Semoga Kamu Bahagia Bersamanya. Sebenar-benarnya Aku Sudah Rela

merelakanmu bahagia

Tidak ada yang salah dengan pertemuan kita sesungguhnya. Mungkin satu-satunya yang salah adalah bahwa aku selalu berharap kamu punya rasa yang sama, sebesar yang aku punya. Namun kini kupikir sudah saatnya aku melebur asa yang terlalu besar itu. Karena sekuat apapun aku berusaha, pada akhirnya kenyataan membuatku sadar bahwa ada hal yang tak bisa kupaksakan.

Aku berharap bisa bersikap sewajarnya. Namun pertemuan denganmu tetap saja membuatku tak mampu berkata-kata

Pertemuan denganmu buatku tak bisa berkata-kata via www.pexels.com

“Hai, apa kabar?”

Jujur, ingin rasanya aku menyapamu dengan cara yang jauh lebih menyenangkan. Tapi disaat bersamaan lidah kelu tidak bisa lagi terhindarkan. Ya ada sejuta keinginan bila aku tetap bisa bersikap wajar. Namun detak jantung yang berdegup membuat semua kata yang telah terangkai gugur begitu saja seolah tidak tersisa.

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Travel addict...

Editor

Not that millennial in digital era.