Kita yang masih muda ini tak jarang hanya mengutamakan emosi daripada logika dalam menentukan sikap. Memiliki perbedaan pendapat dengan orangtua saja, kadang membuat kita tak mampu membendung amarah. Tanpa berpikir panjang, langsung menganggap orangtua punya pikiran kolot atau orangtua tak mengerti perkembangan zaman. Apapun itu, kita pasti pernah merasa kesal pada orangtua saat mereka tak mengiyakan mau kita.

Pada akhirnya, kamu dengan gegabah menuding orangtuamu bahwa mereka tak memahamimu. Sebelum kamu merasa benar dengan pemikiranmu itu, ada baiknya kamu merenungkan beberapa hal ini.

Ketika kamu merasa tak dipahami oleh orangtua, coba lihat dulu bagaimana sifatmu. Sudahkah kamu terbuka kepada mereka?

Perbedaan pendapat yang terjadi antara kamu dan orangtuamu pada akhirnya membuatmu merasa kecewa. Ada anggapan bahwa orangtuamu tak tahu apa-apa soal kamu sehingga membuat mereka tak bisa mengertimu. Hanya saja, apa benar yang jadi satu-satunya sumber masalah adalah orangtuamu? Sudahkan kamu terbuka pada orangtuamu dengan menceritakan semua masalahmu? Kalau kamu belum bercerita pada orangtuamu, ya jangan pernah menuduh mereka tak pernah memahamimu.

Di balik diamnya orangtua, mereka sebenarnya menyimpan berjuta keluh. Jangan kecewa dulu pada mereka sebelum tahu bagaimana lelahnya mereka

Pahami dulu diamnya orangtua via www.prevention.com

Advertisement

Diamnya orangtuamu kadang membuatmu sebal. Berpikir bahwa diamnya adalah pertanda bahwa mereka tengah marah dan tak mau bercerita apa-apa kepadamu. Padahal kenyataannya tak begitu. Di balik diamnya orangtuamu ada hati yang tengah memendam keluh. Ada pikiran yang tengah resah karena memikirkan bahagiamu. Tapi karena mereka tak mau membuatmu turut berpikir dan bingung, mereka lebih memilih untuk diam. Coba deh kamu berada pada posisi mereka. Dimana mereka dipaksa untuk diam agar kamu tak sengsara, kamu pasti akan paham betapa dalam diamnya mereka sangat mencintamu.

Tak ada ceritanya orangtua melarang anaknya bahagia. Mereka menolak permintaanmu karena mereka tak ingin kamu merugi pada akhirnya

Jangan kecewa dulu ya via www.elle.com

Coba mulai sekarang kembali pikirkan bagaimana perasaan orangtuamu ketika kamu menuduh mereka tak peduli dengan kebahagiaanmu. Hanya karena mereka menolak permintaanmu saja, kamu tega menuduh mereka jahat dan tak peduli padamu. Padahal sejatinya tak ada orangtua yang melarang anaknya bahagia. Keputusan mereka menolak pintamu ini pasti beralasan. Mungkin alasannya adalah karena mereka ingin kamu lebih bersabar atau agar kamu sedikit lebih menghargai usaha sendiri daripada sekadar meminta orangtua. Apapun itu, tujuan mereka adalah ingin kamu bahagia ketika kamu sudah mandiri nanti.

Banyak yang nggak kamu pahami soal betapa besarnya pengorbanan orangtuamu. Mereka rela menderita demi melihatmu tersenyum bahagia

Rela kerja siang dan malam demi melihatmu sukses di masa depan via sortofsp.tumblr.com

Orangtuamu telah berkorban banyak untukmu. Kamu hanya belum tahu saja betapa mereka telah bekerja keras banting tulang untuk melihat senyum di wajah buah hatinya tercinta. Kalau kamu tahu betapa mereka rela bekerja siang hingga malam dan bahkan rela memangkas waktu istirahatnya demi memenuhi tuntutanmu yang semakin banyak itu, kamu pasti akan meneteskan air matamu. Kamu pasti akan terharu melihat betapa orangtuamu sampai rela menahan beban hingga menahan rasa sakit yang segitu besarnya hanya untuk melihatmu bahagia. Maka dari itu jangan pernah kecewa hanya karena perkara sepele saja.


Biar bagaimanapun, orangtua hanyalah manusia biasa yang punya batasan usaha. Kalau hanya karena masalah sepele saja, tolonglah jangan sampai marah-marah dan kecewa pada mereka. Berusahalah sedikit mengerti tentang bagaimana orangtuamu menahan dan membatasi bahagia mereka hanya untukmu. Mana ada orang lain yang rela berbuat sampai setulus itu hanya demi kamu kalau bukan orangtuamu? Jangan keburu menganggap mereka tak memahami kamu, kamu sendiri sudah mencoba memahami mereka?