Pacaran lama bukan jaminan bisa sampai di pelaminan. Jangankan pelaminan, belajar untuk saling dewasa saja belum tentu. Sebab terkadang kalian hanya tahunya bertahan saja, tanpa pernah berpikir bagaimana membawa hubungan ini berkembang. Tapi tak semua juga hubungan hanya jalan ditempat saja. Ada beberapa yang meskipun belum sampai tahunan justru bisa terlihat lebih dewasa.

Kamu dan dia saling menghargai sebagai pasangan. Keterbukaan dalam segala hal termasuk urusan materi pun kalian tak segan untuk saling mencurahkan. Pertengakaran atau salah paham selalu bisa terselesaikan. Tak perlu jauh-jauh, dilihat dari obrolan kalian pun orang lain sudah bisa menilai seberapa dewasanya kalian dalam hubungan ini. Setidaknya di antara banyak candaan dan obrolan serius kalian tak ada drama di sana.

1. “Ada kabar apa hari ini?”

bertukar kabar via www.nessakphotography.com

Bertukar kabar setiap hari itu keharusan, dan biasanya pun sehari ya sekali bertanya kabar. Kalaupun tak bertemu, setidaknya pertanyaan ini pengganti kalimat “Sedang apa?” atau “Di mana?”

2. “Kemarin aku pakai uang kamu berapa? Mau aku ganti uang atau barang?”

Ngomongin urusan materi via www.nessakphotography.com

Advertisement

Bukannya pelit sama pacar, tapi kamu paham hitung-hitungan materi dalam masa pacaran sebenarnya wajar dan harus. Biar kamu dan dia tak ada yang saling bergantung atau memanfaatkan pasangannya saja. ‘Kan ini juga bisa jadi pembalajaran saat kalian sudah menikah nantinya.

3. “Nanti aku hubungin lagi ya, dilanjut saja kerjaannya,”

cara komunikasi kalian via unsplash.com

Kamu dan dia sama-sama paham batasan dari telepon atau chat. Kalau memang sibuk kalian pasti akan membiarkan pasangannya untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaannya dulu. Toh sebenarnya kalian juga sudah memiliki jam-jam tertentu untuk berkomunikasi.

4. “Aku minta pendapat dong….”

bertukar pendapat via elizabethwellsphoto.com

Sama-sama bebas bertukar pendapat. Pastinya pun sama-sama didengarkan, diterima, dan dipikirkan dengan baik-baik pendapat dari pasangan ini.

Aku bingung nih mau pilih apa? Menurut kamu baiknya yang mana?

5. “Aku nggak suka sama sikap kamu yang seperti itu,”

Nggak suka sama sikapmu via www.nessakphotography.com

Tak ada yang ditutup-tutupi, termasuk perasaan tak suka. Seperti saat kamu sedang kesal, dirimu pasti bilang apa penyebab dia kesal tanpa perlu kode sana sini. Sama halnya dengan dirinya yang akan terus terang hal apa yang menyebalkan dari dirimu.

6. “Kapan yuk pergi sama Ayah dan Ibu,”

Menanyakan kabar orangtua via www.nessakphotography.com

Kalian sadar dalam hubungan ini sebenarnya tak hanya ada kamu dan dia. Tapi juga ada keluarga dari kalian masing-masing. Karena itu kedewasaan kamu atau dia pun terlihat saat kalian berdua sama pedulinya dengan keluarga pasangan.

7. Bukan mengatur, tapi hanya mengingatkan seperti “Kalau bisa pulangnya jangan terlalu larut ya,”

mengingatkan via www.nessakphotography.com

Sudah sama-sama besar, sudah mengerti mana yang baik atau tidak untuk dirinya. Jadi buat apa diatur-atur lagi. Kamu sebagai pasangan memang kewajibannya pun hanya mengingatkan. Sebab bagaimanapun kalian berdua tetap punya hak penuh untuk mengatur diri kalian masing-masing.

8. “Kamu maunya bagaimana?”

kesepakatan bersama via www.nessakphotography.com

Nggak ada yang namanya kata, “Aku tuh maunya kamu begini” seolah memang cuma salah satu dari kalian entah kamu atau dia yang berhak didengarkan. Tapi di hubungan kalian ini yang ada adalah kesepakatan bersama. Tak heran kalau kalian berdua pun sering sekali bermusyawarah sebelum mengambil keputusan.

9. “Kira-kira kalau nikahnya satu tahun lagi, kamu siap nggak?”

Membicarakan masa depan via www.nessakphotography.com

Kalau membicarakan rencana masa depan rasanya setiap orang pun bisa. Tapi terang-terangan membicarakan keinginan atau rencana untuk menikah, belum tentu semua cowok berani, dan semua cewek bisa tanpa kode-kodean.

Setelah dibaca dan dipikir-pikir, kira-kira obrolan di atas sudah pernah kamu dan dia bicarakan? Atau mungkin sudah terlalu sering alias jadi kebiasaan kalian? Setidaknya menjadi dewasa juga bisa ditunjukkan dari sikap, biar tak hanya berujung pada istilah “Hanya omong kosong belaka,”.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya