Rencana menikah tahun depan? Mimpi beli rumah dari hasil patungan? Atau mau punya anak berapa?

Sekarang itu semua sia-sia. Awal tahun lalu kalian memang masih dibuai dengan mimpi-mimpi indah soal masa depan bersama. Pembicaraan menuju jenjang yang lebih serius pun sudah sampai pada kedua keluarga. Semua mimpi seakan udah sempurna, tinggal dieksekusi saja. Namun mimpi dan rencana mewujudkan yang telah kalian tata tapi, ditertawakan semesta begitu saja.

Advertisement

Bagimu semua ini terasa mendadak. Kamu jelas tidak siap. Ujungnya ya meratapi hubungan sampai mencoba denial kalau kalian masih baik-baik saja.

Namun semanis apapun rasa yang ditawarkan dari meratap, pada akhirnya kamu sama sekali nggak akan mendapat manfaat. Maka dari itu, mulai sekarang ada baiknya kurang-kurangi meratapi hal yang telah menjadi masa lalumu. Biar lebih yakin, berikut Hipwee jelaskan mengapa meratap itu sama sekali tiada guna.

1. Sedih atas perpisahan itu manusiawi. Namun meratapi dia yang telah pergi jelas hanya akan buatmu merugi

Kalau terus meratapi, justru kamu yang akan rugi via www.logancoleblog.com

Setelah bertahun-tahun bersama sampai kamu hafal kebiasaanya di luar kepala, buatmu semakin berat mengamini bahwa kalian sudah tidak ada apa-apa lagi. Wajar kalau kamu sakit. Manusiawi kalau kamu bersedih. Namun  untuk meratapi, apalagi untuk dia yang telah pergi, rasanya hanya akan buatmu merugi.

Advertisement

Rugi waktu, itu jelas. Rugi perasaan dan energi, itu jelas sekali. Sebab waktumu yang berharga dan energi untuk bekerja justru terbuang gara-gara meratapi.

2. Kalau dia saja sudah tak peduli denganmu bahkan hubungan kalian, mengapa kamu justru sebaliknya? Bukankah itu sia-sia?

Dia saja sudah tidak peduli via www.logancoleblog.com

Saat masih pacaran dulu, hubungan ini memang tentang dua orang. Kalian berdua sama-sama memiliki tanggungjawab yang harus diemban. Namun sekarang, saat kalian sudah tak ada apa-apa, harusnya sudah tak ada lagi tanggungjawab untuk saling menyenangkan apalagi saling memikirkan. Toh saat ini dia sudah tak peduli denganmu apalagi hubungan ini. Kalau dia sudah angkat tangan dan bahagia sendiri, mengapa kamu masih stuck dan enggan beranjak? Bukankah apa yang kamu lakukan ini justru akan semakin menutup pintumu menuju masa depan~

3. Jodoh memang sudah digariskan, tapi jelas tak bisa dipaksakan. Lebih baik sakit sekarang daripada nanti kamu yang menyesal~

Lebih baik berpisah sekarang via www.logancoleblog.com

Jodoh, rezeki dan maut memang sudah diatur. Dulu kamu memang yakin sekali bahwa dia yang telah pergi adalah jodohmu sampai nanti. Tapi kalau kenyataannya kalian memang harus bubaran, kenapa harus dipaksakan? Apalagi kalau sampai memaksa perasaan? Mungkin sekarang kamu masih bisa sok bahagia, tapi di episode akhir nanti, kamu juga yang akan merasakan sakit. Bahkan dua kali lipatnya.

4. Atas semua luka dan sakit yang kamu alami, anggap saja sebagai cara Tuhan untuk membuatmu jadi sosok yang lebih dewasa

Inilah cara Tuhan menempamu jadi dewasa via www.logancoleblog.com

Bertahun-tahun bersama dan dalam sehari kebahagiaanmu direnggut begitu saja memang membuat hatimu sakit luar biasa. Rasanya seperti ada lubang besar yang buatmu sulit menerima kenyataan. Semua luka dan sakit yang sedang kamu alami, mulai sekarang anggaplah sebagai cara Tuhan memberikan perhatian. Anggap saja Tuhan tengah menempamu untuk lebih berjuang hingga kedewasaan bisa kamu dapatkan.

5. Ikhlaskan dia yang memilih pergi. Yakinkan dirimu bahwa kelak ada seseorang yang jauh lebih baik sebagai pengganti

Daripada dipaksakan, lebih baik diikhlaskan via www.logancoleblog.com

Rasanya tidak ada obat yang lebih manjur meredakan rasa sakit selain bersyukur. Sebab mungkin hanya itulah pilihan yang bisa kamu jalani. Bersyukur dan menikmati rasa sakitnya. Lalu segera bangkit daripada terlanjur tenggelam dan meratap lebih dalam lagi. Satu hal yang perlu kamu ingat, bahwa kalau dia bukan jodohmu, kelak akan ada seseorang yang jauh lebih baik sebagai penggantinya. Kamu hanya perlu percaya.

6. Sekarang angkat kepalamu lagi. Meski sekarang rencana menikah dengannya tinggal kenangan, kamu masih punya waktu panjang untuk menyambut masa depan

Inilah waktumu untuk angkat kepala dan tersenyum lagi 🙂 via www.afistfullofbolts.com

Sudah cukup ratapan dan tangismu untuk membuat dia kembali. Toh sekeras apapun tangismu, dia telah membulatkan tekad untuk melepaskanmu. Sekarang, waktunya kamu mengangkat kepala dan tersenyum lagi. Persetan dengan semua rencana indah dengannya yang telah tersusun rapi. Karena bagaimana pun kamu berhak bahagia dan menyambut masa depan hidupmu dengan tangan terbuka.

#Manusiabolehberencana manusia juga boleh menyusun mimpinya. Namun kalau memang dia bukanlah jodoh yang semesta siapkan, sampai kapanpun kalian tetap tak bisa disatukan. Yuk mulai sekarang ikhlaskan~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya