kita bagi via www.buzzfeed.com

Kebersamaan ini tak hanya diisi dengan keceriaan saja, tapi juga kisah pilu yang saling diceritakan.

Orang seringkali berkomentar tentang kesyahduan pertemanan kita. Hal ini karena tak hanya kesenangan semata yang kita bagi, tapi juga kesusahan yang dialami. Bagi kita, tak ada kata sungkan untuk bercerita.

Kita masih muda, maka tak heran kalau kisah percintaan menyelimuti diri. Tanpa disadari, kita pun saling berbagi kisah asmara.

kalau lagi bercerita, kadang malah dibercandain seperti ini karena sudah akrab sekali

kalau lagi bercerita, kadang malah dibercandain seperti ini karena sudah akrab sekali via www.indonesianfilmcenter.com

“Katanya kemarin lo mau cerita. Ada apa emang?”

“Soal asmara, biasalah lo pasti ngerti arah cerita gue ke mana,”

Seperti anak muda kebanyakan, kita tak pernah terlepas dari hal percintaan. Entah dengan orang yang disuka atau kekasih hati, kita bisa terbuka begitu saja menceritakannya. Secara nggak langsung, kita saling tahu orang seperti apa yang disukai, baik, dari fisik maupun sifat dan sikapnya. Kita sangat terbuka bercerita, hingga seperti tak ada sekat yang membatasi.

Seiring berjalannya waktu, aku pun tahu bahwa orang yang kita sukai ternyata sama. Hati ini sedih saat mengetahuinya.

melihat kebersamaanmu dengan dirinya mungkin pedih. Tapi inilah keputusanmu, lebih baik melihat kebahagiaan terpancar dari wajahmu

melihat kebersamaanmu dengan dirinya mungkin pedih. Tapi inilah keputusanmu, lebih baik melihat kebahagiaan terpancar dari wajahmu via booktrib.com

Aku tak menyangka bahwa pertemanan kita yang ditunjang dengan beragam kesamaan, ternyata juga sama pada orang yang disukai.

Dari kisah yang sering diceritakan olehmu, aku mulai menyadari bahwa ada kesamaan pada kisahku. Ungkapanmu secara detail tentang sosok yang disuka dan bagaimana kamu bercengkerama dengannya telah membuatku bertanya-tanya dalam hati:

Seperti ada yang aneh pada ceritamu. Seperti ada yang mengganjal. Seperti ada kesamaan dengan kisah asmaraku dengan dirinya yang aku suka.

Lambat laun, aku pun mengetahui bahwa orang yang seringkali kamu ceritakan ini merupakan orang yang sama dengan sosok pujaan hatiku. Awalnya pun aku kaget dan heran, karena tak menyangka kesamaan kita selama ini juga menyangkut soal hati. Kebingungan ini telah membuatku sulit untuk menentukan sikap. Kesedihan pun mendera hati dalam waktu cukup lama.

Pertemanan bagiku adalah segalanya. Aku pun memilih untuk mendukungmu mendapatkan dia tanpa memberitahu apa yang kurasa.

melihatmu bahagia menjadi hiburan tersendiri untukku. Aku pun yakin, akan menemukan kebahagiaan di lain tempat via www.rtovey.com

Bagiku, pertemanan adalah segalanya. Aku sadar kalau cukup sulit menemukan teman sepertimu. Dalam waktu yang cukup lama, aku telah memutuskan untuk mendukungmu mendapatkan dirinya. Aku tahu perjuanganmu dan bagaimana perasaanmu terhadapnya. Oleh karena itu, aku tak ingin menyia-nyiakan hal ini. Kegigihanmu tersebut membuatku percaya bahwa kamu adalah sosok yang tepat untuknya. Meskipun hati ini sedih saat mendengar ceritamu, aku yakin perasaan ini akan hilang seiring berjalannya waktu.

Berat memang, tapi aku tahu ini adalah yang terbaik. Karena aku yakin bahwa Tuhan telah menyiapkan seseorang di luar sana untukku.

aku pecaya telah ada sosok lain yang Tuhan siapkan untukku

aku pecaya telah ada sosok lain yang Tuhan siapkan untukku via www.returnofkings.com

Aku percaya bahwa Tuhan telah menyiapkan seseorang yang terbaik, namun waktunya saja yang belum tepat untuk mempertemukan atau menyadari kehadirannya.

Ketika berusaha untuk kembali memikirkan kisah pilu dalam pertemanan kita, aku sadar bahwa hubungan ini tak terlepas dari permasalahan. Sejak dulu, mungkin kita tak menyoalkan berbagai permasalahan yang hadir dalam pertemanan. Mungkin kita menghadapinya dengan santai, tapi untuk hal satu ini cukup aku yang menghadapinya. Karena aku tak ingin merusak suasana hatimu yang sedang bahagia.

Biarlah aku yang menghadapi hari-hari pilu ini. Aku tak ingin hubungan yang telah terjalin lama ini renggang, bahkan rusak begitu saja karena “seseorang”. Keakraban, kenyamanan, dan kepercayaan yang sudah kita bangun bersama aku pikir sebaiknya dipertahankan. Untuk hatiku ini, tak apa bersedih karena aku yakin, Tuhan telah menyiapkan seseorang di luar sana yang terbaik dan tepat untukku.

Maaf, karena aku menyembunyikan hal ini darimu. Maaf, karena aku memilih diam dan mendukungmu bersama dirinya. Aku tak ingin jika kamu mengetahuinya, maka pertemanan kita yang sudah cukup lama ini akan renggang dan rusak hanya karena kesamaan sosok pujaan hati. Izinkan aku untuk selalu mendukungmu dan kembali menjalani hidup seperti sedia kala. Selamat untukmu, yang telah bersama dirinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya