Hari ini, aku menyadari sebuah hal yang kurasa cukup besar terkait cinta yang dimiliki setiap manusia. Bagiku, cinta merupakan rahasia yang tak pernah aku tahu di mana ia akan tinggal dan menjadi besar.

Siapa yang mengira kalau cinta itu sesederhana perkalian dua? Aku jelas tidak pernah mengiranya karena aku tahu cinta tak pernah jadi mudah ketika aku menghitungnya.

Sebagai seorang anak perempuan yang mulai tumbuh besar, aku paham jika kalianlah sebenar-benarnya cinta. Dan… Sejak hari pertama aku lahir di dunia, aku pun memutuskan untuk jatuh cinta pada seorang laki-laki terbaik dalam hidupku.

Cinta yang baik adalah cinta yang tak menghitung berapa banyak jumlahnya. Tak salah jika aku menjatuhkan cinta pada lelaki yang pertama kali kukenal, Ayah

hae, Dad! via abiummi.com

Sejak aku hadir di dunia, aku dengan sukarela menjatuhkan cinta pada seorang lelaki yang biasa kupanggil dengan sebutan Ayah. Dia adalah laki-laki yang memiliki segudang cinta dan tak akan pernah habis.

Advertisement

Ayah telah membuktikannya sejak aku kecil sampai hari ini. Dia tak pernah lelah menjagaku dengan pelukan hangat yang memberi kenyamanan tiada tara. Tidak hanya itu, jika tanpa Ayah aku juga tak akan bisa mengemudikan sepeda yang menjadi sahabat baikku.

Bahkan, dibalik tubuh tegap dan sikapnya yang tegas, dia tak pernah malu untuk menyuapi makanan ke mulut kecilku yang kadang berceloteh nakal saat dia menasihatiku. Ayah selalu bisa menjadi sosok apapun yang aku butuhkan.

Belum ada lelaki yang bisa menggantikan posisinya. Tak peduli seberapa sering aku jatuh cinta

Bahkan, sampai saat ini ketika aku mulai beranjak dewasa, aku belum lagi bisa menjatuhkan hatiku pada lelaki selain dirinya. Bukan karena tak ada yang mencoba untuk mendapatkan cintaku, tapi karena aku belum menemukan sosok lelaki yang bisa seperti Ayah, lelaki yang bisa dengan mudah kucintai tanpa syarat dan menerima bagaimana pun keadaanku.

Buatku, menemukan sosok yang tepat itu bukanlah hal yang mudah kudapatkan karena aku tak mau cintaku jatuh di tempat yang salah. Bukan karena aku pemilih, tapi karena aku tidak mau sampai hati dan cintaku terluka karena ia yang enggan menjaganya.

Aku bukan pemilih. Aku hanya ingin menjadi seperti Ibu yang bahagia karena hatinya jatuh di pilihan yang tak membuat luka

ayaaaah… via familymanweb.com

Selain aku, ada satu wanita lagi yang kulihat paling dan selalu bahagia, yakni Ibu! Meski tak pernah aku dengar Ibu mengungkapkannya, tapi aku tau ia terlalu bahagia karena telah memantapkan cintanya pada Ayah.

Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa aku memutuskan untuk tidak buru-buru menjatuhkan cintaku, karena aku ingin seperti ibu. Aku ingin mendapatkan figur lelaki terbaik seperti pilihan Ibu.

Aku tidak mengatakan jika saat ini tidak ada lelaki yang baik. Pada dasarnya semua lelaki diciptakan dengan baik dan untuk menjadi baik. Hanya saja aku yang belum beruntung menemukan laki-laki baik itu. Seorang lelaki yang kuharap bisa sepertimu, Yah.

Ayah berpesan untuk mencari seseorang yang bisa mengasihiku tanpa syarat. Ayah mau penjagaannya selalu terasa dekat

luv, Dad! via quotesgram.com

Aku tahu Ayah selalu berusaha menjaga agar air mataku tak pernah turun karena kesedihan yang aku punya, suatu kali aku pernah tersedu-sedu menangis dalam dekapannya karena seorang teman mengkhianatiku dan pergi.

Saat itu Ayah pun menasihati agar aku lebih bisa hati-hati menaruhkan harapan pada seseorang. Aku selalu ingat apa yang Ayah bicarakan dulu, kelak ketika aku mulai mencari pendamping hidup, dia haruslah laki-laki yang bisa mengasihiku tanpa syarat apa pun. Ayah juga bilang jika lelaki itu haruslah seseorang yang dapat membuatku nyaman.

Yah, sampai hari ini belum kutemukan dia. Tapi, percayalah, sampai kapanpun itu akan selalu kuingat karena aku tak mau pergi tanpa mengantongi secuil restu darimu.

Aku memang tak pernah bilang padamu. Tapi Ayah perlu tahu. Putri kecilmu ini mencintaimu dari dulu

full luv forya, Daddy! via www.psynce.com

Yah, aku punya sebuah rahasia tentang cinta pertama yang aku sendiri tak pernah tahu apa kau mengetahuinya atau tidak. Iya, Yah, aku sudah memiliki cinta pertama sejak dulu dan tak pernah berubah sampai saat ini. Aku begitu menyayanginya, hingga rasanya tak akan ada yang bisa menggantikan tempatnya di hatiku.

Cinta pertamaku… Ayah… Kali ini aku harus mengakuinya kepadamu, aku selalu menjadikan Ayah sebagai satu-satunya lelaki yang bisa kucintai tanpa syarat apapun. Hanya Ayah yang bisa menjadikan cintaku untuk jatuh pada tempat yang tepat.

Bagiku, Ayah adalah rumah ternyaman, ke mana pun aku pergi, aku akan kembali pulang ke sana; ke hati dan cintamu. Terima kasih atas segala cinta yang sudah Ayah berikan untukku. Maaf jika sampai saat ini aku belum bisa menjadi seseorang yang membanggakan. Tapi, aku akan terus berusaha dan aku juga akan selalu membawamu dalam setiap rapalan doa.

Aku begitu menyayangimu, Yah…